Senam Lansia di Desa Simatorkis Jadi Ruang Sehat dan Ceria
POSMETRO MEDAN, Padang Lawas Utara Semangat untuk tetap sehat dan aktif ditunjukkan oleh 15 orang lansia di Desa Simatorkis melalui kegiat
Sumut 8 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Medan– Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sumatera Utara mendapat sorotan publik setelah tercatat menganggarkan hampir Rp600 juta untuk belanja souvenir dan cenderamata pada tahun anggaran 2025.
Anggaran tersebut dinilai tidak sejalan dengan kondisi keuangan daerah yang masih belum sehat serta kebijakan pemerintah pusat yang menekankan efisiensi belanja.
Dalam aturan terbaru pemerintah, terdapat 15 item belanja yang harus ditekan, mulai dari alat tulis kantor, kegiatan seremonial, jasa profesi, percetakan, sewa gedung, kendaraan, hingga pengadaan souvenir.
Baca Juga:
Namun, berdasarkan dokumen Rencana Umum Pengadaan (RUP) yang diunggah di laman sirup.lkpp.go.id, BapendaSumut justru mencatatkan alokasi hampir Rp600 juta untuk pengadaan ulos, plakat, mug, payung, dan tumbler.
Pengadaan dilakukan secara langsung dan dipecah ke dalam beberapa paket dengan menggunakan APBD Sumut 2025. Rinciannya antara lain: plakat 128 pcs senilai Rp192 juta, kain ulos 100 lembar Rp50 juta, mug 666 pcs Rp49,95 juta, payung 300 pcs Rp25,5 juta, tumbler 841 pcs Rp100,079 juta, serta tambahan 1.200 payung senilai Rp102 juta.
Baca Juga:
"Anggaran sebesar itu jelas berlebihan. Apalagi jika dipecah menjadi beberapa paket kecil, rawan jadi celah mark-up dan mempersulit pengawasan," tegas aktivis antikorupsi dari Aliansi Kota Medan (Akta), Rizky Wira Pranata, kepada wartawan, Senin (9/9/2025).
Rizky juga mendesak Gubernur Sumut, Bobby Nasution, untuk mengevaluasi kebijakan belanjaBapenda. Menurutnya, pengadaan souvenir tidak memiliki urgensi dan tidak berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
"APBD seharusnya diprioritaskan untuk program yang menyentuh rakyat, bukan untuk belanja souvenir yang tidak penting. Apalagi setiap tahun BapendaSumut selalu menganggarkannya," ujarnya.
Ia menilai kasus ini menjadi ujian transparansi bagi BapendaSumut di tengah kondisi keuangan provinsi yang masih belum stabil. "Dana sebesar itu tidak proporsional dan berpotensi terjadi korupsi atau mark-up, apalagi hanya untuk cenderamata yang tidak bermanfaat bagi masyarakat," pungkasnya.(Jaf)
POSMETRO MEDAN, Padang Lawas Utara Semangat untuk tetap sehat dan aktif ditunjukkan oleh 15 orang lansia di Desa Simatorkis melalui kegiat
Sumut 8 jam lalu
Nyamar Jadi Pembeli, Polisi Tangkap Pengedar Ekstasi di Tanjungbalai.
Kriminal 8 jam lalu
Golfrid Lubis Sebut Rico Waas Gagal 2 Tahun Pimpin Kota Meden.
Medan 8 jam lalu
Video mesra dua ASN viral di media sosial ternyata Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Setda Sumbar.
Inter-Nasional 9 jam lalu
Masjid Tua di Tengah Hutan Pegunungan Huta Pagaran Dolok, Saksi Bisu Generasi yang Telah Berlalu.
Sumut 9 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Putusan terhadap Fadly Lukman Simanjuntak (19), terdakwa perkara tawuran maut di Belawan, kembali tertunda. Sidang y
Peristiwa 9 jam lalu
Polisi bergerak cepat menindaklanjuti temuan indikasi titik api (hotspot) yang terdeteksi melalui aplikasi Lancang Kuning
Sumut 10 jam lalu
Pria ini harus berurusan dengan pihak kepolisian usai diduga kuat melarikan sepeda motor milik seorang mahasiswi asal Aceh Besar..
Peristiwa 11 jam lalu
Klarifikasi Tarif Parkir Rp20 Ribu di Deleng Singkut, Pengusaha Warung Minta Maaf.
Sumut 11 jam lalu
Jagat maya kembali dihebohkan oleh "drama kantor" yang episodenya sangat salah tempat. Duh!
Viral 12 jam lalu