Menurutnya,sinergi antara pemerintah, akademisi, dan mitra strategis menjadi langkah penting dalam menghadirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan serta meningkatkan kesejahteraan para petani.
Rencananya akan dilakukan identifikasi lahan seluas 10 hingga 20 hektare yang memiliki produktivitas rendah, kondisi tanah yang rusak, atau rendemen yang kurang baik. Program percontohan tersebut akan difokuskan pada komoditas padi, cabai, dan bawang dengan pendampingan Universitas Satya Terra Bhinneka agar pelaksanaannya berbasis kajian ilmiah dan memberikan manfaat nyata bagi para petani.
Baca Juga:
"Kami ingin memastikan setiap inovasi yang diterapkan benar-benar memberikan manfaat bagi petani. Melalui sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat, saya meyakini kita dapat mewujudkan pertanian Deli Serdang yang lebih maju, produktif, berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani," tegasnya.
Ia berharap berbagai penjajakan yang dilakukan tersebut dapat menghadirkan investasi dan inovasi yang mampu mengoptimalkan aset daerah, memperkuat sektor pertanian, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Deli Serdang. (drt)
Baca Juga:
Tags
beritaTerkait
komentar