Wadan Pasmar 1 Hadiri Penutupan Open Turnamen Dragon Boat Panglima TNI Cup 2026
WADAN PASMAR 1 HADIRI PENUTUPAN OPEN TURNAMEN DRAGON BOAT PANGLIMA TNI CUP 2026
Sport 24 menit lalu
POSMETRO MEDAN- Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengingatkan para pesilat dan jawara agar tidak menggunakan kemampuan bela diri untuk kesombongan, kekerasan, maupun merugikan orang lain.
Pesan itu disampaikan Kapolri dalam Peresmian Balai Latihan Seni Silat sekaligus Milad ke-3 Pesanggrahan Tjimande Banten Indonesia, Jumat (18/9/2026 seperti diberitakan humas.polri.go.id.
Kapolri menegaskan, pencak silat bukan sekadar seni bela diri. Nilai utama yang diwariskan melalui tradisi tersebut adalah persaudaraan, kedisiplinan, pengendalian diri, keberanian, dan pembentukan karakter.
Baca Juga:
Karena itu, kekuatan seorang pesilat harus digunakan untuk melindungi masyarakat serta membela mereka yang lemah, bukan untuk menunjukkan keunggulan maupun menyelesaikan persoalan dengan kekerasan.
"Seorang jawara sejati bukanlah orang yang mencari lawan untuk menunjukkan kekuatan, melainkan pribadi yang mampu menjaga diri, melindungi masyarakat, menyelesaikan persoalan dengan bijaksana, serta menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi maupun kelompok," ujar Kapolri.
Baca Juga:
Kapolri mengatakan nilai tersebut harus menjadi pedoman bagi seluruh anggota Pesanggrahan Tjimande Banten Indonesia dan perguruan silat lainnya. Pesilat harus mampu menjadi pembawa ketenteraman, menjaga kerukunan, dan menghindari tindakan yang dapat mengganggu keamanan serta ketertiban masyarakat.
"Setiap pesilat harus memahami bahwa kekuatan tidak boleh digunakan untuk kesombongan atau merugikan orang lain. Seorang pesilat harus mampu mengendalikan diri, menghormati sesama, membela yang lemah, menghindari kekerasan, dan hadir sebagai pembawa ketenteraman," kata Kapolri.
Kapolri meminta seluruh anggota PTBI tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar. Nama besar perguruan tidak boleh disalahgunakan untuk kepentingan yang dapat memecah persaudaraan, melakukan kekerasan, maupun mengganggu kamtibmas.
Apabila terdapat perbedaan maupun persoalan, Kapolri meminta agar diselesaikan melalui dialog dan musyawarah dengan tetap menghormati hukum serta norma yang berlaku.
Semangat tersebut sejalan dengan sejarah Banten yang memiliki kedekatan antara ulama dan jawara. Ulama memberikan bimbingan moral dan spiritual, sementara jawara menanamkan keberanian, ketangguhan, dan kepedulian untuk melindungi masyarakat.
Kapolri menilai pencak silat Tjimande harus terus dikembangkan sebagai sarana pembinaan generasi muda. Melalui pembinaan yang tepat, pencak silat diharapkan melahirkan pesilat yang tangguh namun santun, kuat tetapi mampu mengendalikan diri, serta senantiasa memberikan manfaat bagi masyarakat.***
WADAN PASMAR 1 HADIRI PENUTUPAN OPEN TURNAMEN DRAGON BOAT PANGLIMA TNI CUP 2026
Sport 24 menit lalu
Kapolri Bilang Jawara Sejati Bukan Mencari Lawan
Sport satu jam lalu
Polsek Tigapanah Amankan Kegiatan Gowes Bareng Tour de Sinabung XI Tahun 2026.
Sumut satu jam lalu
Viral! Oknum Polisi Diduga Berbuat Asusila di Parkiran Rusunawa Kisaran Diamankan Warga.
Peristiwa 21 jam lalu
Pos AL Medan Labuhan Evakuasi Jenazah di Perairan Bagan Deli.
Peristiwa 21 jam lalu
Data Penerima Bansos di Helvetia Jadi Sorotan, Verifikasi dan Validasi Dinilai Penting.
Medan 21 jam lalu
Panen Melon P2L, Polrestabes Medan Dukung Ketahanan Pangan.
Medan 22 jam lalu
POSMETRO MEDAN, STM Hulu Proyek Revitalisasi SD Negeri 107436 Rumah Lengo senilai Rp 885.768.705, menuai sorotan dan dipertanyakan, dinilai
Sumut 22 jam lalu
Wali Kota Wesly dan Ketua TP PKK Ny Liswati Hadiri Tradisi Farewell Parade dan Pedang Pora Penyambutan serta Pelepasan Kapolres
Sumut kemarin
Pasukan Penyelam dan Kopaska melaksanakan operasi pencarian dan evakuasi korban kecelakaan KM Virgo Transport 8.
Inter-Nasional kemarin