Selasa, 31 Maret 2026

Apel Kesiapsiagaan Bencana, Wakil Bupati Batu Bara Tekankan Pentingnya Sinergi

Evi Tanjung - Rabu, 05 November 2025 20:08 WIB
Apel Kesiapsiagaan Bencana, Wakil Bupati Batu Bara Tekankan Pentingnya Sinergi
Ist
Apel kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi di Polres Batu Bara

POSMETRO MEDAN, Batu Bara - Sebagai bentuk sinergi dalam menghadapi potensi bencana Wakil Bupati Batu Bara, Syafrizal, S.E., M.AP., menghadiri Apel Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2025 yang digelar di Halaman Kantor Kepolisian Resor (Polres) Batu Bara, Kecamatan Lima Puluh, Rabu (5/11/2025).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Batu Bara AKBP Doly Nelson , SH MH dan diikuti unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Wakil Ketua DPRD Batu Bara Tengku Rodial, S.H., Wakapolres Batu Bara, serta perwakilan dari TNI, BPBD, Dinas Kesehatan, Satpol PP dan Damkar, Polri, dan berbagai instansi terkait lainnya.

Apel kesiapsiagaan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Kapolri yang diselenggarakan serentak di seluruh Indonesia dalam rangka meningkatkan kesiapan personel dan sarana prasarana menghadapi potensi bencana alam, terutama menjelang puncak musim hujan.

Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Syafrizal turut melakukan pemeriksaan peralatan kesiapsiagaan bencana yang disiagakan oleh BPBD, Dinas Kesehatan, Satpol PP dan Damkar, serta TNI-Polri. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan kesiapan logistik dan sumber daya dalam upaya tanggap darurat di wilayah Kabupaten Batu Bara.

Kapolres Batu Bara, membacakan amanat Kapolri menyampaikan bahwa kegiatan apel kesiapsiagaan ini merupakan langkah penting untuk memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana dalam menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

"Bencana alam merupakan tantangan global yang memerlukan langkah strategis, responsif, dan berkesinambungan. Seluruh pihak harus bersinergi secara sigap, cepat, dan tepat untuk menjamin keamanan serta keselamatan masyarakat," ujar Kapolres saat membacakan amanat tersebut.

Dalam amanat itu juga disampaikan bahwa berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga 19 Oktober 2025 telah terjadi 2.606 kejadian bencana di Indonesia, termasuk banjir, cuaca ekstrem, kebakaran hutan dan lahan, tanah longsor, serta erupsi gunung berapi. Bencana-bencana tersebut menyebabkan ratusan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur di berbagai daerah.

BMKG memperkirakan 43,8 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan, dengan puncak intensitas hujan akan berlangsung dari November 2025 hingga Januari 2026. Selain itu, fenomena La Nina yang diprediksi terjadi hingga Februari 2026 juga berpotensi meningkatkan curah hujan dan risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor.

Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru