Sabtu, 11 Juli 2026

Ini Pesan Menyentuh Pelatih Mesir, Hossam Hassan: Cukuplah Tuhan Bagiku

Faliruddin Lubis - Sabtu, 11 Juli 2026 16:04 WIB
Ini Pesan Menyentuh Pelatih Mesir, Hossam Hassan: Cukuplah Tuhan Bagiku
X@Mari
Pelatih Timnas Mesir Hossam Hassan merasa dicurangi saat lawan Argentina.

POSMETRO MEDAN,Mesir - Laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Mesir menghadirkan drama luar biasa hingga peluit akhir berbunyi.

Mesir sempat berada di ambang sejarah setelah unggul 2-0 berkat gol Mostafa Ziko dan Yasser Ibrahim. Namun, juara bertahan Argentina bangkit secara dramatis melalui gol Cristian Romero, Lionel Messi, dan Enzo Fernandez untuk membalikkan keadaan menjadi kemenangan 3-2 sekaligus mengamankan tiket ke perempat final.

Di balik comeback spektakuler tersebut, kubu Mesir merasa dirugikan oleh sejumlah keputusan wasit dan Video Assistant Referee (VAR).

Baca Juga:

Gol pertama Mostafa Ziko sempat dianulir setelah VAR menilai Lisandro Martinez dilanggar dalam proses terciptanya gol. Meski Zico kemudian kembali mencetak gol untuk membawa Mesir unggul dua gol, kontroversi belum berhenti.

Pada masa injury time, sebelum Enzo Fernandez mencetak gol kemenangan Argentina, para pemain Mesir menilai telah terjadi pelanggaran terhadap Mohamed Salah.

Baca Juga:

Insiden tersebut memang diperiksa VAR, tetapi wasit memutuskan tidak memberikan pelanggaran maupun penalti. Keputusan itu memicu kekecewaan besar dari pelatih Mesir, Hossam Hassan.

Hossam Hassan: "Cukuplah Tuhan Bagiku"

Melansir Hayters, dalam konferensi pers usai pertandingan, Hassan menyampaikan pernyataan emosional yang menjadi sorotan.

"Hidup itu tidak adil. Dunia ini tidak adil. Oke, tapi mengapa tidak ada keadilan dalam olahraga? Saya tidak yakin dengan hasil ini dan dengan cara jalannya pertandingan ini," kata Hassan.

Ia kemudian menyampaikan pesan yang menyentuh sekaligus mencerminkan rasa kecewanya terhadap jalannya pertandingan.

"Wasit itu tidak adil, cukuplah Tuhan bagiku dan Dialah yang mengatur segala urusan dengan sebaik-baiknya. Dia menyia-nyiakan usaha seluruh bangsa. Piala ini ditujukan untuk Argentina."

Singgung Tekanan Sebelum Pertandingan

Hassan juga menduga ada faktor-faktor lain yang memengaruhi jalannya pertandingan selain aspek teknis di lapangan.

"Kami unggul dalam segala hal, tetapi hasilnya… ada faktor-faktor yang memengaruhinya, bukan faktor eksternal, tetapi faktor internal di lapangan, dan faktor eksternal sebelum pertandingan," jelas Hassan.

Ia bahkan mengklaim pihak Argentina telah memberikan tekanan kepada perangkat pertandingan sebelum laga dimulai.

"Jelas bahwa tekanan yang diberikan kepada wasit sebelum pertandingan oleh pihak Argentina berhasil, karena mereka mengajukan keberatan kepada wasit, dengan menyebut-nyebut Prancis, dan tim nasional Prancis."

Kecewa Berat, Enggan Menonton Sisa Laga Piala Dunia

Di akhir pernyataannya, Hassan menegaskan bahwa menurutnya kemenangan Argentina tidak layak diraih berdasarkan jalannya pertandingan.

Baca Juga:Zohran Mamdani Ikut Soroti Kemenangan Lionel Messi, Sebut Mesir "Dirampok" di Piala Dunia 2026

"Kemenangan Argentina sama sekali tidak pantas. Dan saya berjanji, begitu saya kembali hari ini, saya tidak akan menonton sepak bola di Piala Dunia ini sama sekali, karena tidak ada keadilan di dalamnya."

Meski gagal melangkah ke perempat final, perjalanan Mesir di Piala Dunia 2026 tetap mencatat sejarah tersendiri. Untuk pertama kalinya, The Pharaohs berhasil mencapai fase gugur dan mampu memberikan perlawanan sengit kepada sang juara bertahan hingga menit-menit terakhir pertandingan.(JawaPos)

Tags
beritaTerkait
Pagi Nanti: Argentina vs Swiss, Menanti Magis Lanjutan Bang Messi!
Subuh Nanti: Norwegia vs Inggris, Awas! Ledakan Erling Haaland, Kane!
Setan Merah Bungkam Belgia, Dek Yamal Cees Dinantikan Prancis di Semifinal
Dini Hari Nanti: Spanyol vs Belgia, Bukan Main Raja-rajaan
Prancis Melaju ke Semifinal, Cetak Gol Mbappe Cedera
Jelang Maroko vs Prancis: Ismael Saibari Tak Main, Belum Pulih dari Cedera
komentar
beritaTerbaru