Sapa Hangat Rico Waas dan Warga Beringin, Momen Sederhana Penuh Makna
Sapa Hangat Rico Waas dan Warga Beringin, Momen Sederhana Penuh Makna.
Medan 11 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Jakarta - CEO Nvidia Jensen Huang dikenal sebagai manusia ribuan triliun usai perusahaannya menembus valuasi US$ 4 triliun atau lebih dari Rp 65.000 triliun. Tapi siapa sangka, jika ia masih muda dan baru lulus kuliah hari ini, ia justru tidak akan memilih jurusan teknologi informasi atau software, melainkan ilmu fisika.
Hal ini diungkapkannya saat mendapat pertanyaan dari seorang jurnalis. Ia ditanya jika saat ini berusia 22 tahun dan baru lulus, maka ia tidak akan fokus pada teknologi informasi atau Information Technology (IT).
"Untuk Jensen yang muda, 20 tahunan, yang baru lulus sekarang, mungkin dia akan memilih... lebih ke ilmu fisika daripada ilmu perangkat lunak," jawabnya yang dikutip dari CNBC, ditulis Selasa (22/7/2025).
Sebagai informasi, ilmu fisika (physical science) mencakup bidang seperti fisika, kimia, astronomi, dan ilmu kebumian, berbeda dengan ilmu hayati. Huang sendiri merupakan lulusan teknik elektro dari Oregon State University dan meraih gelar master dari Stanford University.
Ia ikut mendirikan Nvidia pada 1993, bersama Chris Malachowsky dan Curtis Priem. Dari sebuah pertemuan sederhana di restoran Denny's, kini Nvidia menjadi perusahaan paling bernilai di dunia, memimpin revolusi AI.
Pria berharta US$ 148,1 miliar atau sekitar Rp 2.399 triliun itu menjelaskan bahwa dalam 15 tahun terakhir, dunia telah melewati beberapa fase AI.
"Modern AI benar-benar mulai dikenal sekitar 12 hingga 14 tahun lalu, saat AlexNet muncul dan visi komputer mengalami terobosan besar," katanya dalam The Hill & Valley Forum di Washington, April lalu.
AlexNet adalah model yang mengenalkan deep learning dalam pengenalan gambar dan menjadi pemicu ledakan AI modern. Fase itu disebut Huang sebagai Perception AI. Lalu masuk ke fase Generative AI, yang membuat AI bisa memahami informasi dan menerjemahkannya menjadi teks, gambar, kode, dan lainnya.
Sedangkan, kata Huang, kini kita berada di era Reasoning AI.
"Kita sekarang memasuki era yang disebut Reasoning AI, di mana AI kini bisa memahami, menghasilkan, dan memecahkan masalah serta mengenali kondisi yang belum pernah kita lihat sebelumnya," jelasnya.
Sapa Hangat Rico Waas dan Warga Beringin, Momen Sederhana Penuh Makna.
Medan 11 menit lalu
Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor menemui Wakil menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus,
Sumut 24 menit lalu
Simpan Setengah Kilogram Ganja di Ember Cat, Pria Asal Madina Ditangkap Satresnarkoba Polres Tapteng.
Sumut 54 menit lalu
Polda Sumut Ungkap Tiga Kasus Narkoba, Sita 244 Kg Sabu
Sumut satu jam lalu
Wali Kota Wesly Silalahi Sambut Silaturahmi Kapolres Pematangsiantar, Bahas Peningkatan Toleransi dan Perkuat Kolaborasi.
Sumut 2 jam lalu
Pria Ini Jual Hasil Curian Cuma Rp200 Ribu Padahal Barangnya AC dan Televisi.
Medan 3 jam lalu
Bakti Masyarakat, Ketua Kwarcab Samosir Kerahkan Ratusan Anggota Pramuka Bersihkan Danau Toba.
Sumut 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN Persoalan publikasi jurnal internasional masih menjadi salah satu kendala dosen di Sumatera Utara dalam mengajukan kenaikan
Sumut 5 jam lalu
SAPA WARGA DI MEDAN SELAYANG, RICO WAAS BAWA SELURUH OPD TINDAKLANJUTI KELUHAN MASYARAKAT
Medan 5 jam lalu
Kapolda Sumut Irjen Whisnu Hermawan Diganti, Kini Dijabat Brigjen Sonny Irawan
Inter-Nasional 6 jam lalu