Selasa, 08 September 2026

Pelajar di Karo Kehilangan 70 Persen Ingatan Gara-gara MBG, Nampaknya Terlalu Over Dosis Gizinya

Faliruddin Lubis - Selasa, 08 September 2026 15:35 WIB
Pelajar di Karo Kehilangan 70 Persen Ingatan Gara-gara MBG, Nampaknya Terlalu Over Dosis Gizinya
IST
Febiola Br Purba bersama ibunya.

POSMETRO MEDAN, Jakarta -- Diaspora Indonesia yang menetap di Amerika Serikat, Imam Shamsi Ali, menyesalkan munculnya dugaan keracunan yang dialami pelajar setelah mengonsumsi MBG. Imam Shamsi Ali Curiga MBG 'Over Dosis' Gizi

Imam Shamsi Ali curiga kandungan gizi dalam MBG seolah terlalu berlebihan.

Blak-blakan, pria kelahiran Kabupaten Bulukumba ini menyebut pelaksanaan MBG seharusnya menjadi program yang memberikan manfaat bagi pelajar.

Baca Juga:

"MBG nampaknya terlalu over dosis gizinya," ujar Shamsi Ali, dikutip fajar.co.id, Selasa (8/9/2026).

Imam Shamsi Ali kemudian menyinggung kondisi anak di Karo yang disebut hilang ingatan setelah mengonsumsi MBG.

Baca Juga:

"Sampai-sampai anak yang memakan MBG kehilangan 70 persen ingatan," tandasnya.

Sebelumnya, Icuk Sugiarto Purba, ayah pelajar bernama Febiola mengungkapkan putrinya kini masih membutuhkan perawatan intensif.

Kondisi yang paling mengkhawatirkan, Febiola disebut mengalami gangguan ingatan hingga mencapai sekitar 70 persen.

Keluarga Mengaku Kesulitan Biaya

Icuk mengatakan, kebutuhan selama mendampingi Febiola menjalani pengobatan terus bertambah. Meski biaya perawatan menjadi perhatian utama, kebutuhan lain selama proses pendampingan juga harus dipenuhi keluarga.

"Kami sejujurnya agak kesulitan dengan biaya, karena tidak mungkin hanya makan saja. Kadang-kadang harus membeli kebutuhan anak kami," ujar Icuk dikutip fajar.co.id, Selasa (8/9/2026).

Lanjut Icuk, sejak mengalami gangguan kesehatan pada 13 Agustus 2026, Febiola telah menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit.

Perjalanan pengobatan itu dimulai dari RS Kabanjahe, kemudian RS Efarina, RS Haji Medan, RSUP Adam Malik, hingga kini menjalani perawatan di RS Amanda, Karo.

Rencananya, Febiola kembali akan dirujuk ke RSUP Adam Malik di Medan pada Senin (7/9/2026) kemarin.

Perawatan Disebut Bisa Berlangsung Setahun

Kondisi Febiola membuat keluarga harus bersiap menghadapi proses pengobatan yang tidak singkat. Icuk mengaku mendapat penjelasan dari dokter bahwa putrinya kemungkinan membutuhkan perawatan jangka panjang.

"Anak saya menurut dokter itu perawatannya tidak sebentar. Dokter bilang harus dirawat selama setahun penuh, setiap seminggu sekali," sebutnya.

Situasi tersebut menjadi beban tersendiri bagi keluarga. Sebab, selama mendampingi Febiola menjalani pengobatan, Icuk dan istrinya juga harus meninggalkan pekerjaan mereka.

Akibat dari program unggulan Presiden Prabowo Subianto itu, salah satu kondisi yang membuat keluarga terpukul adalah perubahan daya ingat Febiola.

Icuk menyebut anaknya kini bahkan tidak lagi mengenali sejumlah orang terdekat maupun lingkungan yang sebelumnya akrab dengannya.

