Rabu, 23 September 2026

Pemkab Samosir Dukung OMC Tahap II, Perkuat Mitigasi Kekeringan di Kawasan Danau Toba

P. Silalahi - Rabu, 23 September 2026 16:00 WIB
Pemkab Samosir Dukung OMC Tahap II, Perkuat Mitigasi Kekeringan di Kawasan Danau Toba
Facebook @Pemerintah Kabupaten Samosir
OMC Tahap II memperkuat mitigasi kekeringan di Kawasan Danau Toba.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Samosir Sarimpol Simanihuruk menyambut baik pelaksanaan OMC Tahap II sebagai bagian dari upaya mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan di kawasan Danau Toba. Menurutnya, menjaga ketersediaan air bukan hanya menjadi kepentingan sektor tertentu, tetapi berkaitan langsung dengan keberlangsungan aktivitas masyarakat dan lingkungan di kawasan Danau Toba.

"Kami mendukung pelaksanaan OMC ini sebagai salah satu bentuk ikhtiar bersama dalam menjaga ketersediaan air dan mengantisipasi dampak kondisi cuaca yang berpotensi menimbulkan kekeringan. BPBD Samosir siap mendukung koordinasi dan penyampaian informasi kondisi di lapangan, sehingga langkah-langkah mitigasi dapat dilakukan secara lebih cepat dan terpadu," kata Sarimpol.

Baca Juga:

Ia menambahkan, penanganan risiko bencana maupun dampak perubahan kondisi cuaca membutuhkan sinergi seluruh pihak. Karena itu, BPBD Kabupaten Samosir terus mendorong koordinasi dengan perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, serta instansi terkait dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi dampak kondisi cuaca ekstrem maupun kekeringan.

Dari sisi pengelolaan sumber daya air, Direktur Operasional Perum Jasa Tirta I Milfan Rantawi menyampaikan bahwa OMC yang dilaksanakan bersama BMKG menyasar DTA Danau Toba dan wilayah perairannya. Operasi tersebut ditujukan untuk mengoptimalkan potensi hujan sekaligus menjaga ketersediaan air dan elevasi Danau Toba pada kisaran 902,04 meter.

Baca Juga:

Sementara itu, perwakilan manajemen PT INALUM menyampaikan bahwa ketersediaan air memiliki peran penting, baik bagi kebutuhan masyarakat dan sektor pertanian maupun bagi keberlangsungan kegiatan produksi dan energi. Karena itu, OMC dipandang sebagai salah satu ikhtiar bersama untuk mengoptimalkan potensi hujan dengan tetap memperhatikan kondisi lingkungan dan keberlanjutan Danau Toba.

Menurutnya, tantangan ketersediaan air tidak dapat ditangani oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Upaya mendatangkan hujan melalui OMC diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung kebutuhan air untuk berbagai sektor yang bergantung pada Danau Toba.

Pelaksanaan OMC Tahap II menjadi bagian dari langkah kolaboratif dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air Danau Toba di tengah kondisi iklim yang berpotensi meningkatkan risiko kekeringan. Optimalisasi potensi hujan diharapkan dapat memperkuat ketahanan air sekaligus mendukung kebutuhan masyarakat, pertanian, energi dan aktivitas ekonomi di kawasan Toba dan sekitarnya.

Bagi Pemerintah Kabupaten Samosir, keterlibatan dalam koordinasi pelaksanaan OMC menjadi bagian penting mengingat wilayah Samosir berada di kawasan Danau Toba dan memiliki keterkaitan langsung dengan keberlangsungan ekosistem serta pemanfaatan sumber daya air danau.

Melalui sinergi pemerintah daerah, BMKG, Perum Jasa Tirta I, INALUM, BPBD, serta seluruh pemangku kepentingan, pelaksanaan OMC diharapkan tidak hanya menjadi langkah teknis menghadapi kondisi kekeringan, tetapi juga memperkuat upaya bersama dalam menjaga Danau Toba sebagai sumber daya strategis yang keberlanjutannya penting bagi masyarakat saat ini dan generasi mendatang.***

Editor
: P. Silalahi
Tags
beritaTerkait
Wabup Ariston Sampaikan Nota Pengantar P-APBD 2026 dan Penyertaan Modal Bank Sumut
Pelantikan PPTSB Cabang Samosir, Bupati-Wabup Ajak Punguan Sinaga Berkontribusi dalam Pembangunan
Polres Samosir Ungkap Sejumlah Kasus, dari Narkotika hingga Pembalakan Liar dan Pemerasan
Bupati Samosir Terima Hibah Aset Rp169 Miliar
Pemkab Samosir dan DPRD Sepakati Perubahan KUA-PPAS APBD 2026, Pagu Anggaran Rp838 M
5 Supplier Diperiksa di Sidang Waterfront City, PH: Tidak Relevan dan Tidak Efisien
komentar
beritaTerbaru