Rabu, 16 September 2026
Konflik agraria di Nagori Sihaporas Antara Masyarakat Adat Lamtoras dengan PT Toba Pulp Lestari

AKBP Marganda Aritonang,"TPL Jangan Rampas Kebahagiaan Rakyat, Hukum Harus Jadi Penjaga!”

Administrator - Kamis, 25 September 2025 13:26 WIB
AKBP Marganda Aritonang,"TPL Jangan Rampas Kebahagiaan Rakyat, Hukum Harus Jadi Penjaga!”
ist
AKBP.Marganda Aritonang SH SIK MM. ambil sikap tegas: "Polri Netral, Hukum Tidak Boleh Diperdagangkan, dan Rakyat Tidak Boleh Ditindas".

Dalam rapat koordinasi, perdebatan berlangsung tajam. Kehadiran tokoh adat Lamtoras yang menuntut pengakuan hak ulayat mereka berhadapan langsung dengan manajemen TPL yang mengklaim dasar hukum konsesi perusahaan.

Baca Juga:

Di titik inilah Kapolres Marganda menegaskan posisi Polri: penjaga hukum sekaligus pengawal kedamaian. "Kami hadir bukan untuk memihak, tetapi untuk memastikan hukum tidak diperjualbelikan."

Konflik agraria di Simalungun bukan sekadar perebutan tanah, melainkan perebutan hak hidup dan martabat rakyat. Dengan tegas, Kapolres Marganda mengingatkan bahwa modal dan kuasa tidak boleh menginjak keadilan.

Baca Juga:

"Rakyat hanya ingin hidup tenang, jangan ada yang merampas kebahagiaan mereka," tandasnya.

Di tengah pusaran konflik TPL–Lamtoras, suara Kapolres Marganda Aritonang menggema sebagai peringatan keras: hukum harus jadi penjaga, bukan pelayan kepentingan. Tegas, netral, dan menohok—pesan ini menyalakan harapan baru bahwa di Simalungun, hukum masih punya gigi untuk melawan kesewenang-wenangan. (NH/lam/red)

Editor
: Salamuddin Tandang
Tags
beritaTerkait
Polsek Silou Kahean Beri Edukasi Lalu Lintas dan Bahaya Narkoba ke Siswa SMP Negeri 1
Polisi Hadir di Malam Hari, Polsek Silau Kahean Cegah Geng Motor
Kasi Humas Polres Simalungun Tegaskan Akan Somasi Akun Media Sosial
PT Toba Pulp Lestari Ditetapkan Tersangka, Rugikan Negara Rp2 T
Tempo 4 Hari, Pelaku Curat Diringkus Tim Resmob Polres Simalungun
34 Mahasiswa UINSU Beri Dampak Nyata bagi Warga Lewat KKN di Huta III Dolok Simalungun
komentar
beritaTerbaru