Senin, 17 Agustus 2026

Vaksinasi HPV di Kabupaten Karo, Apakah Sudah di Bawah Pengawasan Bupati?

Faliruddin Lubis - Senin, 17 Agustus 2026 11:25 WIB
Vaksinasi HPV di Kabupaten Karo, Apakah Sudah di Bawah Pengawasan Bupati?
IST
Bupati Karo, Antonius Ginting.

POSMETRO MEDAN, Karo — Pelaksanaan program vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) di Kabupaten Karo mulai menjadi perhatian publik. Program yang menyasar anak perempuan ini bertujuan mencegah kanker serviks, namun pelaksanaannya di tingkat daerah masih menimbulkan pertanyaan, terutama soal keterlibatan dan pengawasan Bupati Karo.

Hingga kini, masyarakat masih menunggu penjelasan resmi yang komprehensif. Informasi yang dibutuhkan mencakup inisiator program, jumlah sasaran, realisasi vaksinasi, lokasi sekolah yang dilibatkan, mekanisme pemberitahuan kepada orang tua, serta pihak yang melakukan pengawasan.

Perhatian publik meningkat setelah kasus meninggalnya seorang siswi Sekolah Dasar. Felicia Karo Sekali (11), warga Desa Seberaya, Kecamatan Tiga Panah, Kabupaten Karo, siswa kelas V SD 047164 Seberaya, meninggal dunia setelah menjalani vaksinasi.

Baca Juga:

Menurut informasi yang dihimpun, anak tersebut menerima suntikan vaksin pada Rabu, 5 Agustus 2026, dari tenaga medis Puskesmas Tiga Panah, Dinas Kesehatan Kabupaten Karo. Setelah vaksinasi, ia mengalami demam dan dibawa ke rumah sakit. Setelah tiga hari perawatan, ia meninggal dunia.

Keluarga korban meminta penjelasan terbuka dari pihak terkait mengenai prosedur pemberian vaksin, termasuk mekanisme pemberitahuan kepada orang tua. Hingga saat ini, kesimpulan resmi dari dinas terkait belum disampaikan kepada publik.

Baca Juga:

Kepala Puskesmas Tiga Panah, Lenny Florenta br Sinulingga, menyatakan bahwa pemberitahuan mengenai vaksinasi sudah disampaikan ke pihak sekolah jauh hari sebelumnya. Informasi tersebut, menurutnya, diumumkan saat upacara sekolah agar siswa melaporkannya kepada orang tua.

"Prosedurnya sudah kami lakukan dengan benar. Vaksin dalam keadaan aman, sudah ada pendataan, dan semua prosedur sudah dijalankan," ujarnya saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Jumat (14/8/2026) sore.

Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang rutin dilaksanakan dua kali dalam setahun. Laporan kegiatan juga sudah disampaikan ke Kecamatan Tiga Panah.

Menurut keterangan pihak sekolah yang diterimanya, orang tua siswa sudah diberitahu. Sebelum vaksinasi, dilakukan pula screening (pemeriksaan kesehatan awal) untuk memastikan kondisi siswa.

Terkait dugaan hubungan antara vaksin HPV dan kematian korban, Lenny Florenta menyatakan bahwa pertemuan dengan Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) Pusat dan Provinsi Sumatera Utara menyimpulkan belum ditemukan keterkaitan. Investigasi masih berlangsung.

"Dari pertemuan tersebut didapat keterangan bahwa tidak ada hubungan antara suntikan HPV dengan penyakit yang menyebabkan siswa meninggal dunia. Namun kami masih menunggu hasil investigasi lebih lanjut," jelasnya.

Keterangan Berbeda dari Keluarga

Pernyataan pihak Puskesmas berbeda dengan keterangan orang tua korban. Menurut keluarga, mereka tidak pernah menerima pemberitahuan mengenai kegiatan vaksinasi, baik secara tertulis maupun lisan.

Kasus ini kembali mengangkat pertanyaan mendasar: Apakah pelaksanaan vaksinasi HPV di Kabupaten Karo sudah diketahui dan berada dalam pengawasan Bupati Karo? Masyarakat menunggu penjelasan resmi yang transparan dari pemerintah daerah mengenai pengawasan, prosedur, dan tanggung jawab atas program ini.(Jpg)

Tags
beritaTerkait
Kasus Siswa SD Meninggal Dunia Akibat Divaksin, Dinas  Pendidikan Karo Ngaku tak Tau
Penjual Tahu 73 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia Bersandar di Motor
Sesosok Mr X Ditemukan Warga di Jalan Rajawali, Kelurahan Sipinggol-pinggol Pematangsiantar
Seorang Wisatawan Asal Medan Tewas Usai Tenggelam di Aliran Sungai Bahorok
Nenek Boru Sinaga Ditemukan Meninggal Dunia, Wajah Berlumuran Darah
Bupati Karo Lantik 20 Kepala Sekolah SD dan SMP, Begini Pesannya!
komentar
beritaTerbaru