Jika Teh Diganti Sawit, Apa yang Sebenarnya Hilang?
Pertanyaan besar kini menggema: apakah yang diganti hanyalah komoditas, atau justru akar sejarah, lingkungan, dan kehidupan sosial masyarakat Sidamanik?
Baca Juga:
Konversi lahan berarti mengganti *slow culture* dengan *fast economy*. Namun, tidak semua yang cepat membawa kebaikan. Teh mengajarkan bahwa sesuatu yang tumbuh perlahan justru memiliki nilai paling berharga.
Sidamanik bukan sekadar hamparan kebun. Teh telah menjadi bagian dari identitas Simalungun, menyimpan kenangan perjuangan masa PRRI, dan simbol ketahanan masyarakatnya. Jika hari ini teh digantikan sawit, bukan hanya pemandangan yang berubah, tetapi juga bagian penting dari sejarah dan jati diri kita yang ikut hilang.(erni)
Baca Juga:
Tags
beritaTerkait
komentar