Brimob Polda Sumut Bergerak Cepat Padamkan Kebakaran di Kota Pematangsiantar
Brimob Sumut Bergerak Cepat Padamkan Kebakaran Ruko Malam Hari di Kota Pematangsiantar
Peristiwa 7 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Pekanbaru -- Rayyan Arkan Dikha, bocah berusa 11 tahun asal Kuantan Singingi (Kuansing), Riau mendunia. Gaya tari pacu jalur yang ia peragakan saat perlombaan pacu jalur di daerah asalnya ditiru oleh banyak orang.
Bahkan, bintang Paris Saint-Germain (PSG) Achraf Hakimi juga meniru gerakan tari pacu jalur yang biasa dilakukan Rayyan Arkan Dikha.
Saat mencetak gol, Achraf Hakimi melakukan selebrasi khas tari pacu jalur yang dilakukan Rayyan Arkan Dikha. Ia menggoyangkan tubuh dan tangannya, hingga mengundang perhatian para pesepak bola dunia lainnya.
Karena itu pula, tari pacu jalur yang diperagakan Achraf sebagai Aura Farming kemudian menyebar ke klub bola Italia. Bahkan, sejumlah konten kreator juga ada yang menirukan tari pacu jalur ini.
Karena mendunia dan mengangkat budaya tradisional asal Riau, Gubernur Riau Abdul Wahid pun turut memberikan responannya.
Abdul Wahid lantas menetapkan Rayyan Arkan Dikha itu sebagai Duta Pariwisata Riau.
Keputusan tersebut diambil karena Rayyan Arkan Dikha dianggap mampu mengangkat citra budaya Riau di mata dunia.
Profil Rayyan Arkan Dikha
Rayyan Arkan Dikha atau Dikha (Anak Coki) adalah penari pacu jalur dari tim Jalur Tuah Koghi Dubalang Ghajo. Ia lahir pada 28 Desember 2014, asal Kuantan Singingi (Kuansing), Riau.
Selama ini, Rayyan kerap tampil di acara lomba pacu jalur.
Ia kerap terlihat berdiri di atas haluan jalur (perahu) menggunakan pakaian lengkap khas Melayu Kuansing di Sungai Batang Kuantan, Kabupaten Kuansing, Provinsi Riau. Rayyan Mulai Arkan Dikha menekuni tari pacu jalur sejak usia 8 tahun.
Dikha kerap menari di atas haluan pada setiap perlombaan. Gerakannya yang begitu lentur membuat siapa saja terpesona.
Rayyan merasa sangat bangga karena tradisi yang ia cintai kini dikenal luas oleh masyarakat dunia.
Menjadi Togak Luan (orang yang berdiri di ujung perahu untuk menari mengikuti irama dayung) adalah keinginan Rayyan sejak kecil. Ia terbiasa berenang dan naik sampan di Sungai Kuantan, dua syarat utama menjadi penari di ujung jalur.
Keseimbangan dan kemampuan berenang adalah bekal penting. "Ayah sering ngajak ke Pacu Jalur, jadi saya tertarik," ungkapnya.
Ayah Rayyan adalah mantan peserta Pacu Jalur dari tim Jalur Tuah Koghi Dubalang Ghajo, sementara sang kakak pernah menjadi Togak Luan.
Rayyan sendiri sudah dua tahun bergabung sebagai Togak Luan di tim ayahnya. Kini, ia duduk di kelas 5 SD, dan memiliki cita-cita menjadi seorang Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Ia tampil mencolok di antara barisan pegawai dan pejabat Pemerintah Provinsi Riau di halaman Kantor Gubernur Riau pada Selasa (8/7/2025).
Dengan penuh percaya diri, bocah asal Kuantan Singingi ini mengenakan tanjak Melayu yang menjulang gagah di kepalanya, simbol kehormatan dan kebanggaan budaya Riau.
Namun yang paling mencuri perhatian adalah kacamata hitam besar yang ia pakai: lensa bergradasi warna pelangi, dengan bingkai putih mencolok, membuat penampilannya tampak nyentrik sekaligus penuh gaya.
