Selasa, 17 Februari 2026

WALHI Sumut: 7 Perusahaan Jadi Penyebab Utama Bencana Banjir dan Longsor di Tapanuli

Faliruddin Lubis - Sabtu, 29 November 2025 10:07 WIB
WALHI Sumut: 7 Perusahaan Jadi Penyebab Utama Bencana Banjir dan Longsor di Tapanuli
IST
Bencana ekologis berupa banjir bandang dan longsor yang melanda kawasan Tapanuli sejak Selasa (25/11/2025).

4. PT SOL Geothermal Indonesia – Proyek panas bumi Taput

5. PT Toba Pulp Lestari Tbk (TPL) – Unit PKR di Tapanuli Selatan

Baca Juga:

6. PT Sago Nauli Plantation – Perkebunan sawit di Tapanuli Tengah

7. PTPN III Batang Toru Estate– Perkebunan sawit di Tapanuli Selatan

Baca Juga:

Perusahaan-perusahaan tersebut beroperasi di atau sekitar habitat orangutan Tapanuli, harimau Sumatera, tapir, dan berbagai satwa dilindungi lainnya.

1. PT Agincourt Resources

WALHI mencatat bahwa sepanjang 2015–2024, kegiatan tambang Martabe mengurangi tutupan hutan hingga 300 hektare di DAS Batang Toru. Fasilitas penampungan tailing (TMF) juga dinilai berisiko karena berada dekat Sungai Aek Pahu. Warga mengeluhkan meningkatnya kekeruhan air saat musim hujan.

2. PLTA Batang Toru (PT NSHE)

Proyek PLTA disebut memicu hilangnya lebih dari 350 hektare hutan di sepanjang 13 km sungai, menimbulkan fluktuasi debit sungai, sedimentasi tinggi, serta potensi pencemaran dari limbah galian terowongan. Viral video luapan Sungai Batang Toru di Jembatan Trikora yang membawa gelondongan kayu diduga berasal dari area pembangunan PLTA.

3. PT Toba Pulp Lestari (TPL) – PKR

Tags
beritaTerkait
Sigap Sebelum Banjir Susulan Datang, Polda Sumut Bergerak Cepat Evakuasi Warga Di Tapteng
Banjir Kembali Rendam Sejumlah Wilayah di Tapanuli Tengah, BPBD Siagakan GOR Pandan untuk Evakuasi
Satgas Kesdam I/BB Terus Berikan Bantuan Kesehatan bagi Warga Terdampak Bencana
Tim ARUS Tuntaskan Misi Kemanusiaan di Aceh Tengah dengan Penuh Tantangan
Satgas Gulbencal Kodam I/BB Rampungkan Pembersihan dan Pengecatan SDN 155680 Bonalumban Pascabencana
Kodam I/BB Terima Kedatangan 3 Set Jembatan Modular di Pelabuhan Belawan
komentar
beritaTerbaru