Minggu, 12 April 2026

WALHI Sumut: 7 Perusahaan Jadi Penyebab Utama Bencana Banjir dan Longsor di Tapanuli

Faliruddin Lubis - Sabtu, 29 November 2025 10:07 WIB
WALHI Sumut: 7 Perusahaan Jadi Penyebab Utama Bencana Banjir dan Longsor di Tapanuli
IST
Bencana ekologis berupa banjir bandang dan longsor yang melanda kawasan Tapanuli sejak Selasa (25/11/2025).

4. PT SOL Geothermal Indonesia – Proyek panas bumi Taput

5. PT Toba Pulp Lestari Tbk (TPL) – Unit PKR di Tapanuli Selatan

Baca Juga:

6. PT Sago Nauli Plantation – Perkebunan sawit di Tapanuli Tengah

7. PTPN III Batang Toru Estate– Perkebunan sawit di Tapanuli Selatan

Baca Juga:

Perusahaan-perusahaan tersebut beroperasi di atau sekitar habitat orangutan Tapanuli, harimau Sumatera, tapir, dan berbagai satwa dilindungi lainnya.

1. PT Agincourt Resources

WALHI mencatat bahwa sepanjang 2015–2024, kegiatan tambang Martabe mengurangi tutupan hutan hingga 300 hektare di DAS Batang Toru. Fasilitas penampungan tailing (TMF) juga dinilai berisiko karena berada dekat Sungai Aek Pahu. Warga mengeluhkan meningkatnya kekeruhan air saat musim hujan.

2. PLTA Batang Toru (PT NSHE)

Proyek PLTA disebut memicu hilangnya lebih dari 350 hektare hutan di sepanjang 13 km sungai, menimbulkan fluktuasi debit sungai, sedimentasi tinggi, serta potensi pencemaran dari limbah galian terowongan. Viral video luapan Sungai Batang Toru di Jembatan Trikora yang membawa gelondongan kayu diduga berasal dari area pembangunan PLTA.

3. PT Toba Pulp Lestari (TPL) – PKR

Tags
beritaTerkait
Nenek Pencari Batu Tewas Tertimbun Tanah Longsor
Lima Titik Longsor Bisa Dilalui meski Satu Arah
Saat Kunjungan Komisi V DPR RI, Wakil Walikota Medan Minta Pertemuan Lintas Sektor Atasi Banjir Rob Belawan
Duka Dari Sembahe, Lima Tewas Terkena Longsor, Kapolrestabes Medan Prioritaskan Evakuasi Berikut Foto-fotonya
Brimob Sumut Terjang Longsor Sembahe Demi Selamatkan Nyawa
Longsor di Desa Sembahe, 5 Orang Meninggal Dunia
komentar
beritaTerbaru