Indonesia Ditahan Singapura 1-1, Juara Piala AFF Cuma Mimpi
Hasil Singapura vs Indonesia 11, Gol Ragnar Oratmangoen Tak Cukup, Garuda Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026.
Sport satu jam lalu
POSMETRO MEDAN,Langkat — Kekecewaan masyarakat Desa Pematang Cengal, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, kembali memuncak, Kamis (6/8/2026).
Ratusan warga menggelar aksi blokir jalan sebagai bentuk protes terhadap kondisi jalan protokol penghubung antar desa, yang hingga kini belum juga diaspal meski telah lama diperjuangkan, dan jalan tersebut sudah puluhan tahun belum pernah diaspal.
Aksi yang berlangsung di depan Lapangan Badminton Dusun Serbaguna itu menjadi simbol perlawanan masyarakat terhadap janji-janji yang dinilai belum pernah terealisasi.
Baca Juga:
Warga menuntut agar Pemerintah Kabupaten Langkat segera mengaspal jalan protokol yang menghubungkan Dusun Serbaguna hingga Dusun Paluh Gusta sepanjang kurang lebih 3,5 kilometer.
Aksi tersebut dihadiri sejumlah pejabat dan anggota DPRD Kabupaten Langkat, yakni Muhammad Rio, Rahmad Rinaldi, Jul'aidi Syam, Mahalli Hakim, Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Langkat Arie Ramadhany, S.IP., M.SP., Camat Tanjung Pura Tengku Reza Aditya, S.STP., M.AP., Kepala Desa Pematang Cengal Arusman, serta perwakilan PT Energi Mega Persada (EMP) Gebang.
Baca Juga:
Dalam mediasi bersama masyarakat, Plt. Kadis PUTR Kabupaten Langkat, Arie Ramadhany, menyampaikan komitmen bahwa pemerintah akan mulai mengaspal jalan tersebut dengan target minimal sepanjang 500 meter pada November 2026.
Sementara itu, perwakilan PT EMP Gebang menyatakan akan mengajukan usulan bantuan pembangunan jalan kepada pimpinan perusahaan di Jakarta. Pihak perusahaan juga meminta Pemerintah Kabupaten Langkat segera melengkapi proses administrasi sebagai dasar pengajuan dukungan pembangunan jalan.
Namun, seluruh penyampaian tersebut ditolak oleh masyarakat. Warga mengaku sudah terlalu lama mendengar berbagai janji tanpa kepastian. Mereka menegaskan bahwa penderitaan akibat kondisi jalan rusak telah berlangsung bertahun-tahun dan belum pernah mendapatkan solusi yang benar-benar nyata.
Selain jalan yang berlubang dan sulit dilalui, masyarakat juga mengeluhkan banyaknya truk pengangkut material dan truk trailer yang setiap hari melintasi jalan tersebut.
Aktivitas kendaraan bertonase besar itu menimbulkan debu tebal yang masuk ke rumah-rumah warga sehingga mengganggu kesehatan. Tidak hanya itu, getaran kendaraan berat juga disebut menyebabkan banyak rumah di sepanjang jalan mengalami keretakan.
Warga mengaku telah beberapa kali menyampaikan keluhan mengenai kerusakan rumah kepada pihak terkait, namun hingga kini belum memperoleh tanggapan maupun penyelesaian.
Suasana aksi semakin menyentuh ketika kaum ibu mengambil alih barisan depan. Mereka membentangkan terpal di atas badan jalan, memindahkan teratak dari Lapangan Badminton ke tengah jalan, lalu duduk bersama sambil melantunkan shalawat dan memanjatkan doa.
Dengan penuh harap, mereka memohon agar jalan yang setiap hari mereka lalui segera diaspal sehingga penderitaan masyarakat dapat berakhir.
Setelah diskusi yang berlangsung cukup panjang, Camat Tanjung Pura Tengku Reza Aditya menyampaikan bahwa di bulan November jalan ini akan diaspal minimal sepanjang 500 meter dan di tahun 2027 pihak EMP Gebang akan mengaspal sepanjang satu kilometer. sembari menunggu dalam waktu dekat akan dilakukan perbaikan sementara menggunakan sekitar 200 dump truck sirtu air untuk menutup kerusakan jalan.
Jalan tersebut juga akan diratakan menggunakan alat berat agar lubang berkurang dan debu tidak lagi terlalu mengganggu aktivitas masyarakat.
Meski demikian, masyarakat tetap menolak solusi tersebut. Menurut mereka, perbaikan sementara bukanlah jawaban atas persoalan yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Warga tetap bersikeras menuntut pengaspalan permanen dan melanjutkan aksi dengan menghentikan truk-truk pengangkut material menuju lokasi proyek PT EMP.
Hingga menjelang waktu Magrib, massa aksi masih bertahan menutup akses jalan. Camat Tanjung Pura bersama aparat kepolisian yang mengamankan jalannya aksi beberapa kali meminta masyarakat membubarkan diri dan membuka blokade jalan. Namun warga tetap bertahan hingga akhirnya pihak kepolisian melerai masa aksi dan membuka blokir jalan agar arus lalu lintas kembali normal.
Aksi ini menjadi cerminan besarnya harapan masyarakat terhadap pembangunan infrastruktur yang layak. Warga berharap pemerintah dan seluruh pihak terkait tidak lagi hanya memberikan janji, tetapi segera menghadirkan langkah nyata agar akses jalan utama Desa Pematang Cengal dapat diaspal secara permanen demi keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.(RIS)
Hasil Singapura vs Indonesia 11, Gol Ragnar Oratmangoen Tak Cukup, Garuda Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026.
Sport satu jam lalu
Tim Jatanras Polres Asahan Amankan Terduga Pelaku Penganiayaan hingga Korban Meninggal Dunia.
Kriminal satu jam lalu
POSMETRO MEDAN,Taput Langkah strategis kembali diambil Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dalam menjaga kesehatan fiskal daerah. Bupati
Inter-Nasional 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Jaksel Rayakan hari jadi ke 14 pada 8 Agustus 2026, Pengurus Pusat Ikatan Wartawan Online (PP IWO) menggelar berbagai kegi
Inter-Nasional 3 jam lalu
Polisi Amankan Perempuan Diduga Buang Bayi di Tepi Sungai Asahan.
Peristiwa 3 jam lalu
Sidang Waterfront City Samosir, Penasihat Hukum Enda Simakasura Tegaskan Proyek Selesai dan Perubahan Sesuai Adendum.
Medan 4 jam lalu
Kanwil Kemenkum Sumut Laksanakan Pengawasan Kepatuhan Pembayaran Royalti di Rumah Bernyanyi Eleven Family Medan
Medan 6 jam lalu
Kapolres Dairi Ungkap Kronologi Penganiayaan Berujung Maut di Tanah Pinem, dalam sebuah jumpa pers.
Peristiwa 6 jam lalu
Polres Labuhanbatu dan KNPI memperkuat sinergitas menjaga keamanan.
Sumut 6 jam lalu
Polsek Munte Bersama Forkopimcam Bagikan Bendera Merah Putih, Kobarkan Semangat Nasionalisme Jelang HUT RI ke81.
Sumut 6 jam lalu