Ombudsman Minta SPPG Penyebab Keracunan Ditutup Permanen
POSMETRO MEDAN, Medan Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sumatera Utara mendapat sorotan serius dari Ombudsman RI. Lembag
Medan 4 menit lalu
POSMETRO MEDANB, Pakpak Barat– Di balik hamparan hijau perbukitan Salak, sebuah masalah kesehatan serius tengah mengintai masa depan generasi.
Angka anemia pada ibu hamil di wilayah Puskesmas Salak mencapai 55,7%, sementara stunting pada balita menembus 25%. Bukan sekadar statistik, data ini menjadi alarm keras bagi masa depan anak-anak Pakpak Barat.
Pada 21 Juli 2025, aula sederhana Puskesmas Salak dipenuhi ibu-ibu hamil yang duduk dengan penuh harap. Mereka hadir untuk mengikuti peluncuran program *"Early Intervene"*, sebuah operasi senyap melawan stunting yang digagas tim pengabdian masyarakat Universitas Sumatera Utara (USU) bersama tenaga kesehatan setempat.
Baca Juga:
Program ini dipimpin dr. Devi Nuraini Santi, MKes, dengan dukungan dua profesor lintas bidang, Prof. Dr. Ir. Evawany Aritonang dan Prof. Drs. Mauly Purba.
Masalah di Hulu
Baca Juga:
Data Dinas Kesehatan menyebut, anemia pada ibu hamil di wilayah ini tergolong "darurat". Kekurangan zat besi membuat tubuh lemah, meningkatkan risiko persalinan, dan menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah.
Kondisi ini menjadi mata rantai yang berujung pada balita stunting: pertumbuhan terhambat, perkembangan otak terganggu, dan masa depan terancam.
"Kalau kita mau turunkan stunting, harus dimulai dari ibu hamil. Kalau di hulunya sudah bermasalah, hilirnya akan makin parah," tegas dr. Devi.
Tiga Senjata Utama
Program *Early Intervene* menggabungkan tiga strategi:
1. Edukasi Gizi– Melalui media LCD dan booklet, para ibu diberi panduan jenis, jumlah, dan frekuensi makan, termasuk makanan yang harus dihindari demi kesehatan janin.
2. Monitoring Antenatal Care (ANC) – Setiap trimester, catatan kesehatan diperiksa ketat. Dari 21 peserta, hanya 28,5% yang rutin menjalani ANC lengkap di trimester III.
3. Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) – Idealnya, 90 tablet zat besi dikonsumsi selama kehamilan. Namun, pada trimester III, hanya 28,5% ibu hamil yang patuh.
Hasil pemeriksaan kadar hemoglobin menunjukkan 26,3% ibu hamil mengalami anemia. Dua orang bahkan menolak diambil darah. Rendahnya kepatuhan dalam ANC dan konsumsi TTD mengindikasikan adanya hambatan sosial, budaya, dan ekonomi.
"Sering alasannya klasik: tidak sempat ke puskesmas, malas minum obat, atau takut jarum suntik," ungkap seorang bidan.
Dukungan Lintas Sektor
Selain tenaga kesehatan, program ini melibatkan ibu-ibu PKK, kader posyandu, anggota DPRD, dan bahkan Wakil Bupati yang hadir memberi dukungan moral. Namun, di lapangan, petugas mengaku tetap kesulitan membujuk ibu hamil agar disiplin mengikuti program.
WHO mengingatkan, stunting bukan sekadar soal tinggi badan, melainkan perampok masa depan. Anak yang stunting berisiko memiliki IQ rendah, rentan sakit, dan sulit bersaing di dunia kerja.
"Jika tren di Pakpak Barat tidak segera ditekan, bonus demografi 2030 bisa berubah menjadi bencana demografi," ujar Prof. Evawany.
Rencana Lanjutan
Tim USU merencanakan langkah lanjutan, meliputi:
Pelatihan petugas puskesmas untuk deteksi dini anemia.
Pemantauan distribusi dan konsumsi TTD.
Evaluasi berkala angka kunjungan ANC dan kadar hemoglobin ibu hamil.
"Perang melawan stunting ini tidak bisa selesai dalam setahun-dua tahun. Harus konsisten, lintas sektor, dan dimulai dari hulu," tambah Prof. Evawany.
Bagi Marta (28), peserta program, edukasi ini membuka wawasan baru. "Dulu saya pikir cukup makan nasi sama sayur. Sekarang saya tahu penting makan lauk berprotein tinggi seperti ikan setiap hari," ujarnya sambil memegang booklet edukasi.
Di akhir kegiatan, tawa anak-anak balita yang dibawa ibu mereka mengisi Aula Puskesmas Salak. Mungkin, di tangan merekalah masa depan Pakpak Barat berada. Namun, masa depan itu kini tengah dipertaruhkan.
Early Intervene hadir menjadi salah satu benteng terakhir agar generasi berikutnya tidak tumbuh dalam bayang-bayang stunting.(Erni)
POSMETRO MEDAN, Medan Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sumatera Utara mendapat sorotan serius dari Ombudsman RI. Lembag
Medan 4 menit lalu
POSMETRO MEDAN,MEDAN Setelah menyelesaikan rangkaian cinema visit di sejumlah kota di Pulau Jawa, film Istimewa kini melanjutkan perjalana
Medan 28 menit lalu
Proyek Perkuatan anak sungai Aek Badiri Tapteng Senilai Rp29,03 miliar Milik Dinas SDA Sumut Disorot.
Sumut 3 jam lalu
Bawa Pengalaman Kompetisi Global, Fathurrachman Assalim Pimpin Sesi Coaching Vokal PMCI.
Sumut 3 jam lalu
Bupati Samosir Sambut Pergantian Kajari Samosir, Apresiasi Pengabdian Satria Irawan dan Sambut Akwan Annas.
Sumut 4 jam lalu
Polres Karo mengintensifkan patroli malam untuk mengantisipasi 3C dan gangguan kamtibmas lainnya.
Sumut 5 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Binjai Satuan Reserse Narkoba Polres Binjai kembali berhasil mengungkap jaringannya sekaligus menangkap 3 (tiga) orang
Kriminal 6 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Batubara Rumah Zakat kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan p
Sumut 6 jam lalu
Posmetro Medan, Karo Seorang siswa SMA Bersama Berastagi, Inka Br Ginting, yang sebelumnya menjalani perawatan di Rumah Sakit Bina Kasih M
Sumut 6 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Rumah Zakat Cabang Medan menyalurkan enam set AlQuran Braille kepada Yayasan Harapan Netra Mandiri, di Jalan Kar
Medan 6 jam lalu