Duduk-duduk di Rel, Wanita Setengah Abad Tewas Ditabrak Kereta Api
Dudukduduk di Rel, Wanita Setengah Abad Tewas Ditabrak Kereta Api.
Peristiwa 17 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Medan– Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sumatera Utara mendapat sorotan publik setelah tercatat menganggarkan hampir Rp600 juta untuk belanja souvenir dan cenderamata pada tahun anggaran 2025.
Anggaran tersebut dinilai tidak sejalan dengan kondisi keuangan daerah yang masih belum sehat serta kebijakan pemerintah pusat yang menekankan efisiensi belanja.
Dalam aturan terbaru pemerintah, terdapat 15 item belanja yang harus ditekan, mulai dari alat tulis kantor, kegiatan seremonial, jasa profesi, percetakan, sewa gedung, kendaraan, hingga pengadaan souvenir.
Baca Juga:
Namun, berdasarkan dokumen Rencana Umum Pengadaan (RUP) yang diunggah di laman sirup.lkpp.go.id, BapendaSumut justru mencatatkan alokasi hampir Rp600 juta untuk pengadaan ulos, plakat, mug, payung, dan tumbler.
Pengadaan dilakukan secara langsung dan dipecah ke dalam beberapa paket dengan menggunakan APBD Sumut 2025. Rinciannya antara lain: plakat 128 pcs senilai Rp192 juta, kain ulos 100 lembar Rp50 juta, mug 666 pcs Rp49,95 juta, payung 300 pcs Rp25,5 juta, tumbler 841 pcs Rp100,079 juta, serta tambahan 1.200 payung senilai Rp102 juta.
Baca Juga:
"Anggaran sebesar itu jelas berlebihan. Apalagi jika dipecah menjadi beberapa paket kecil, rawan jadi celah mark-up dan mempersulit pengawasan," tegas aktivis antikorupsi dari Aliansi Kota Medan (Akta), Rizky Wira Pranata, kepada wartawan, Senin (9/9/2025).
Rizky juga mendesak Gubernur Sumut, Bobby Nasution, untuk mengevaluasi kebijakan belanjaBapenda. Menurutnya, pengadaan souvenir tidak memiliki urgensi dan tidak berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
"APBD seharusnya diprioritaskan untuk program yang menyentuh rakyat, bukan untuk belanja souvenir yang tidak penting. Apalagi setiap tahun BapendaSumut selalu menganggarkannya," ujarnya.
Ia menilai kasus ini menjadi ujian transparansi bagi BapendaSumut di tengah kondisi keuangan provinsi yang masih belum stabil. "Dana sebesar itu tidak proporsional dan berpotensi terjadi korupsi atau mark-up, apalagi hanya untuk cenderamata yang tidak bermanfaat bagi masyarakat," pungkasnya.(Jaf)
Dudukduduk di Rel, Wanita Setengah Abad Tewas Ditabrak Kereta Api.
Peristiwa 17 menit lalu
POSMETRO MEDAN,MEDAN Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) terus memperkuat upaya pencegahan agar nelayan tidak melintasi
Medan 23 menit lalu
Respon Cepat Laporan Warga, Pengedar Narkoba TerangTerangan Tak Berkutik Diringkus Satresnarkoba Polrestabes Medan.
Kriminal satu jam lalu
Whisnu Legenda Bintang yang Terus Cemerlang
Profil 2 jam lalu
Ngaku Pria Ganteng dari Singapura, Penipu Kuras Rp 120 M dari Ibuibu di Medan
Inter-Nasional 2 jam lalu
Khitanan Massal HKGB Ke74, Bhayangkari Cabang Kota Medan dan Polrestabes Medan Peduli Masyarakat.
Medan 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Medan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) kembali menyelesaikan penanganan perkara pidana dengan humanis melalau
Medan 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN,JAKARTA Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution akan membangun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) unggu
Medan 3 jam lalu
Wakil Wali Kota Lepas Kontingen Kwarcab Kota Tanjungbalai Ikuti Jambore Daerah Sumut XI Tahun 2026.
Sumut 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN,MEDAN Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) mendukung percepatan konektivitas antara Pelabuhan Kuala Tanju
Medan 3 jam lalu