Ini Pesan Wesly Silalahi untuk Pengurus Pusat GPI
Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi menggelar temu ramah dengan pengurus pusat GPI.
Berita 7 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Jakarta -- Pelatih legendaris asal Belanda, Louis van Gaal, dikabarkan akan memberikan keterangan pers menarik pada Senin, 20 Oktober 2025. Informasi ini langsung dikaitkan dengan posisi pelatih Timnas Indonesia yang masih kosong setelah PSSI memecat Patrick Kluivert karena gagal membawa skuad Garuda lolos ke Piala Dunia 2026.
"Senin ini, mantan pelatih kepala timnas Belanda akan mengadakan konferensi pers yang kabarnya berisi berita sangat mengejutkan," tulis akun Instagram 433 Netherland, dikutip Beritasatu.com, Sabtu (18/10/2025).
Namun, akun 433 NL tidak menjelaskan lebih jauh mengenai isi keterangan pers tersebut. Akibatnya, unggahan itu langsung memicu berbagai spekulasi di kalangan netizen.
Banyak pengguna Instagram yang menilai kabar itu berkaitan dengan Timnas Indonesia. Hingga kini, PSSI memang belum mengumumkan siapa sosok yang akan menangani tim senior Garuda.
Tak heran jika dugaan bahwa Louis van Gaal akan menjadi pelatih baru Timnas Indonesia semakin ramai dibicarakan di kolom komentar unggahan 433 Netherland.
"Sepertinya beliau akan melatih Timnas Indonesia," tulis pengguna akun Instagram @yogifirnan**.
"Kayaknya malah konferensi pers di Indonesia," tambah akun @storry_mak**.
Louis van Gaal dikenal sebagai salah satu pelatih paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola modern. Pria bernama lengkap Aloysius Paulus Maria van Gaal itu lahir di Amsterdam pada 8 Agustus 1951. Ia dijuluki "The Iron Tulip" karena dikenal disiplin, keras, dan sangat teguh pada prinsip.
Karier kepelatihannya dimulai dengan gemilang bersama Ajax Amsterdam pada 1991–1997. Di bawah arahannya, Ajax menjelma menjadi kekuatan dominan di Eropa dengan gaya permainan menyerang yang terstruktur. Van Gaal mempersembahkan tiga gelar Eredivisie, satu Piala KNVB, serta Piala UEFA 1991–1992.
Puncak kesuksesannya bersama Ajax terjadi pada musim 1994–1995, ketika ia membawa tim menjuarai Liga Champions setelah mengalahkan AC Milan. Ajax juga meraih Piala Interkontinental dan Piala Super Eropa di tahun yang sama.
Keberhasilan tersebut mengantarkan Van Gaal ke klub raksasa Spanyol, Barcelona, pada 1997. Di sana, ia meraih dua gelar La Liga secara beruntun dan satu Copa del Rey.
Namun, gaya kepemimpinannya yang tegas dan kaku kerap menimbulkan gesekan dengan para pemain dan media. Setelah sempat meninggalkan klub, ia kembali ke Barcelona pada 2002, meski periode keduanya tidak berlangsung lama.
Usai petualangan di Spanyol, Van Gaal kembali ke Belanda dan melatih AZ Alkmaar pada 2005. Di luar dugaan, ia berhasil membawa klub tersebut menjuarai Eredivisie musim 2008–2009, prestasi yang dianggap luar biasa karena dilakukan dengan skuad yang minim bintang.
Kesuksesan itu membuatnya direkrut oleh Bayern Munich pada 2009. Bersama klub asal Jerman tersebut, Van Gaal meraih gelar Bundesliga, DFB-Pokal, dan membawa Bayern ke final Liga Champions 2009–2010 sebelum kalah dari Inter Milan. Ia juga dikenal berani memberi kesempatan kepada pemain muda seperti Thomas Müller dan Holger Badstuber, yang kemudian menjadi pilar penting Bayern dan tim nasional Jerman.
Pada 2014, Van Gaal dipercaya menangani Manchester United. Meski gaya bermain timnya sering dikritik karena dianggap terlalu kaku dan minim kreativitas, ia tetap berhasil mempersembahkan trofi Piala FA 2016. Namun, hasil yang tidak konsisten membuat masa baktinya di Old Trafford berakhir lebih cepat.
Di level tim nasional, Van Gaal tercatat tiga kali menangani Belanda. Periode pertamanya pada 2000–2001 berakhir dengan kegagalan setelah Oranje tidak lolos ke Piala Dunia 2002. Ia menebusnya di periode kedua pada 2012–2014 dengan membawa Belanda finis peringkat ketiga di Piala Dunia 2014 Brasil.
Van Gaal kembali memimpin tim nasional pada 2021 dan membawa Belanda tampil di Piala Dunia 2022, sebelum akhirnya menyatakan pensiun dari dunia kepelatihan.
Sepanjang kariernya, Van Gaal dikenal sebagai pelatih dengan filosofi permainan yang menekankan struktur, taktik, dan penguasaan posisi. Ia juga terkenal sebagai pengembang pemain muda berbakat. Namun, gaya kepemimpinannya yang keras dan perfeksionis kerap menimbulkan kontroversi di ruang ganti.
Meski demikian, tak bisa dimungkiri bahwa jejak Louis van Gaal meninggalkan pengaruh besar dalam dunia sepak bola. Dari Ajax hingga Manchester United, dari Belanda hingga Bayern Munich, ia selalu membawa prinsip yang sama: disiplin, organisasi, dan keyakinan penuh pada sistem yang ia bangun.
(wan/beritasatu/bbs)
Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi menggelar temu ramah dengan pengurus pusat GPI.
Berita 7 jam lalu
Sekda Binjai Ikuti Raker Komisi II DPR RI, Bahas Penataan PPPK dan Relaksasi Belanja Pegawai Daerah.
Sumut 7 jam lalu
Bupati Karo, Antonius Ginting, melakukan kunjungan kerja ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Senin (8/6/2026).
Sumut 7 jam lalu
Ny. Neni Angelina JTP Hutabarat Dukung Pertanian Ramah Lingkungan Melalui Pengembangan Agens Hayati.
Sumut 7 jam lalu
Badan Narkotika Nasional (BNN) dikabarkan menangkap 20 orang lebih atas dugaan penyalahgunaan narkoba.
Inter-Nasional 8 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Semangat membangun jejaring internasional dan memperkuat kapasitas jurnalis perempuan menjadi sasar utama audiensi
Medan 8 jam lalu
Timnas Indonesia Sikat Mozambik di GBK! Ole Romeny Jadi Pahlawan, Garuda Catat Kemenangan Kedua FIFA Matchday.
Sport 8 jam lalu
Isu dugaan praktik makelar proyek dan jabatan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Medan, yang belakangan terus menjadi perbincangan publik
Medan 9 jam lalu
Sinergi Pencegahan Narkoba, Fokus RNI dan Winner Putera Puteri Pemulihan Sumut Audiensi ke BNNK Deli Serdang
Sumut 10 jam lalu
Posmetro Medan , Binjai Mengasah kemampuan dalam menembak tentunya sangat diperlukan sebagai bentuk melatih diri dalam keterampilan menemb
Sumut 12 jam lalu