Senin, 30 Maret 2026
Konflik agraria di Nagori Sihaporas Antara Masyarakat Adat Lamtoras dengan PT Toba Pulp Lestari

AKBP Marganda Aritonang,"TPL Jangan Rampas Kebahagiaan Rakyat, Hukum Harus Jadi Penjaga!”

Administrator - Kamis, 25 September 2025 13:26 WIB
AKBP Marganda Aritonang,"TPL Jangan Rampas Kebahagiaan Rakyat, Hukum Harus Jadi Penjaga!”
ist
AKBP.Marganda Aritonang SH SIK MM. ambil sikap tegas: "Polri Netral, Hukum Tidak Boleh Diperdagangkan, dan Rakyat Tidak Boleh Ditindas".

Dalam rapat koordinasi, perdebatan berlangsung tajam. Kehadiran tokoh adat Lamtoras yang menuntut pengakuan hak ulayat mereka berhadapan langsung dengan manajemen TPL yang mengklaim dasar hukum konsesi perusahaan.

Baca Juga:

Di titik inilah Kapolres Marganda menegaskan posisi Polri: penjaga hukum sekaligus pengawal kedamaian. "Kami hadir bukan untuk memihak, tetapi untuk memastikan hukum tidak diperjualbelikan."

Konflik agraria di Simalungun bukan sekadar perebutan tanah, melainkan perebutan hak hidup dan martabat rakyat. Dengan tegas, Kapolres Marganda mengingatkan bahwa modal dan kuasa tidak boleh menginjak keadilan.

Baca Juga:

"Rakyat hanya ingin hidup tenang, jangan ada yang merampas kebahagiaan mereka," tandasnya.

Di tengah pusaran konflik TPL–Lamtoras, suara Kapolres Marganda Aritonang menggema sebagai peringatan keras: hukum harus jadi penjaga, bukan pelayan kepentingan. Tegas, netral, dan menohok—pesan ini menyalakan harapan baru bahwa di Simalungun, hukum masih punya gigi untuk melawan kesewenang-wenangan. (NH/lam/red)

Editor
: Salamuddin Tandang
Tags
beritaTerkait
Kapolres Simalungun Tinjau Langsung Penerimaan Terpadu Anggota Polri 2026
Kapolres Simalungun Lakukan Pengecekan Jalan Amblas di Saribu Dolok
Gercep!  Polres Simalungun Tangani Kebakaran Lahan 4 Hektar
Tragis! Truk Gagal Menanjak Tabrak Mobil Hendak Berlibur ke Danau Toba, 3 Orang Tewas
Arus Lalu Lintas Meningkat Jelang Lebaran, Kapolres Simalungun Pantau Langsung Pintu Tol Simpang Pane
Mudik Aman, Ibadah Nyaman, Kanwil Kemenag Sumut Siapkan 281 Masjid Ramah Pemudik
komentar
beritaTerbaru