Di lehernya, kain merah cerah melingkar rapi, terikat dengan simpul sederhana namun kuat, menambah kesan dramatis dan teatrikal layaknya seorang seniman yang siap tampil di panggung budaya.
Ia mengenakan baju serba hitam dengan potongan ramping, dihiasi motif garis kuning dan putih yang menjalar dari sisi kiri, seolah membelah busana itu menjadi dua dimensi yang hidup, sisi tradisi dan sisi kekinian.
Penampilannya yang unik dan berani itu tidak hanya memancing senyum para ASN dan pejabat, tapi juga menjadi simbol semangat baru dalam promosi budaya, bahwa anak muda, dengan gayanya sendiri, tetap bisa menjunjung tinggi warisan tradisi.
"Senang sekali. Gak nyangka bisa ketemu langsung sama Pak Gubernur, apalagi sampai dikasih penghargaan," ujar Dikha, sapaan akrabnya, dengan mata berbinar, Selasa (8/7/2025).
Nama Dikha mulai dikenal publik setelah videonya menari lincah di atas perahu panjang tradisional Pacu Jalur viral di media sosial.
Aksinya yang energik, penuh penghayatan, dan sarat makna budaya, membuat banyak orang terpesona.
Gerakannya yang menirukan aura dan semangat para pendayung itulah yang melahirkan tren "Aura Farming" sebuah bentuk ekspresi kreatif anak-anak muda Kuansing.
Tak butuh waktu lama, dunia digital menjadikan Dikha sebagai simbol budaya hidup.
Dari gelombang viral itulah, undangan pun datang. Ia diboyong ke Kantor Gubernur Riau, bukan sekadar tamu kehormatan, tapi pahlawan budaya di usia belia.
"Saya sudah jadi Anak Coki sejak umur 9 tahun. Belajar sendiri, gak ada yang ngajarin. Susahnya itu jaga keseimbangan sambil nari. Perahu kan goyang terus," ujar Dikha, sambil tersenyum malu-malu.
Anak Coki adalah penari di bagian depan perahu Pacu Jalur.
Tugasnya bukan hanya menari, tapi menjadi ikon semangat, menggoyangkan tubuh sambil berdiri di atas perahu yang melaju cepat, pekerjaan berat untuk anak seusianya.
(wan/bbs)
Brimob Sumut Bergerak Cepat Padamkan Kebakaran Ruko Malam Hari di Kota Pematangsiantar
Peristiwa 7 jam lalu
Pria Diduga Bacok Warga di Deli Serdang, Pelaku Ditangkap.
Peristiwa 7 jam lalu
Pria di Medan Ditodong Komplotan Perampok Pakai Sajam, Uang Rp 2 Juta Raib
Kriminal 8 jam lalu
KM Cendrawasih Laut Terbakar di Belawan, Blower Mesin Diduga Meledak hingga Api Lahap Kapal.
Peristiwa 9 jam lalu
Sisir Titik Rawan, Polres Tanjungbalai Pastikan Kota Tanjungbalai Aman dari Geng Motor dan Begal
Sumut 9 jam lalu
POSMETRO MEDAN,MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution, mendorong enam badan usaha milik daerah (BUMD) di Su
Medan 9 jam lalu
Buat Laporan Palsu Sepeda Motor Kredit Hilang, Dua Sohib Ini Gol di Polsek Medan Tembung.
Kriminal 9 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Sebagai wujud rasa syukur dan kepedulian kepada masyarakat, Minggu (23/8/2026)di Pulau Brayan, Kecamatan Medan Barat,
Medan 9 jam lalu
Mengenal Bunthora Situmorang, Maestro Musik Batak dan Kisah Panjang Trio Lasidos.
Profil 11 jam lalu
Wanita Asal Banda Aceh Curi Dompet Berisi 2 Cincin Emas Milik Warga Lhokseumawe.
Peristiwa 12 jam lalu