Jumat, 21 Agustus 2026

Siswi SD Tewas Diduga Terkait Kasus Vaksinasi di SD Seberaya, Begini Jawaban Dinas Kesehatan Karo

P. Silalahi - Jumat, 21 Agustus 2026 08:56 WIB
Siswi SD Tewas Diduga Terkait Kasus Vaksinasi di SD Seberaya, Begini Jawaban Dinas Kesehatan Karo
jpG
Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Karo.

POSMETRO MEDAN- Sepekan telah berlalu sejak meninggalnya Felicia Br Karo Sekali (11), siswa SD 047164 Desa Seberaya, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo yang sebelumnya mendapat vaksinasi HPV di lingkungan sekolah.

Kematian siswi itu hingga kini masih menjadi perhatian publik. Pasalnya, setelah menerima vaksinasi pada 5 Agustus 2026, korban dilaporkan mengalami demam dan kondisi kesehatannya menurun hingga akhirnya mendapat perawatan di Rumah Sakit Amanda Berastagi sebelum meninggal dunia.

Di sisi lain, muncul pula pertanyaan mengenai koordinasi pelaksanaan vaksinasi. Sebelumnya, Kabid SD Dinas Pendidikan Kabupaten Karo, Heryanta Ginting, S.Pd., mengaku tidak mengetahui maupun menerima pemberitahuan terkait rencana kegiatan vaksinasi di sekolah tersebut.

Baca Juga:

Hal serupa juga menjadi sorotan setelah Kepala Puskesmas Tigapanah, Lenny Florenta br Sinulingga, sebelumnya menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Kecamatan Tigapanah.

Namun, pihak kecamatan menyatakan tidak menerima koordinasi dari Puskesmas terkait pelaksanaan vaksinasi itu.

Baca Juga:

Tunggu Hasil Investigasi Komnas KIPI

Saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (20/8/2026), Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Karo, Mardin Purba didampingi Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Arie Onasis Lopiga mengatakan pihaknya masih menunggu hasil resmi investigasi Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) tingkat provinsi dan pusat.

"Kita menunggu hasil investigasi Komnas KIPI Provinsi dan Pusat. Tadi kami Zoom, sudah disampaikan, tetapi data resminya nanti kita tunggu dari Kementerian Kesehatan," ujar Mardin.

Menurutnya, penjelasan dari tim ahli Komnas KIPI dan Kementerian Kesehatan telah disampaikan dalam pertemuan pada 20 Agustus 2026.

Dari penjelasan itu, kata Mardin, belum ditemukan bukti kematian korban disebabkan pemberian vaksin HPV pada 5 Agustus 2026.

Halaman:
Editor
: P. Silalahi
Tags
beritaTerkait
Ratusan Pelajar Keracunan di Berastagi, Pemerintah tak Cukup Hanya Minta Maaf
Alamak ! Kasus Vaksin Tigapanah Makin Runyam, Aroma Buang Badan kian Tercium
Rakerda dan Nilai Sebuah Konsistensi
Di Antara Kabut Berastagi dan Masa Depan Jurnalisme
Vaksinasi HPV di Kabupaten Karo, Apakah Sudah di Bawah Pengawasan Bupati?
Wakil Bupati Karo di Yayasan Perguruan Bersama Berastagi: Kalian Tidak Sendirian...
komentar
beritaTerbaru