Selasa, 31 Maret 2026

Gawat! 1.038 ASN dan Non ASN Pemprov Sumut Terpapar Judol, Ini Kata Aktivis Perempuan

Administrator C
Administrator - Kamis, 13 November 2025 22:29 WIB
Gawat! 1.038 ASN dan Non ASN Pemprov Sumut Terpapar Judol, Ini Kata Aktivis Perempuan
IST
Ilustrasi

POSMETRO MEDAN,Medan- Terungkapnya ribuan ASN dan non ASN Pemprov Sumut terpapar judi online merupakan kebijakan berani yang diambil Gubernur Bobby Nasution. Langkah Gubsu itu menegaskan bahwa Provinsi Sumut sebagai pilot project manajemen talenta ASN di Indonesia.

Informasi dihimpun, Kamis 13/11/2025, sedikitnya 1.038 ASN dan non ASN di lingkungan Pemprov Sumut yang terpapar praktik judi online (judol).

"Oleh karenanya bapak gubernur kembali menginstruksikan kami supaya dilakukan penelusuran serupa oleh PPATK terhadap seluruh rekening ASN dan pejabat kita. Hal ini dalam rangka perbaikan mental dan sumber daya manusia pada birokrasi Pemprov Sumut," ujar Inspektur Pemprovsu, Sulaiman Harahap belum lama ini.

Baca Juga:

Menyikapi hal itu, Korps HMI Wati (KOHATI) Badan Koordinasi (Badko) HMI Sumatera Utara menyampaikan apresiasi atas langkah tegas Gubernur Bobby Nasution yang berani membongkar praktik judi online di internal Pemprovsu.

Ketua KOHATI Badko HMI Sumut, Tutut Wijayanti, menilai kebijakan tersebut merupakan bentuk ketegasan moral dan keberanian politik yang patut dicontoh oleh para pemimpin daerah. Menurutnya, keputusan Gubernur Bobby menunjukkan komitmen kuat terhadap transparansi, integritas dan penegakan disiplin di internal lingkungan Pemprovsu.

Baca Juga:

"Perbaikan harus diawali dari kita. Dan Gubernur sudah melakukannya. Ini adalah contoh nyata kepemimpinan yang tidak hanya berorientasi pada administrasi, tetapi juga pada pembentukan budaya kerja yang bersih dan beretika. Tak salah bila BKN memberi cap Sumut sebagai pilot project manejemen talenta ASN di Indonesia," ujar Tutut Wijayanti dalam keterangan resminya, Rabu (12/11/2025).

Tutut menjelaskan, sikap tegas Gubernur Bobby juga memiliki makna penting dalam konteks pendidikan karakter dan moral generasi muda. Keberanian menegakkan nilai kebenaran, katanya, harus menjadi prinsip utama yang ditanamkan di tengah masyarakat, terutama bagi kalangan perempuan.

"Pemimpin sejati bukan hanya yang memimpin dengan jabatan, tetapi dengan keteladanan. Bagi perempuan, langkah ini menjadi inspirasi bahwa kekuatan moral dan integritas adalah fondasi utama dalam setiap bentuk kepemimpinan," tegasnya.

Lebih lanjut, Tutut Wijayanti menyoroti pentingnya memperkuat pengawasan dan pembinaan ASN berbasis literasi digital dan etika kerja. Judi online, menurutnya, tidak hanya merusak moral individu, tetapi juga mencoreng citra birokrasi serta menurunkan kualitas pelayanan publik.

Dalam hal ini, KOHATI Sumut menegaskan komitmennya untuk turut berperan melalui pendidikan karakter, penyadaran etika digital dan kampanye integritas publik.

Editor
: Administrator
Tags
beritaTerkait
Halal Bihalal Idul Fitri di Kanwil Kemenag Sumut, Sederhana Tapi Keren
Pemprov Sumut Tawarkan KEK Sei Mangkei dan BRT ke Investor Jepang
Hari Pertama Kerja Rico Waas Sidak ASN Di Balai Kota, Tak Ada Kata Santai Pasca Lebaran
Bupati: Stigma Negatif ASN Kurang Disiplin Harus Diubah
Wali Kota Medan Minta ASN Tak Menambah Libur Lebaran 2026, Sanksi Menunggu
Jelang Lebaran, Gubsu Salurkan 10 Ekor Sapi untuk Korban Bencana di Tapsel dan Tapteng
komentar
beritaTerbaru