Senin, 30 Maret 2026

Bantuan Logistik Lambat Warga Mulai Lapar, Bulog Jadi Sasaran Penjarahan

Faliruddin Lubis - Minggu, 30 November 2025 11:08 WIB
Bantuan Logistik Lambat Warga Mulai Lapar, Bulog Jadi Sasaran Penjarahan
IST
Penjarahan di Gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) diduga dijarah oleh masyarakat setempat. Salah satu unggahan di akun media sosial Instagram @mommy_la memperlihatkan aksi penjarahan itu.

POSMETRO MEDAN, Tapteng- Dampak bencana alam, banjir yang dirasakan masyarakat di Kabupaten Tapanuli Tengah masih terus berlanjut.

Hal itu disebabkan efek dari banjir dan longsor sekaligus lambatnya bantuan logistik dari Pemerintah membuat masyarakat melanjutkan penjarahan.

Terbaru, ada penjarahan di Gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) di Sibolga diduga dijarah oleh masyarakat setempat. Salah satu unggahan di akun media sosial Instagram @mommy_la memperlihatkan aksi penjarahan itu.

Baca Juga:

Terlihat beberapa warga yang masuk ke dalam gudang penyimpanan dan keluar mengangkat karung yang berisikan beras. Terkait aksi penjarahan ini, Bulog Kanwil Sumatera Utara mengonfirmasi aksi penjarahan itu.

Dalam keterangan tertulisnya Perum Bulog mengatakan, kejadian ini berlangsung di tengah situasi sosial yang melemah akibat bencana banjir besar yang melanda Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng).

Baca Juga:

Pemimpin Wilayah Bulog Sumatera Utara, Budi Cahyanto, menegaskan bahwa pihaknya terus memaksimalkan koordinasi lintas lembaga untuk mengendalikan situasi dan memastikan bantuan dapat segera disalurkan kembali.

"Kami memahami bahwa masyarakat sedang berada dalam situasi darurat akibat bencana banjir yang menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, dan terputusnya akses pangan," ujar Budi dikutip Minggu (30/11/2025).

Pihak Bulog ternyata sempat meminta agar gudangnya dijaga kepolisian dan TNI. "Dalam situasi darurat ini, terjadi aksi penjarahan di sejumlah ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret di Kota Sibolga. Kondisi tersebut kemudian berlanjut ke Gudang Bulog Sarudik Sibolga," ujar Pemimpin Wilayah Bulog Sumatera Utara, Budi Cahyanto, dalam keterangannya, Minggu (30/11/2025).

Bulog menyebut pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polres Sibolga dan Kodim Tapanuli Tengah untuk proses pengamanan gudang mereka. Anggota dari polsek dan koramil setempat sudah ditempatkan di area kompleks, namun fokus dari aparat saat itu membantu penanganan korban dan penanggulangan pasca bencana.

Setelah terjadi penjarahaan di sejumlah minimarket, Bulog sudah meminta agar adanya tambahan personel untuk menjaga gudang milik mereka. Namun sebelum personel tambahan itu datang, gudang keburu dijarah.

"Secara tiba-tiba massa berkumpul di depan Gudang Bulog Sarudik Sibolga. Massa memaksa masuk dengan merobohkan pagar gerbang, merusak gembok gudang, dan mengambil beras serta minyak goreng yang tersimpan di dalam gudang. Aparat telah berupaya melakukan penghalauan namun massa tidak terkendali karena desakan kebutuhan pangan," ujarnya.

Budi mengatakan pihaknya terus berupaya untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh pihak terkait agar distribusi bantuan dapat segera dipulihkan dan situasi dapat kembali kondusif.

"Kami memahami bahwa masyarakat sedang berada dalam situasi darurat akibat bencana banjir yang menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, dan terputusnya akses pangan," ujar Budi.

Bulog kini masih dalam proses pendataan jumlah beras dan minyak goreng yang diambil massa dari gudang. Komunikasi dengan tim lapangan juga mengalami kendala akibat gangguan sinyal di wilayah terdampak.

"Perhitungan jumlah beras dan minyak goreng yang diambil dari Gudang Sarudik masih dalam proses pendataan. Kami meminta dukungan semua pihak agar penanganan pasca kejadian ini dapat berjalan dengan baik dan tepat sasaran demi kepentingan masyarakat yang terdampak," tutup Budi.

Sebelum melakukan penjarahan di Bulog, beredar juga beberapa video penjarahan lainnya. Di antaranya terlihat masyarakat yang melakukan penjarahan ke salah satu minimarket untuk mencari logistik. Aksi tersebut dipicu keterlambatan logistik bantuan akibat kondisi wilayah yang terisolir. (Fajar/DetikSumut)

Tags
beritaTerkait
Geng Motor Serang Warga di Deli Tua, Motor dan Rumah Dirusak, Barang Diduga Dijarah
Warga Jalan Turi Kec Medan Denai Tolak Rencana RTH Dijadikan Tempat Pembuangan Sampah
Kapolda Sumut Whisnu Hermawan Sapa Warga di Berastagi, Ciptakan Kehangatan di Tengah Pengamanan Lebaran
Bhabinkamtibmas Polsek Salapian Aktif Sambangi Warga, Ajak Jaga Kamtibmas dan Waspada Narkoba
Bhabinkamtibmas Polsek Besitang Sambangi Warga Desa Halaban, Sampaikan Pesan Kamtibmas dan Bahaya Narkoba
Kapolres Pakpak Bharat dan Ketua Bhayangkari Berikan Bansos kepada Warga Kurang Mampu dan Panti Asuhan
komentar
beritaTerbaru