Selasa, 31 Maret 2026

Dr Dedi Sahputra:" Dalam kasus Gruti, Semua Pihak Dituntut untuk Menahan Diri"

Salamuddin Tandang - Minggu, 16 November 2025 13:32 WIB
Dr Dedi Sahputra:" Dalam kasus Gruti, Semua Pihak Dituntut untuk Menahan Diri"
Ist
Dr Dedi Sahputra MA, tegaskan tindakan reaktif yang emosional tidak akan menyelesaikan masalah di Dairi.

POSMETRO MEDAN,MEDAN -Semua pihak dimohon untuk tenang dan tidak berlarut-larut dalam penyelesaian kasus yang berlangsung di Polres Dairi, Sumatera Utara. Sebab, reaksi yang reaktif akan memperburuk keadaan, bahkan berpotensi merugikan semua pihak.

"Sikap menahan diri, tenang dan bijaksana serta tidak mudah mengintervensi proses hukum yang sedang berjalan. Sikap reaktif karena berpotensi memperburuk keadaan," kata Dr Dedi Sahputra, MA dosen Fisipol Universitas Medan Area Medan, Sabtu (15/11).

Menurutnya, tindakan reaktif yang emosional tidak akan menyelesaikan masalah. Sebab, peran tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat sangat penting dalam menyelesaikan masalah ini. "Dialog perlu dilakukan secara terbuka, agar persoalan yang ada dapat diselesaikan dengan cara yang lebih baik," ujarnya.

Baca Juga:

Hari mengajak semua pihak untuk berpikir terbuka dan dengan kepentingan bersama serta menghindari tindakan anarki. "Anarki bukanlah solusi atas suatu masalah. Karena sebagai negara hukum, kita memiliki instrumen hukum yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah hukum," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa hukum pada hakikatnya diciptakan untuk menciptakan ketertiban dalam masyarakat dan menjamin kesetaraan serta keamanan bagi semua. Dalam kerangka filosofi seperti ini, semua pihak harus menghormati hukum. "Apa yang bisa kita lakukan jika tidak ada supremasi hukum di masyarakat yang ditegakkan dan ditegakkan? Maka masyarakat seperti ini akan hancur oleh ketidakteraturan dan kekerasan yang nyata," ujarnya.

Baca Juga:

Ia menambahkan bahwa menyampaikan aspirasi di tempat umum juga diatur dalam hukum Indonesia dengan cara yang tidak melanggar hukum. "Hukum kehidupan saya bukanlah situasi instan, tetapi yang terbaik dalam kerangka kehidupan berbangsa dan bernegara."

Sebelumnya, sekelompok orang pernah melawan Mapolres dengan batu dan botol, hingga ia mabuk. Massa menuntut agar PT Gruti dibebaskan dari pihak ketiga.

Akibat tindakan para petugas tersebut, sejumlah orang menderita luka ringan hingga berat. Kasi Humas Polres Diary, IPDA Rinkon Manik, mengatakan setidaknya 10 orang mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.

"Sekitar 10 orang mengalami luka-luka akibat aksi massa yang terjadi di Mapolres Dairi. Dua di antaranya mengalami luka di bagian kepala dan telinga dan harus dirawat di RSUD Sidikalang," kata Rinkon.

Kapolres Dairi, termasuk di antara mereka yang dirawat karena luka-luka tersebut. "Tidak ada luka serius," tambahnya.(lam)

Tags
beritaTerkait
Lapas Muara Bungo dan Imigrasi Gelar Pelayanan Kesehatan Gratis Bagi 39 Masyarakat
Apel Gabungan, Camat Medan Selayang Tekankan Peningkatan Kinerja Dan Pelayanan Terhadap Masyarakat
Pererat Silaturahmi Satukan Tokoh Medan, Rico Waas dan Zakiyuddin Harahap Hadiri Halal Bihalal di Rumah Afif Abdillah
Sebelum Diadukan Andi Hakim Febriansyah Ajukan Cuti Lalu Mengundurkan Diri, Terbang ke Bali Bersama Istri
Digas Bulgaria, Timnas Indonesia Harus Puas jadi Runner Up FIFA Series 2026
Aspirasi Siswa Dijawab, Musala dan Kantin Sehat SDN 104240 Wonosari Mulai Dibangun
komentar
beritaTerbaru