DPD Tapanuli Utara Rayakan HUT Ke-1 dengan Penuh Kekeluargaan: “GMN Adalah Kita Semua”
POSMETRO MEDAN, TAPANULI UTARA Suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke1 Gajah Muda Nusant
Sumut 11 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Asahan – Krisis air di Kabupaten Asahan dan Batubara, Sumatera Utara, makin memprihatinkan. Ribuan hektare sawah mengalami kekeringan akibat rusaknya infrastruktur irigasi dan menumpuknya sedimentasi di sejumlah bendungan vital. Petani terancam gagal panen, bukan hanya karena kemarau, tetapi karena sistem pengairan yang terbengkalai.
Hal itu disampaikan Anggota Komisi E DPRD Sumut, Ebenejer Sitorus, dalam keterangannya kepada media baru-baru ini. Ia menyebut kondisi infrastruktur irigasi di dua wilayah sentra pertanian tersebut sangat memprihatinkan dan nyaris lumpuh total.
"Kami menemukan sejumlah infrastruktur irigasi rusak parah. Petani tidak bisa menanam, air tidak bisa mengalir," ujar Ebenejer.
Baca Juga:
Salah satu titik kritis yang disorot adalah Bendungan Sei Dalu-dalu di Desa Sukaraja, Kecamatan Air Putih, Batubara. Bendungan ini gagal mengairi sekitar 1.460 hektare lahan pertanian di Desa Cinta Dame dan Purwodadi karena sistem pelimpahan air yang rusak parah. Saluran primer sepanjang hampir 9 kilometer kini nyaris kering.
Tak kalah parah, Bendungan Bifurcation Intake di Tanjung Muda juga mengalami kerusakan berat. Endapan sedimen yang menumpuk menyebabkan Sungai Gambus kehilangan daya alirnya ke Sungai Tanjung. Imbasnya, tiga Daerah Irigasi (DI) — Tanjung Muda, Perkotaan, dan Simodong — tak lagi berfungsi, membuat sekitar 10.065 hektare sawah terancam gagal tanam.
Baca Juga:
"Sedimentasi ini bukan persoalan satu-dua musim. Ini akibat dari pembiaran bertahun-tahun, tanpa pemeliharaan rutin," tegas Ebenejer.
Hasil peninjauan langsung tim Komisi E di lapangan mengungkap kondisi memprihatinkan di sepanjang Sungai Dalu-dalu, Sungai Tanjung, hingga Sungai Sipare-pare. Banyak tanggul dan tebing sungai yang nyaris ambruk, bahkan beberapa titik menunjukkan tanda-tanda erosi berat.
Ebenejer menegaskan perlunya tindakan cepat dan terstruktur, termasuk normalisasi sungai, pengerukan sedimen, dan perkuatan tebing. Ia menyebut perbaikan irigasi sebagai bagian penting dalam mendukung visi Asta Cita Presiden Prabowo menuju kedaulatan pangan nasional.
"Kalau bendungan dibiarkan mati, itu sama saja kita sedang menggali lubang untuk petani kita sendiri," ujar Anggota DPRD Sumut dari Dapil Sumatera Utara 5 meliputi wilayah pemilihan: Kabupaten: Asahan, Batu Bara , dan Kota: Tanjungbalai itu.
Bagi petani, harapan kini tidak lagi menggantung di langit. Mereka tak menunggu hujan, melainkan kepastian dari pemerintah untuk membenahi sistem irigasi dan menghidupkan kembali tanah mereka yang retak dan mengering. (Erni)
POSMETRO MEDAN, TAPANULI UTARA Suasana penuh kekeluargaan dan kebersamaan mewarnai perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke1 Gajah Muda Nusant
Sumut 11 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Deli Serdang Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan pergeseran anggaran sebesar Rp503 miliar oleh Pemerintah Ka
Inter-Nasional 12 jam lalu
LKBH AMPI Binjai Siap Kawal Kasus Pembakaran Rumah Korban Intimidasi Jaringan Narkoba
Sumut 12 jam lalu
POSMETRO MEDAN Gagalnya disahkan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PAPBD) Pemkab Deli Serdang Tahun Anggaran (TA) 2026, me
Medan 12 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Percut Sei Tuan Wakil Bupati Deli Serdang, Lom Lom Suwondo SS, mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, memahami sej
Sumut 13 jam lalu
BHABINKAMTIBMAS HADIR MENDUKUNG EKONOMI KERAKYATAN.
Sumut 16 jam lalu
Polsek Barusjahe Berikan Pembinaan dan Bimbingan kepada Siswa SMA Negeri 1 Barusjahe.
Sumut 17 jam lalu
Polres Humbang Hasundutan menggelar acara pelepasan purna bakti Wakapolres.
Sumut 18 jam lalu
Polse Sianar Barat Cek Dugaan Curanmor di Jalan Simbolon Tindaklanjuti Laporan CC 110.
Sumut 19 jam lalu
Istana Pastikan Presiden Prabowo Lantik Komjen Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri Siang Ini.
Inter-Nasional 19 jam lalu