Jumat, 04 September 2026

150 Hektare Lahan Pertanian di Naman Teran Tertutup Abu Vulkanik Gunung Sinabung

Faliruddin Lubis - Jumat, 04 September 2026 17:50 WIB
150 Hektare Lahan Pertanian di Naman Teran Tertutup Abu Vulkanik Gunung Sinabung
Ist/Jepri ngadi
Bupati Karo Antonius Ginting.

POSMETRO MEDAN, Karo-- Sekitar 150 hektare lahan pertanian di Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, terdampak abu vulkanik akibat aktivitas Gunung Sinabung.

Abu vulkanik yang menyelimuti lahan pertanian dikhawatirkan mengganggu pertumbuhan tanaman, hingga menurunkan hasil produksi petani.

Kondisi tersebut menjadi perhatian masyarakat yang menggantungkan mata pencaharian dari sektor pertanian.

Baca Juga:

Sejumlah lahan dilaporkan tertutup abu vulkanik yang terbawa angin dari kawasan Gunung Sinabung.

Reni Br Tarigan, warga Desa Sukatepu yang lahan pertaniannya terdampak abu vulkanik, mengatakan dirinya menanam sekitar 7.000 batang cabai merah dengan modal yang cukup besar.

Baca Juga:

"Saya nanam cabai merah 7.000 batang, modalnya lumayan besar. Sudah dua kali abu gunung jatuh di sini. Kalau berulang kali terjadi, maka cabai bisa mati," ujar Reni, saat ditemui di lahan pertaniannya, Jumat (4/9/2026).

Para petani berharap adanya perhatian dan langkah penanganan dari pemerintah terkait dampak abu vulkanik terhadap lahan pertanian mereka.

Selain dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman, kondisi tersebut juga berpotensi menambah biaya yang harus dikeluarkan petani untuk melakukan perawatan dan pemulihan lahan.

Sementara itu, Bupati Karo Antonius Ginting didampingi Wakil Bupati Karo Komando Tarigan dan Sekda Kabupaten Karo Glora Kurnia Putra Ginting, saat dikonfirmasi di Posko Pengungsian Bupati Karo, Jumat (4/9/2026), mengatakan pemerintah Kabupaten Karo terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada para pengungsi yang berada di Desa Sukatepu.

"Untuk data pertanian yang terdampak abu vulkanik, memang dari pantauan ada luasan pertanian terdampak erupsi Gunung Sinabung. Mayoritas berada di Kecamatan Naman Teran, yaitu Desa Sukandebi dan Kutatonggal, seluas lebih kurang 150 hektare," kata Antonius.

Menurut Bupati, paparan debu vulkanik yang terjadi secara terus-menerus berpotensi merusak tanaman.

Tutupan abu pada daun dapat menghambat proses fotosintesis sehingga tanaman tidak dapat tumbuh secara optimal.

Kondisi tersebut juga dapat mengganggu proses penyerbukan pada tanaman yang sedang memasuki tahap pembungaan.

"Seperti sama-sama kita ketahui, kondisi saat ini apabila tanaman tetap terpapar debu vulkanik akan berpotensi merusak tanaman. Tanaman tidak bisa melakukan fotosintesis dengan sempurna. Komoditi yang sedang tahap pembungaan akan terganggu penyerbukannya," jelasnya.

Untuk itu, Antonius berharap hujan segera turun sehingga dapat membantu membersihkan tutupan abu vulkanik pada tanaman.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk melakukan penyiraman secara mandiri apabila kondisi memungkinkan.

"Kita berharap setiap paparan debu vulkanik segera datang hujan yang bisa membersihkan tutupan abu pada tanaman tersebut. Atau kepada masyarakat kita imbau supaya bisa melaksanakan penyiraman secara mandiri," ujarnya.

Bupati Karo kembali mengingatkan masyarakat agar tidak memasuki zona merah Gunung Sinabung demi keselamatan.

"Berulang kali kami sampaikan kepada masyarakat supaya tidak memasuki zona merah," ucap Bupati.

Aktivitas Gunung Sinabung hingga kini masih menjadi perhatian masyarakat di Kabupaten Karo. Warga, khususnya yang tinggal dan beraktivitas di sekitar wilayah terdampak, diimbau tetap mengikuti informasi serta arahan dari pihak berwenang. (Jpg)

Tags
beritaTerkait
Bagpsikologi Biro SDM Polda Sumut dan Bag SDM Polres Karo Beri Trauma Healing Pengungsi Sinabung
Erupsi Gunung Sinabung, Polsek Tiganderket Bersama Personel BKO Polda Sumut Imbau Warga Tetap Tenang
Tiga Hari di Pengungsian, Ini Harapan Pengungsi Sukatepu
Peduli Dampak Erupsi Sinabung, Brimob Polda Sumut Siram Jalan yang Tertutup Abu Vulkanik
Bupati Karo Terima Kunjungan DPD Gerindra Sumut, Bantuan Disalurkan untuk Pengungsi Gunung Sinabung di Sukatepu
Kodam I/Bukit Barisan Siagakan 1.279 Pasukan Gabungan Antisipasi Erupsi Gunung Sinabung
komentar
beritaTerbaru