Bupati Langkat, Syah Afandin Di-OTT KPK, Nih Daftar Kekayaannya
Bupati Langkat, Syah Afandin Ditangkap KPK dalam sebuah operasi tangkap tangan nih daftar kekayaannya.
Peristiwa 39 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Asahan – Krisis air di Kabupaten Asahan dan Batubara, Sumatera Utara, makin memprihatinkan. Ribuan hektare sawah mengalami kekeringan akibat rusaknya infrastruktur irigasi dan menumpuknya sedimentasi di sejumlah bendungan vital. Petani terancam gagal panen, bukan hanya karena kemarau, tetapi karena sistem pengairan yang terbengkalai.
Hal itu disampaikan Anggota Komisi E DPRD Sumut, Ebenejer Sitorus, dalam keterangannya kepada media baru-baru ini. Ia menyebut kondisi infrastruktur irigasi di dua wilayah sentra pertanian tersebut sangat memprihatinkan dan nyaris lumpuh total.
"Kami menemukan sejumlah infrastruktur irigasi rusak parah. Petani tidak bisa menanam, air tidak bisa mengalir," ujar Ebenejer.
Baca Juga:
Salah satu titik kritis yang disorot adalah Bendungan Sei Dalu-dalu di Desa Sukaraja, Kecamatan Air Putih, Batubara. Bendungan ini gagal mengairi sekitar 1.460 hektare lahan pertanian di Desa Cinta Dame dan Purwodadi karena sistem pelimpahan air yang rusak parah. Saluran primer sepanjang hampir 9 kilometer kini nyaris kering.
Tak kalah parah, Bendungan Bifurcation Intake di Tanjung Muda juga mengalami kerusakan berat. Endapan sedimen yang menumpuk menyebabkan Sungai Gambus kehilangan daya alirnya ke Sungai Tanjung. Imbasnya, tiga Daerah Irigasi (DI) — Tanjung Muda, Perkotaan, dan Simodong — tak lagi berfungsi, membuat sekitar 10.065 hektare sawah terancam gagal tanam.
Baca Juga:
"Sedimentasi ini bukan persoalan satu-dua musim. Ini akibat dari pembiaran bertahun-tahun, tanpa pemeliharaan rutin," tegas Ebenejer.
Hasil peninjauan langsung tim Komisi E di lapangan mengungkap kondisi memprihatinkan di sepanjang Sungai Dalu-dalu, Sungai Tanjung, hingga Sungai Sipare-pare. Banyak tanggul dan tebing sungai yang nyaris ambruk, bahkan beberapa titik menunjukkan tanda-tanda erosi berat.
Ebenejer menegaskan perlunya tindakan cepat dan terstruktur, termasuk normalisasi sungai, pengerukan sedimen, dan perkuatan tebing. Ia menyebut perbaikan irigasi sebagai bagian penting dalam mendukung visi Asta Cita Presiden Prabowo menuju kedaulatan pangan nasional.
"Kalau bendungan dibiarkan mati, itu sama saja kita sedang menggali lubang untuk petani kita sendiri," ujar Anggota DPRD Sumut dari Dapil Sumatera Utara 5 meliputi wilayah pemilihan: Kabupaten: Asahan, Batu Bara , dan Kota: Tanjungbalai itu.
Bagi petani, harapan kini tidak lagi menggantung di langit. Mereka tak menunggu hujan, melainkan kepastian dari pemerintah untuk membenahi sistem irigasi dan menghidupkan kembali tanah mereka yang retak dan mengering. (Erni)
Bupati Langkat, Syah Afandin Ditangkap KPK dalam sebuah operasi tangkap tangan nih daftar kekayaannya.
Peristiwa 39 menit lalu
Gagalkan percobaan pencurian kabel Telkom, Polsek Pandan mengamankan 2 orang di Sibuluan Raya.
Peristiwa satu jam lalu
Mystery Call 110 di Lapas Kabanjahe, Kapolres Karo Uji Kecepatan Respons Personel
Sumut satu jam lalu
Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Martoba memediasi laporan warga Simpang Jalan Tangki Pematangsiantar
Sumut 2 jam lalu
Camat dan Koramil 07/Juhar Beri Kejutan HUT Bhayangkara ke80, Pererat Sinergi Bersama Polsek Juhar
Sumut 2 jam lalu
Rakernas XVIII APEKSI menghasilkan sedikitnya 10 rekomendasi strategis memperkuat Kota Tangguh.
Sumut 2 jam lalu
Gussa Oliver dan Felesia masuk radar menjadi calon Paskibraka Nasional yang bikin Keluarga Besar Nainggolan dan Munthe bangga.
Profil 2 jam lalu
4 kontainer yang berisi narkotika jenis kuncup bunga cannabinoid yang menjadi bahan baku rokok elektronik diamankan petugas BNN.
Peristiwa 3 jam lalu
Sedikitnya 32 personel Polri dan ASN Polres Tapanuli Tengah menerima kenaikan pangkat, selamat!
Sumut 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Kota Medan kembali menggelar aksi sosial bertajuk
Medan 3 jam lalu