Sabtu, 27 Juni 2026

Diapresiasi, Gercep Gubsu Atasi Kendala Kontingan Pesparawi di Monokwari

RE Nainggolan: Kepedulian dan Empati yang Luar Biasa
Toga Nainggolan - Jumat, 26 Juni 2026 21:53 WIB
Diapresiasi, Gercep Gubsu Atasi Kendala Kontingan Pesparawi di Monokwari

POSMETRO MEDANKepedulian Gubernur Sumatera Utara terhadap masyarakat kembali mendapat apresiasi. Kali ini, apresiasi datang terkait langkah cepat Gubernur Sumatera Utara yang memastikan kontingen Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Sumut tidak telantar di Manokwari, Papua Barat, setelah menghadapi kendala biaya kepulangan akibat tingginya harga tiket pesawat.

Tokoh masyarakat Sumatera Utara, Dr RE Nainggolan, MM, menyampaikan penghargaan atas perhatian dan kepedulian Gubernur Sumut yang menurutnya menunjukkan sikap pemimpin yang hadir ketika masyarakat membutuhkan solusi.

"Ini bentuk kepedulian yang luar biasa. Seorang pemimpin yang benar-benar hadir, inklusif, responsif, mampu merasakan kesulitan masyarakat dan segera mencari jalan keluar," ujar RE Nainggolan.

Baca Juga:

Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara periode 2008–2010 itu menilai langkah Gubernur Sumut tersebut patut diapresiasi karena menyangkut ratusan warga Sumut yang membawa nama daerah dalam ajang nasional.

Menurut RE Nainggolan, keberangkatan kontingen Pesparawi Sumut ke Manokwari sebelumnya mendapat dukungan hibah dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sebesar Rp3 miliar. Dana tersebut digunakan untuk mendukung keikutsertaan kontingen yang dipimpin oleh Pdt Berkat Laoly.

Baca Juga:

Namun, persoalan muncul setelah harga tiket pesawat mengalami lonjakan cukup tinggi. Akibatnya, anggaran yang tersedia tidak lagi mencukupi untuk biaya kepulangan seluruh peserta ke Medan.

Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Karo Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Utara, Abu Kosim, S.Sos, M.AP, menjelaskan bahwa kondisi tersebut kemudian disampaikan oleh pimpinan kontingen Pesparawi Sumut kepada Gubernur Sumut.

"Pdt Berkat Laoly menyampaikan kondisi yang dihadapi kontingen, khususnya terkait kebutuhan tiket kepulangan sebanyak 113 orang. Setelah dihitung, kebutuhan tambahan dana sekitar Rp1,3 miliar," ujar Abu Kosim.

Mendengar kondisi tersebut, Gubernur Sumut langsung mengambil langkah agar para peserta tidak mengalami kesulitan untuk kembali ke daerah asal.

RE Nainggolan menilai respons cepat tersebut mencerminkan kepemimpinan yang memiliki empati dan tanggung jawab.

"Bayangkan kalau persoalan ini tidak segera ditangani. Ada 113 orang yang sudah menjalankan tugas membawa nama Sumatera Utara, tetapi terkendala untuk pulang. Perhatian seperti ini menunjukkan bahwa pemerintah benar-benar hadir," katanya.

Ketua Majelis Pendidikan Kristen Wilayah (MPKW) Sumut-Aceh itu juga menilai perhatian terhadap kegiatan sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan merupakan bagian penting dari pembangunan daerah.

Menurut dia, keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya diukur dari program besar, tetapi juga dari kepekaan melihat persoalan yang dialami masyarakat.

"Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu memberi rasa aman dan solusi. Apa yang dilakukan Gubernur Sumut dalam persoalan kontingen Pesparawi ini merupakan contoh kepemimpinan yang patut dihargai," ujarnya.

RE Nainggolan yang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan kemanusiaan, sosial, dan kemasyarakatan berharap kepedulian seperti itu terus menjadi karakter dalam pemerintahan Sumatera Utara.

"Semoga semangat melayani dan kepedulian terhadap masyarakat terus menjadi budaya dalam kepemimpinan di Sumatera Utara," katanya

Editor
: Jafar Sidik
Tags
beritaTerkait
Kakanwil Imigrasi Sumut Silaturahmi ke Tokoh Masyarakat RE Nainggolan, Mohon Dukungan dalam Pengabdian
dr Bobby Simanjuntak Tegaskan AMPI Taput Siap Jawab Tantangan Bobby Nasution
Tak Guna Menangkan Bobby Nasution Jadi Gubernur, Semua Cuma Angin Surga...
Jean Calvijn Negosiator, Bobby Gercep...Aman
Wamenag Buka MTQ ke-40 Sumut: Momentum Rajut Persatuan dan Syiar Al-Qur'an
Tarutung Siap Sambut Rakernas V MPK Indonesia, Hadir 250 Utusan Daerah
komentar
beritaTerbaru