"Bayangkan kalau persoalan ini tidak segera ditangani. Ada 113 orang yang sudah menjalankan tugas membawa nama Sumatera Utara, tetapi terkendala untuk pulang. Perhatian seperti ini menunjukkan bahwa pemerintah benar-benar hadir," katanya.
Ketua Majelis Pendidikan Kristen Wilayah (MPKW) Sumut-Aceh itu juga menilai perhatian terhadap kegiatan sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan merupakan bagian penting dari pembangunan daerah.
Baca Juga:
Menurut dia, keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya diukur dari program besar, tetapi juga dari kepekaan melihat persoalan yang dialami masyarakat.
"Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu memberi rasa aman dan solusi. Apa yang dilakukan Gubernur Sumut dalam persoalan kontingen Pesparawi ini merupakan contoh kepemimpinan yang patut dihargai," ujarnya.
Baca Juga:
RE Nainggolan yang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan kemanusiaan, sosial, dan kemasyarakatan berharap kepedulian seperti itu terus menjadi karakter dalam pemerintahan Sumatera Utara.
"Semoga semangat melayani dan kepedulian terhadap masyarakat terus menjadi budaya dalam kepemimpinan di Sumatera Utara," katanya
Tags
beritaTerkait
komentar