Rabu, 11 Februari 2026

Permainan Bahasa Politik di Balik Hilangnya Aroma Teh Sidamanik

Administrator - Kamis, 09 Oktober 2025 10:05 WIB
Permainan Bahasa Politik di Balik Hilangnya Aroma Teh Sidamanik
IST
Kebun Teh Sidamanik.

POSMETRO MEDAN, Simalungun-Aroma khas teh dari perbukitan Sidamanik, Kabupaten Simalungun, kini perlahan tergeser oleh bau tanah yang baru dibuka. Di balik kesejukan udara perbukitan yang dulu identik dengan kesejahteraan dan ketenangan, terselip kegelisahan warga. Kebun teh yang selama puluhan tahun menjadi simbol ekonomi dan identitas daerah, kini mulai berubah wajah.

Sebuah perusahaan perkebunan pelat merah yang selama ini dikenal sebagai penjaga warisan teh Sidamanik, disebut mulai mengembangkan tanaman lain yang lebih komersial. Di sejumlah titik, warga mulai melihat aktivitas pembersihan lahan dan penanaman bibit baru. Namun, istilah "konversi kebun teh" yang dulu kerap digunakan, kini tak lagi muncul dalam dokumen resmi.

Sebagai gantinya, lahir frasa baru yang terdengar lebih lembut dan diplomatis: "pemanfaatan lahan kosong."

Baca Juga:

Seorang anggota DPRDSumatera Utara yang ditemui di Medan mengungkapkan bahwa istilah itu bukan sekadar pergantian kata, melainkan strategi komunikasi politik.

"Bukan mengganti kebun teh, tapi memanfaatkan lahan yang idle (menganggur, tidak aktif, atau tidak digunakan)," ujarnya.

Baca Juga:

Namun bagi para pemerhati lingkungan di Sidamanik, istilah itu terdengar seperti kosmetik kebijakan.

"Kalimatnya manis, tapi maksudnya tetap sama," kata Erni, dari Aliansi Pemerhati Peduli Teh Simalungun.

"Seolah ganti baju, tapi orangnya tetap sama," katanya.

Dari hasil pengamatan lapangan, sebagian besar area yang disebut sebagai "lahan kosong" ternyata bersebelahan dengan blok tanaman teh produktif.

"Kalau diteruskan, ekosistem air bisa rusak. Tanah di sini tidak cocok untuk tanaman monokultur besar," ujar seorang dosen lingkungan dari salah satu universitas di Simalungun.

Halaman:
Editor
: Administrator
Tags
beritaTerkait
Bapenda Sumut Bukukan Pendapatan Pajak Daerah Rp5 Triliun Lebih
Menjelang Ramadan dan Lampu yang Kerap Padam: Catatan Reses Munir Ritonga di Mosa Tapanuli Selatan
Pemko Binjai Raih Empat Penghargaan di Bidang Hukum dari Kementerian Hukum Wilayah Sumut
Debu, Kartu BPJS, dan Sekolah yang Ditunggu: Catatan Reses dari Labuhan Batu Raya
Sukseskan  Green Dharma, Pembimas Hindu  Lepaskan  Satwa dan Tanam Pohon
Bahas Soal Pemberantasan Narkoba Hingga Jalan Rusak di Sungai Berombang
komentar
beritaTerbaru