Selasa, 11 Agustus 2026

Menaker Tunda Penetapan UMP, Buruh Sumut : Lebih Baik Begitu Timbang Upah Murah, Kami Tuntut Naik 10 %

Evi Tanjung - Jumat, 21 November 2025 19:28 WIB
Menaker Tunda Penetapan UMP, Buruh Sumut : Lebih Baik Begitu Timbang Upah Murah, Kami Tuntut Naik 10 %
Ist
Aksi demo buruh menuntut UMP dinaikkan

POSMETRO MEDAN, Medan - Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Yassieirli mengumumkan menunda penetapan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) yang seharusnya ditetapkan setiap tanggal 21 November 2025, menyikapi hal itu Willy Agus Utomo selaku ketua Exco Partai Buruh sekaligus Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Provinsi Sumatera Utara menanggapi santai terkait keputusan Menaker tersebut.

Menurutnya itu lebih baik dari pada memaksakan sekema penetapan upah murah yang digadang - gadang Menaker.

"Toh UMP itu nantinya berlaku pada Januari 2026, jika 21 November belum ditetapkan masih ada batas waktu hingga akhir Desember 2025, jadi kami tidak mau upah murah versi Menaker,' ucap Willy kepada Wartawan di Medan, Jumat (21/11).

Baca Juga:

Willy mengungkapkan, bahwa telah beredar isu jika Menaker berencana mengumumkan kenaikan UMP sangat murah bahkan dibawah 5%, hal tersebut sangat tegas ditolak oleh kaum buruh di seluruh Indonesia, ungkap Willy.

Dalam aksi nanti Partai Buruh akan mengerahkan massa kurang lebih 500 orang yang datang dari beberapa daerah di Sumatera Utara diantaranya, Kota Medan, Binjai, Langkat, Deli Serdang dan Serdang Bedagai.

Baca Juga:

"Semoga pak Gubsu Boby kembali menerima aksi para buruh, yang selama ini upahnya masih murah di Sumut.

Kami buruh di seluruh Indonesia dan khususnya Sumatera Utara, menolak UMP Murah, kami menuntut kenaikan UMP Sumut naik 10% untuk tahun 2026," tegas Willy.

Berkaitan dengan hal tersebut, Willy mengaku akan menggelar aksi unjuk rasa yang akan dilakukan oleh elemen Partai Buruh & FSPMI Sumut yang akan dilaksanakan pada Hari Senin tanggal 24 November 2025, dengan tujuan utama Kantor Gubernur Sumatera Utara dan Kantor DPRD Sumut.

"Tuntutannya sama tentang kenaikan UMP Sumut 10%, dan ini merupakan aksi unjuk rasa serentak Nasional sebagai bentuk protes kebijakan Menaker yang tak memikirkan kesejahteraan buruh di Indonesia,"pungkasnya. (Rez)

Tags
beritaTerkait
Kapolres Tanjungbalai Hadiri Kunjungan Kerja Pangdam I/BB di Makodim 0208/Asahan
Kwarcab dan Baznas Asahan Bantu Biaya Pengobatan Istri Penjaga Kantor Pramuka
Kapolres Tanjung Balai Pimpin Upacara Sertijab Kasatbinmas dan Kasiwas
Inovasi ECO-Ulos Pemkab Taput: Ubah Limbah Pertanian Jadi Wastra Berkelanjutan dan Tingkatkan Ekonomi Penenun
Pembalap Drag Race yang Tewaskan 8 Orang di Kotamobagu Berpotensi Jadi Tersangka
Wali Kota Rico Waas Tekankan Integritas dan Profesional
komentar
beritaTerbaru