Jumat, 24 Juli 2026

Dari Lubuk Pakam untuk Masa Depan Bangsa, Semangat HAN 2026 Menggema

P. Silalahi - Jumat, 24 Juli 2026 15:45 WIB
Dari Lubuk Pakam untuk Masa Depan Bangsa, Semangat HAN 2026 Menggema
facebook @Lapas lubuk pakam
Peringatan HAN 2026 di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Lubuk Pakam.

POSMETRO MEDAN- Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Lubuk Pakam Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara Melaksanakan Upacara Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Pada Kamis (23/07/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan di Lapangan Apel Lapas Lubuk Pakam dan diikuti Kalapas yang didampingi jajaran pejabat struktural serta petugas Lapas Lubuk Pakam.

Baca Juga:

Baca Juga:

Bertindak sebagai inspektur upacara, Kalapas Lubuk Pakam, Hakim Sanjaya membacakan amanat Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.

Dalam amanat itu disampaikan Hari Anak Nasional ke-42 Tahun 2026 mengangkat tema utama "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan."

Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan penegasan bahwa setiap anak adalah pribadi yang berharga, harus dihormati, serta didengar pendapatnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa anak bukan sekadar objek pembangunan, melainkan subjek yang memiliki hak untuk berpartisipasi sesuai usia dan tingkat kematangannya.

Oleh karena itu, seluruh pihak memiliki tanggung jawab untuk memastikan anak terbebas dari berbagai bentuk kekerasan, eksploitasi, penelantaran, diskriminasi, perkawinan anak, hingga perundungan, baik di dunia nyata maupun di ruang digital.

Konsep "Bangun Masa Depan" juga menjadi pesan penting bahwa investasi terbaik bangsa tidak hanya terletak pada pembangunan fisik, tetapi pada kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.

Ketika seluruh elemen bangsa bersatu melindungi dan memenuhi hak anak, maka sesungguhnya bangsa sedang membangun fondasi masa depan yang lebih maju, adil, dan berkelanjutan.

Semangat ini terus diperkuat melalui kampanye BERLIAN (Bersama Lindungi Anak), sebuah gerakan kolaboratif yang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman dan ramah anak.

Kampanye ini,--seperti dirangkum dari sebuah postingan anonim facebook @Lapas lubuk pakam yang terlihat POSMETRO MEDAN pada Jumat 24 Juli 2026-- bukan sekadar ajakan, tetapi gerakan nyata untuk menumbuhkan budaya perlindungan anak dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Sejalan dengan itu, tagline "Sayang Anak, Sayang Indonesia" diusung sebagai pengingat bahwa mencintai anak berarti turut menjaga masa depan bangsa. Untuk memperluas gaung kampanye, juga digunakan tagar #HariAnakNasional2026 dan #SayangAnakSayangIndonesia agar pesan perlindungan anak semakin masif di ruang digital.

Dalam amanat tersebut juga disampaikan pesan langsung kepada anak-anak Indonesia bahwa mereka berhak hidup aman dan bahagia, baik di rumah, di sekolah, di ruang publik, maupun di dunia digital.

Anak-anak juga diajak untuk menjunjung tinggi nilai toleransi, berteman tanpa memandang perbedaan, serta berani melapor apabila mengalami atau menyaksikan tindakan kekerasan melalui orang dewasa terpercaya atau layanan SAPA 129.

Sementara itu, Kalapas Lubuk Pakam dalam keterangannya menegaskan komitmen jajarannya dalam mendukung perlindungan anak sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.

"Momentum Hari Anak Nasional ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa perlindungan anak adalah tanggung jawab kolektif. Lapas Lubuk Pakam mendukung penuh upaya menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan berkeadilan bagi anak sebagai generasi penerus bangsa," tegas Hakim.

Melalui peringatan ini, diharapkan kesadaran seluruh pihak semakin meningkat untuk terus bersinergi dalam melindungi dan membangun masa depan anak-anak Indonesia yang lebih cerah.***

Editor
: P. Silalahi
Tags
beritaTerkait
Pemko Tanjungbalai Perkuat Komitmen Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak
Lindungi Anak dari Kekerasan Nyata dan Digital
Evaluasi Total Kepemimpinan di Lapas Kelas III Labuhan Bilik, Labuhanbatu, Mendesak!
Implementasi Program Aksi Menteri Imipas, Lahan Sawit Dialihfungsikan Jadi Lahan Pertanian
komentar
beritaTerbaru