Minggu, 16 Agustus 2026

Anak Diduga Keracunan MBG, Orang Tua Murka ke Kepala BGN: “Jangan Cuma Datang, Beri Kami Penjelasan!”

P. Silalahi - Minggu, 16 Agustus 2026 17:47 WIB
Anak Diduga Keracunan MBG, Orang Tua Murka ke Kepala BGN: “Jangan Cuma Datang, Beri Kami Penjelasan!”
Jpg
Orang tua saat murka ke Kepala BGN.

POSMETRO MEDAN- Tangis dan kemarahan mewarnai kunjungan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono saat meninjau sejumlah pelajar yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Efarina Etahanam, Kabupaten Karo, Minggu (16/8/2026).

Seorang ibu dari salah satu siswa SMA Negeri 1 Berastagi yang diduga menjadi korban keracunan setelah menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG) meluapkan kekecewaannya kepada Kepala BGN. Dalam kondisi menangis, ia meminta penjelasan mengenai penyebab kondisi anaknya yang hingga kini masih menjalani perawatan.

Ibu tersebut menceritakan, anaknya mulai mengalami sesak napas sejak Kamis (13/8/2026). Kondisinya kemudian mengharuskan sang anak menjalani perawatan selama tiga hari di Rumah Sakit Amanda.

Baca Juga:

Setelah sempat diperbolehkan pulang, kondisi anak kembali memburuk. Ia mengalami mual dan gatal-gatal hingga akhirnya harus dilarikan ke Rumah Sakit Efarina Etahanam untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Dengan suara bergetar, sang ibu mempertanyakan kandungan makanan yang dikonsumsi anaknya. Ia mengaku hingga kini belum mendapatkan penjelasan yang dianggap memadai mengenai penyebab gangguan kesehatan yang dialami anaknya.

Baca Juga:

"Tolong, Pak. Permintaan maaf Bapak tidak mengubah keadaan. Apa sebenarnya racun yang dimakan anak saya? Agar kami tahu bagaimana mengobatinya," ujarnya sambil menangis.

Ia juga mempertanyakan bentuk pertanggungjawaban yang diberikan BGN kepada para korban dan keluarga.

"Pertanggungjawaban yang mana yang kalian bilang? Anak saya ini sebenarnya kenapa? Tolong jangan cuma datang dan melihat, beri kami keterangan yang jelas," katanya dengan nada tinggi.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala BGN Sudaryono mengatakan pihaknya akan menyampaikan hasil investigasi secara terbuka. Ia menegaskan tidak akan menutup-nutupi hasil pemeriksaan terkait insiden tersebut.

"Kita akan terbuka, semuanya akan kita buka. Kalau penyebabnya berasal dari ikan yang tidak diletakkan di ruang pendingin lebih dari 12 jam," ujar Sudaryono saat ditemui sejumlah awak media.

Sudaryono mengakui adanya dugaan kelalaian dalam pengelolaan makanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Menurutnya, kelalaian tersebut tergolong fatal dan diduga menjadi salah satu penyebab terjadinya keracunan.

"Hasil uji sudah ada di Dinas Kesehatan. Ada kelalaian yang fatal. Kita sudah melakukan penutupan dapur dan kepala SPPG sudah kita copot," tegasnya.

Terkait sanksi terhadap pihak yang dianggap bertanggung jawab, Sudaryono mengatakan proses tersebut diserahkan kepada pihak terkait sesuai hasil penyelidikan.

Sementara itu, hingga Minggu (16/8/2026), sebanyak 64 anak masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit setelah diduga mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi makanan dalam program MBG pada Kamis lalu.

Pihak terkait masih melakukan penelusuran untuk memastikan penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami para siswa. Hasil pemeriksaan dan investigasi tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah selanjutnya, termasuk evaluasi terhadap penyelenggaraan MBG serta upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. (JpG)

Editor
: P. Silalahi
Tags
beritaTerkait
Bupati Karo Bersama Forkopimda Tinjau Kembali Penanganan Pasien Dugaan Keracunan MBG di RS Efarina Etaham
Wakil Bupati Karo di Yayasan Perguruan Bersama Berastagi: Kalian Tidak Sendirian...
Bupati Karo Tegaskan Pemerintah Hadir Pastikan Keselamatan dan Pemulihan Siswa SMAN 1 Berastagi
Ratusan Pelajar di Karo Keracunan Program MBG, HARI Desak Kepala Regional BGN Sumut Dicopot
Polres Karo Kawal Pawai Anak Sambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI
Digerebek Tengah Malam, Polres Karo Temukan Ganja Hampir 108 Gram di Rumah Buruh Bangunan
komentar
beritaTerbaru