Minggu, 23 Agustus 2026
Kredibilitas Piala Dunia 2026 Tercoreng

Waduh! FIFA Cabut Hukuman Bomber AS Folarin Balogun, Bisa Main Lawan Belgia

Faliruddin Lubis - Senin, 06 Juli 2026 23:39 WIB
Waduh! FIFA Cabut Hukuman Bomber AS Folarin Balogun, Bisa Main Lawan Belgia
X@brfootball
Folarin Balogun menjadi andalan Amerika Serikat mendapat kartu merah dari wasit.

POSMETRO MEDAN,Amerika Serikat- Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA) turut melontarkan kritik kepada FIFA setelah mencabut hukuman striker Amerika Serikat, Folarin Balogun. UEFA menyebut keputusan FIFA telah mencoreng kredibilitas Piala Dunia 2026.

Balogun sejatinya tidak bisa tampil dalam laga tersebut terkena kartu merah saat melawan Bosnia Herzegovina di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Tentu, ini menjadi sebuah keuntungan bagi Belgia karena Amerika Serikat tidak akan diperkuat striker andalannya.

Namun secara mengejutkan, FIFA membatalkan hukuman larangan bermain Balogun menjelang duel Amerika Serikat vs Belgia di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Sesuai jadwal, laga tersebut akan bergulir di Stadion Seattle, Amerika Serikat, pada Selasa (7/7) pukul 07.00 WIB.

Baca Juga:

Keputusan kontroversial tersebut menjadi sorotan tajam, tak terkecuali UEFA. Mereka bahkan tidak bisa menerima keputusan tersebut karena dinilai telah kelewat batas.

"Keputusan yang diambil kemarin untuk menangguhkan selama masa percobaan satu tahun pelaksanaan hukuman skors otomatis satu pertandingan akibat kartu merah yang diterima pemain Folarin Balogun telah melewati batas yang tidak dapat diterima," tulis UEFA dalam laman resminya, Senin (6/7).

Baca Juga:

Dalam pernyataannya juga, UEFA menilai keputusan tersebut mencoreng kredibilitas turnamen, dalam hal ini Piala Dunia 2026. Karena keputusan tersebut menciptakan preseden dalam turnamen yang sedang berlangsung, di mana situasi serupa nantinya harus diperlakukan dengan cara yang sama, yang pada akhirnya dapat merugikan jalannya kompetisi.

"Ketika kepastian terhadap aturan tidak lagi dijamin oleh pihak yang seharusnya menjaganya, integritas permainan menjadi dipertaruhkan dan kredibilitas sebuah kompetisi pun ikut tercoreng," terang UEFA.

Bagi UEFA, sepak bola, seperti olahraga lainnya, bergantung pada aturan, yang merupakan dasar untuk kompetisi yang adil, jujur, dan transparan. Terkadang aturan terbuka untuk interpretasi. Dalam kasus Bolagun, tidak demikian.

"Kami menyatakan keheranan dan ketidakpercayaan atas keputusan yang belum pernah terjadi sebelumnya, sulit dipahami, dan sama sekali tidak dapat dibenarkan tersebut," tutup UEFA.

Disinyalir, keputusan tersebut muncul setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menelepon Presiden FIFA Gianni Infantino. Trump meminta Infantino untuk meninjau kembali kartu merah Balogun.

Hasilnya, FIFA menangguhkan sementara hukuman kartu merah sang pemain berdasarkan aturan Pasal 27. Penangguhan itu berlaku satu tahun dan bisa aktif selama kurun waktu itu, apabila Balogun melakukan kesalahan serupa.

Karena hukumannya telah ditangguhkan, Balogun pun bisa bermain saat Amerika Serikat melawan Belgia pada dini hari nanti.

Bagi tuan rumah, tentu ini menjadi sebuah keuntungan. Asal tahu saja, penyerang AS Monaco itu merupakan pemain kunci dengan kontribusi tiga gol.(JawaPos)

Tags
beritaTerkait
UINSU dan Hartford International University MoU, Perluas Kolaborasi Akademik Internasional
Rico Waas Ajukan Pencabutan Perda Lembaga Kemasyarakatan
Samuel Pasaribu Diterima di 6 Universitas Top Dunia untuk Kuliah PhD, Salah Satunya Oxford University
Mengenal Lebih Dekat Sosok Rosita Aruan, Pamen Angkatan Darat Amerika
Bintang Tanjung Verde Lopes Cabral jadi Pencetak Gol Terbaik Piala Dunia 2026
Hajar Kamboja 5-0 di Piala AFF 2026: Ranking FIFA Timnas Naik, Geser Sudan
komentar
beritaTerbaru