RI² mengalihkan fokus dari kuantitas ke integritas. Selain itu juga berfungsi untuk melihat praktik tidak sehat seperti publikasi di jurnal yang tidak terpercaya, manipulasi kutipan, peningkatan kuantitas lewat afiliasi ganda, serta ketergantungan pada penulis luar untuk meningkatkan produktivitas.
Sistem ini mengevaluasi institusi berdasarkan dua indikator independen dan dapat diverifikasi. Indikator pertama adalah R Rate, yaitu jumlah artikel yang ditarik kembali per 1.000 publikasi yang menunjukkan adanya pelanggaran metodologi, etika, atau kepenulisan yang serius. Kemudian Indikator D Rate, yaitu persentase publikasi institusi yang muncul di jurnal yang baru-baru ini dihapus dari Scopus atau Web of Science karena gagal memenuhi standar kualitas atau penerbitan.
Dari indikator tersebut menghasilkan nilai rata rata dengan skor 0 -1 yang menempatkan institusi dalam salah satu dari lima tingkatan resiko. Dari yang paling bawah low risk hingga yang paling tinggi yaitu red flag.
(rez)
Tags
beritaTerkait
komentar