Senin, 02 November 2026

PERMADA Kepung PLN ULP Tanjung Pura, Soroti Pemadaman Berulang dan Desak Manager Mundur

Faliruddin Lubis - Jumat, 11 September 2026 22:15 WIB
PERMADA Kepung PLN ULP Tanjung Pura, Soroti Pemadaman Berulang dan Desak Manager Mundur
IST/RIS
Massa yang tergabung dalam Presidium Rakyat Membangun Peradaban (PERMADA) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor PLN ULP Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Jumat 11 September 2026.

Namun, ketika masyarakat mengalami kerugian akibat pelayanan listrik yang berulang kali terganggu, Ariswan mempertanyakan langkah konkret yang diberikan PLN kepada masyarakat.

"Jangan hanya masyarakat yang dituntut memenuhi kewajibannya sebagai pelanggan. PLN juga harus menunjukkan tanggung jawabnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," tegas Ariswan.

Baca Juga:

Usai dialog, massa PERMADA menyerahkan tuntutan secara simbolis kepada Manager PLN ULP Tanjung Pura Edwin P.S. Penyerahan tersebut menjadi penanda bahwa seluruh tuntutan PERMADA secara resmi telah disampaikan kepada pihak PLN.

Usai menyerahkan tuntutan masa PERMADA membubarkan diri, Namun persoalan tersebut belum dianggap selesai oleh PERMADA.

Baca Juga:

Usai keluar dari Kantor PLN ULP Tanjung Pura, Ariswan didampingi Sekretaris PERMADA Andrean serta massa aksi menyampaikan kepada sejumlah awak media bahwa pihaknya akan terus mengawal pelayanan kelistrikan di wilayah tersebut.

Ariswan menegaskan, apabila setelah aksi ini pemadaman listrik masih terus terjadi secara berulang tanpa penyelesaian yang jelas dan kemudian menimbulkan kerugian bagi masyarakat, PERMADA siap kembali turun ke jalan dengan jumlah massa yang lebih besar.

Ia juga mendesak General Manager PLN UID Sumatera Utara segera melakukan evaluasi terhadap Manager PLN ULP Tanjung Pura beserta jajaran dan petugasnya.

Selain persoalan pemadaman, PERMADA juga menyoroti komunikasi antara petugas PLN dengan masyarakat. Ariswan menyebut pihaknya menerima informasi dari masyarakat yang sebelumnya berkomunikasi dengan petugas PLN melalui WhatsApp, namun kemudian nomor WhatsApp masyarakat tersebut diduga diblokir oleh petugas yang bersangkutan.

Menurut Ariswan, apabila masyarakat menghubungi petugas untuk menyampaikan keluhan pelayanan, seharusnya komunikasi tersebut menjadi bagian dari upaya penyelesaian masalah, bukan justru menciptakan jarak antara pelanggan dan penyedia layanan.

PERMADA menegaskan aksi tersebut bukan untuk mencari konflik dengan PLN, melainkan untuk menyampaikan kegelisahan masyarakat yang selama ini merasakan langsung dampak pemadaman listrik.

Tags
beritaTerkait
Lagi-lagi Dukun Cabul di Kabupaten Langkat Cabuli Anak 14 Tahun
Dua Hari Listrik Padam di Sei Tampang, Warga Keluhkan Respons PLN ‎
Dorong Pengolahan Biomassa, Bupati Deli Serdang Siapkan Dukungan Modal Usaha bagi Masyarakat
Biomassa Jadi Peluang Baru Penguatan Ekonomi Desa Deli Serdang
DPRD Langkat Gelar RDP Bersama PERMADA Panggil Manager PLN ULP Tanjung Pura , Ariswan Desak Rekomendasikan Copot Manager
AMK-PERMADA Tegaskan Aksi Yang Digelar Murni Kontrol Sosial, Desak Kadisdik Langkat Klarifikasi “Paket Sudah Habis Dibagi-bagi”
komentar
beritaTerbaru