Sabtu, 28 Maret 2026
KMMB Sumut Kecam Keras

Mahasiswa Diduga Dianiaya Preman Saat Unjuk Rasa di Depan PT Tanimas Soap Industries

Evi Tanjung - Jumat, 21 November 2025 17:47 WIB
Mahasiswa Diduga Dianiaya Preman Saat Unjuk Rasa di Depan PT Tanimas Soap Industries
ist
Terlihat preman perusahaan melakukan tindak kekerasan pada salah seorang pengunjung rasa

POSMETRO MEDAN,Patumbak — Aksi unjuk rasa mahasiswa di depan PT Tanimas Soap Industries, Kecamatan Patumbak, Deli Serdang, Jumat (21/11/2025), berakhir ricuh. Sejumlah mahasiswa mengaku dicekik, dikeroyok, hingga diintimidasi oleh oknum yang diduga kuat merupakan preman bayaran saat menyampaikan aspirasi terkait dugaan pelanggaran lingkungan dan pengemplangan pajak perusahaan.

Ketua Koalisi Mahasiswa dan Masyarakat Bersatu (KMMB) Sumut, Sutoyo, SH, mengecam keras tindakan tersebut. Ia menyebut apa yang dialami mahasiswa sebagai bentuk arogansi korporasi serta pelecehan terhadap hak demokrasi.

"Mahasiswa datang baik-baik untuk menyampaikan tuntutan, tapi malah dicekik dan dikeroyok. Perusahaan tak boleh bertindak seperti preman!" tegas Sutoyo.

Baca Juga:

Tuntutan Lingkungan dan Pajak Berujung Kekerasan

Aksi mahasiswa awalnya berjalan tertib. Mereka datang untuk mempertanyakan dugaan pembuangan limbah yang melanggar UU No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH). Selain itu, massa aksi juga menyoroti dugaan pengemplangan pajak yang dilakukan perusahaan.

Baca Juga:

Namun belum sempat menyampaikan pernyataan sikap, kericuhan terjadi. Sejumlah pemuda yang diduga preman datang dan membubarkan aksi dengan kekerasan.

Menurut KMMB, tindakan tersebut memperlihatkan adanya indikasi praktik kotor dalam pengelolaan perusahaan yang ditutup-tutupi.

KMMB Akan Gelar Aksi Besar di Polda Sumut

Atas tindakan intimidasi itu, KMMB Sumut menegaskan tidak akan tinggal diam. Mereka berencana menggelar aksi besar-besaran di Polda Sumut untuk mendesak penyidikan terhadap para pelaku dan pihak manajemen yang diduga mengetahui atau membiarkan aksi premanisme tersebut.

"Kekerasan ini tidak bisa dianggap biasa. Kami menuntut proses hukum yang tegas, transparan, dan tidak pandang bulu," tambah Sutoyo.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Tanimas Soap Industries belum memberikan keterangan resmi terkait insiden yang melibatkan massa aksi tersebut.( Rez)

Tags
beritaTerkait
Bau Amis Bakso dan Jeritan Warga: Pabrik di Letda Sujono Diduga Cemari Lingkungan
Wali Kota Medan Tekankan Hentikan Pemakaian Plastik Berlebihan
Kasus Anak 12 Tahun Diduga Bunuh Ibu Kandung: Kepala Dinas P3AKB Sumut Bungkam
komentar
beritaTerbaru