Peredaran 622 Pod Getar dalam Kemasan Permen Beraksara Cina
Peredaran 622 Pod Getar dalam Kemasan Permen Beraksara Cina.
Medan 8 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Jakarta - CEO Nvidia Jensen Huang dikenal sebagai manusia ribuan triliun usai perusahaannya menembus valuasi US$ 4 triliun atau lebih dari Rp 65.000 triliun. Tapi siapa sangka, jika ia masih muda dan baru lulus kuliah hari ini, ia justru tidak akan memilih jurusan teknologi informasi atau software, melainkan ilmu fisika.
Hal ini diungkapkannya saat mendapat pertanyaan dari seorang jurnalis. Ia ditanya jika saat ini berusia 22 tahun dan baru lulus, maka ia tidak akan fokus pada teknologi informasi atau Information Technology (IT).
"Untuk Jensen yang muda, 20 tahunan, yang baru lulus sekarang, mungkin dia akan memilih... lebih ke ilmu fisika daripada ilmu perangkat lunak," jawabnya yang dikutip dari CNBC, ditulis Selasa (22/7/2025).
Sebagai informasi, ilmu fisika (physical science) mencakup bidang seperti fisika, kimia, astronomi, dan ilmu kebumian, berbeda dengan ilmu hayati. Huang sendiri merupakan lulusan teknik elektro dari Oregon State University dan meraih gelar master dari Stanford University.
Ia ikut mendirikan Nvidia pada 1993, bersama Chris Malachowsky dan Curtis Priem. Dari sebuah pertemuan sederhana di restoran Denny's, kini Nvidia menjadi perusahaan paling bernilai di dunia, memimpin revolusi AI.
Pria berharta US$ 148,1 miliar atau sekitar Rp 2.399 triliun itu menjelaskan bahwa dalam 15 tahun terakhir, dunia telah melewati beberapa fase AI.
"Modern AI benar-benar mulai dikenal sekitar 12 hingga 14 tahun lalu, saat AlexNet muncul dan visi komputer mengalami terobosan besar," katanya dalam The Hill & Valley Forum di Washington, April lalu.
AlexNet adalah model yang mengenalkan deep learning dalam pengenalan gambar dan menjadi pemicu ledakan AI modern. Fase itu disebut Huang sebagai Perception AI. Lalu masuk ke fase Generative AI, yang membuat AI bisa memahami informasi dan menerjemahkannya menjadi teks, gambar, kode, dan lainnya.
Sedangkan, kata Huang, kini kita berada di era Reasoning AI.
"Kita sekarang memasuki era yang disebut Reasoning AI, di mana AI kini bisa memahami, menghasilkan, dan memecahkan masalah serta mengenali kondisi yang belum pernah kita lihat sebelumnya," jelasnya.
Peredaran 622 Pod Getar dalam Kemasan Permen Beraksara Cina.
Medan 8 menit lalu
Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sibolga Ikuti Apel Kehormatan dan Malam Renungan Suci HUT ke81 RI.
Sumut 30 menit lalu
Ada Polisi yang Sudah merawat 7.000 ODGJ Selama 10 Tahun, Prabowo Panggi ke Jakarta dan Beri Penghargaan.
Profil 2 jam lalu
Satbrimob Polda Sumut Patroli Keamanan di Sejumlah Titik Kota Medan.
Medan 3 jam lalu
Satbrimob Polda Sumut Perkuat Pengamanan di Deli Serdang.
Sumut 3 jam lalu
Wali Kota Wesly Bersama Forkopimda Plus Apel Kehormatan dan Renungan Suci di TMP Nagur
Sumut 3 jam lalu
Peringati HUT Ke81 RI, Bupati Jonius Taripar Hutabarat Tegaskan Komitmen Pembangunan Taput yang Maju, Berbudaya, dan Berkelanjutan.
Sumut 3 jam lalu
Pemkab. Samosir Bersama PWI Bangun Sinergi Pembangunan Daerah, Dukung Peningkatan Kompetensi guna Penguatan Profesionalisme Pers.
Sumut 4 jam lalu
Sebanyak 76 pelajar terbaik dari 38 provinsi di Indonesia dikukuhkan anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Pusat.
Profil 4 jam lalu
Polres Karo Gelar Upacara HUT ke81 Kemerdekaan RI.
Sumut 5 jam lalu