"Ya semuanya dia lupa. Contohnya, teman-teman sekelasnya dia lupa. Waktu kami pulang dari rumah sakit Haji, dia bertemu sama adiknya, dan saya bapaknya dia sudah tidak kenal. Padahal mereka itu duduk sama-sama," tuturnya.

Menurutnya, kondisi Febiola saat ini bahkan disebut menyerupai anak berusia sekitar tiga tahun. Febiola sendiri merupakan anak keempat dari empat bersaudara.

Kebutuhan Pengobatan Terus Bertambah

Di tengah kondisi ekonomi keluarga yang terbatas, kebutuhan Febiola selama masa pemulihan terus meningkat. Icuk mengatakan keluarganya harus membeli susu khusus secara rutin. Dalam sepekan, pembelian dilakukan dua kali dengan harga mencapai Rp180 ribu setiap kali membeli.

Selain itu, kebutuhan makanan dan vitamin Febiola juga harus disesuaikan dengan arahan tim medis.

"Kalau tidak ada pemasukan, tapi pengeluaran terus sampai kapan kalau begini terus. Saya tidak sanggup kalau melihat kondisi anak saya itu," kata Icuk.

Sejauh ini, bantuan yang diterima keluarga disebut berasal dari forum, pihak sekolah, serta sumbangan dari sejumlah pihak. Namun, Icuk mengaku belum mendapatkan bantuan langsung dari pemerintah.

Icuk berharap pihak-pihak yang berkaitan dengan pelaksanaan program MBG dapat memberikan perhatian terhadap kondisi anaknya.

Ia juga meminta agar Febiola mendapatkan penanganan medis terbaik selama masa pemulihan.

"Pesan saya, semoga pihak-pihak tersebut bisa bertanggung jawab atas masalah ini. Agar memberikan perawatan dan pengobatan terbaik kepada anak saya, dan mengarahkan kepada dokter-dokter yang terbaik," harapnya.

Minta Program MBG Dievaluasi

Selain meminta perhatian terhadap pengobatan putrinya, Icuk juga berharap pelaksanaan program MBG dievaluasi agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Menurut Icuk, pada dasarnya program Makan Bergizi Gratis memiliki tujuan yang baik. Namun, ia menilai kejadian yang menimpa sejumlah pelajar harus menjadi perhatian serius.

"Ya, harapan saya sebetulnya program MBG itu sangat bagus. Tapi karena sudah ada korban-korban seperti ini, anak-anak SMA, SMP, ini tidak diinginkan mereka menjadi korbannya. Jadi itu sudah kelalaian," tegasnya.

Terkait penyebab gangguan kesehatan yang dialami Febiola, Icuk mengatakan keluarga masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

Berdasarkan keterangan dokter, terdapat dua kemungkinan yang tengah didalami, yakni adanya bakteri atau racun jamur.

" Sekarang kondisi anak saya ini, kalau tidak racun, ada bakteri beracun. Untuk saat ini sudah Rp3,5 juta yang keluar itu pun hasil tabungan kami selama ini," ucapnya.

Hasil pemeriksaan tersebut disebut baru dapat diketahui dalam rentang waktu sekitar 10 hari hingga dua minggu. (fajar)

Tags
beritaTerkait
Kapolsek Laubaleng Sambangi Sekolah, Imbau Pelajar Jauhi Tawuran dan Balap Liar
Penuh Senyum dan Semangat, Murid MAN Tanjungbalai Sambut Hangat MBG
Tindak Lanjut Keracunan MBG, Delapan Hasil Kesepakatan RDP Akan Disampaikan ke BGN
Warga Kuta Tengah Dipulangkan dari Pengungsian, Polsek Simpang Empat Pastikan Proses Berjalan Aman
Polres Karo Ungkap Dugaan Peredaran Narkotika Jenis Sabu di Desa Situnggaling
150 Hektare Lahan Pertanian di Naman Teran Tertutup Abu Vulkanik Gunung Sinabung
komentar
beritaTerbaru