Minggu, 20 September 2026

Kapolri: Jawara Sejati Bukan Mencari Lawan...

P. Silalahi - Minggu, 20 September 2026 18:12 WIB
Kapolri: Jawara Sejati Bukan Mencari Lawan...
humas.polri.go.id
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dalam Milad ke-3 Pesanggrahan Tjimande Banten Indonesia.

POSMETRO MEDAN- Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengingatkan para pesilat dan jawara agar tidak menggunakan kemampuan bela diri untuk kesombongan, kekerasan, maupun merugikan orang lain.

Pesan itu disampaikan Kapolri dalam Peresmian Balai Latihan Seni Silat sekaligus Milad ke-3 Pesanggrahan Tjimande Banten Indonesia, Jumat (18/9/2026 seperti diberitakan humas.polri.go.id.

Kapolri menegaskan, pencak silat bukan sekadar seni bela diri. Nilai utama yang diwariskan melalui tradisi tersebut adalah persaudaraan, kedisiplinan, pengendalian diri, keberanian, dan pembentukan karakter.

Baca Juga:

Karena itu, kekuatan seorang pesilat harus digunakan untuk melindungi masyarakat serta membela mereka yang lemah, bukan untuk menunjukkan keunggulan maupun menyelesaikan persoalan dengan kekerasan.

"Seorang jawara sejati bukanlah orang yang mencari lawan untuk menunjukkan kekuatan, melainkan pribadi yang mampu menjaga diri, melindungi masyarakat, menyelesaikan persoalan dengan bijaksana, serta menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi maupun kelompok," ujar Kapolri.

Baca Juga:

Kapolri mengatakan nilai tersebut harus menjadi pedoman bagi seluruh anggota Pesanggrahan Tjimande Banten Indonesia dan perguruan silat lainnya. Pesilat harus mampu menjadi pembawa ketenteraman, menjaga kerukunan, dan menghindari tindakan yang dapat mengganggu keamanan serta ketertiban masyarakat.

"Setiap pesilat harus memahami bahwa kekuatan tidak boleh digunakan untuk kesombongan atau merugikan orang lain. Seorang pesilat harus mampu mengendalikan diri, menghormati sesama, membela yang lemah, menghindari kekerasan, dan hadir sebagai pembawa ketenteraman," kata Kapolri.

Kapolri meminta seluruh anggota PTBI tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar. Nama besar perguruan tidak boleh disalahgunakan untuk kepentingan yang dapat memecah persaudaraan, melakukan kekerasan, maupun mengganggu kamtibmas.

Apabila terdapat perbedaan maupun persoalan, Kapolri meminta agar diselesaikan melalui dialog dan musyawarah dengan tetap menghormati hukum serta norma yang berlaku.

Semangat tersebut sejalan dengan sejarah Banten yang memiliki kedekatan antara ulama dan jawara. Ulama memberikan bimbingan moral dan spiritual, sementara jawara menanamkan keberanian, ketangguhan, dan kepedulian untuk melindungi masyarakat.

Kapolri menilai pencak silat Tjimande harus terus dikembangkan sebagai sarana pembinaan generasi muda. Melalui pembinaan yang tepat, pencak silat diharapkan melahirkan pesilat yang tangguh namun santun, kuat tetapi mampu mengendalikan diri, serta senantiasa memberikan manfaat bagi masyarakat.***

Editor
: P. Silalahi
Tags
beritaTerkait
Kepala BNN RI Hadiri Wisuda Purnawira Pati Polri
Mindlogicx Asia dan LLDikti Wilayah I Dorong Transformasi Asesmen Digital dan AI di Perguruan Tinggi Indonesia
Kapolri Geser Posisi Sejumlah Kapolres di Sumut, Cek Daftar di Sini
Polres Asahan Doa Bersama dan Syukuran atas Predikat Pelayanan Prima dari Kapolri
Brigjen Naek Pamen Simanjuntak Jadi Wakapolda Sumut, Gantikan Sonny Irawan
Kanwil Kemenkum Sumut Perkuat Penanganan Pengaduan Kekayaan Intelektual melalui Koordinasi dengan DJKI
komentar
beritaTerbaru