Pelanggaran Turun 56,7 Persen, Edukasi dan Pengawasan Semakin Masif
POSMETRO MEDAN Medan Memasuki hari ke10 pelaksanaan Operasi Keselamatan Toba 2026 yang dimulai sejak 2 Februari 2026, jajaran Polda Sumut
Medan 9 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan - Gubernur Sumut Bobby Nasution menemui para massa Ojek Online (Ojol) yang tergabung dalam Gabungan Komunitas-komunitas ojol Medan Sumatera Utara (Godams) pada saat aksi unjuk rasa di depan kantor Gubernur Sumut, Selasa (20/5/2025).
Dari hasil pertemuan itu, Bobby berjanji akan mempelajari beberapa tuntutan yang mungkin bisa dibantu oleh pihak pemerintah daerah.
Pada saat aksi unjuk rasa, para driver ojol mengeluhkan berbagai hal. Diantaranya potongan tarif harga yang tidak masuk di akal serta meminta jaminan perlindungan dan keselamatan kerja.
Baca Juga:
"Pak Bobby, potongan yang kami terima cukup besar. Kami yang cari nafkah, tapi kami juga yang harus membayar potongan. Sementara para aplikator hanya menerima dan melakukan program potongan sesuka hati," ucap seorang driver perempuan yang turut ikut aksi unjuk rasa.
Bukan hanya itu, seorang driver ojol lainnya, juga menyampaikan keluhannya tentang tidak adanya jaminan perlindungan dan kesehatan kerja yang diterima.
Baca Juga:
"Sudahlah penghasilan kami yang kena potong, kami pun tidak dapat keselamatan kerja. Untuk itu kami tuntut penolakan aplikasi Grab Bike Hemat. Karena itu cukup merugikan," jelasnya.
Berikut empat tuntutan yang disampaikan para Ojol:
Mendengar hal itu, Bobby Nasution pun menyampaikan, dari empat tuntutan yang disampaikan, pihaknya berjanji akan mempelajari dan mempertimbangkan untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (PERPPU).
"Ada empat tuntutan ini, setidaknya saya janji tuntutan pertama terkait PERPPU kami pelajari dulu. Apabila bisa dijadikan Perda, akan kami terbitkan," ucapnya di hadapan ratusan ojol.
Untuk tiga tuntutan lain, kata Bobby menurutnya sudah masuk ranah perusahaan.
"Kalau tiga tuntutan lain, sudah masuk ranah perusahaan. Tetapi kita mintalah perwakilan dari perusahaan ojek online bisa mengabulkan satu dari tiga tuntutan lainnya," jelasnya.
Bobby pun meminta, seluruh Perwakilan tiga aplikator seperti Grab, Gojek, Maxim untuk segera mengabulkan tuntutan para ojol.
"Saya minta waktu dua minggu setiap para Perwakilan aplikator untuk bisa mengabulkan tuntutan para ojol," jelasnya.
Sementara itu, dari masing-masing aplikator seperti pihak Grab, Gojek, dan Maxim akan menyampaikan tuntutan tersebut ke perusahaannya masing-masing.
"Akan kami sampaikan dulu ke pusat terkait tuntutan ini pak," ucap tiga pihak aplikator yang datang dan menemui para massa bersama Bobby Nasution.
Mendengar jawaban itu, para driver ojol pun menyelesaikan aksinya dan bubar meninggalkan kantor Gubernur Sumut.
Lalulintas Dialihkan
Petugas Lalulintas cukup kewalahan menghadapi massa driver ojek online yang turun ke Jalan Pangeran Diponegoro, Kelurahan Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, Selasa (20/5/2025).
Tampak petugas kepolisian kesusahan mengatur lalu lintas karena massa driver ojek online menutup badan jalan dan memarkirkan kendaraannya di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara tepatnya di Jalan Pangeran Diponegoro.
Petugas kepolisian mengalihkan pengendara yang hendak melewati Jalan Pangeran Diponegoro. Pengendara diarahkan menuju Jalan Kartini kemudian menuju Jalan imam Bonjol.
Kepala Unit Pengaturan Penjagaan Pengawalan dan Patroli (Turjagwali) Polrestabes Medan Iptu Timor Tarigan mengatakan ada sekitar 50 petugas yang diturunkan untuk membantu mengatur arus lalu lintas di Jalan Pangeran Diponegoro.
Timor mengatakan semua kendaraan yang akan melewati Jalan Pangeran Diponegoro dilakukan pengalihan menuju Jalan Kartini.
"Kami akan berjaga untuk mengatur arus lalulintas kendaraan yang melewati jalan Pangeran Diponegoro dan akan diarahkan ke Jalan Kartini menuju imam Bonjol," katanya saat ditemui di depan Kantor Gubernur Sumatera, Selasa (20/5/2025).
Sementara itu Jalan Pangeran Diponegoro tepatnya di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara ditutup sementara.
Hal ini dikarenakan sepeda motor para driver ojol menutupi ruas jalan. Iptu Timor Tarigan mengatakan ada sekitar 1200 driver ojol yang turun ke jalan. (wan/tribun)
POSMETRO MEDAN Medan Memasuki hari ke10 pelaksanaan Operasi Keselamatan Toba 2026 yang dimulai sejak 2 Februari 2026, jajaran Polda Sumut
Medan 9 jam lalu
POSMETRO MEDANTapanuli Selatan Personel Satuan Brimob Polda Sumut terus menunjukkan komitmen dalam mendukung pemulihan pascabencana banj
Sumut 9 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Medan Komisaris dan Direksi PT Bank Sumut (Perseroda) kompak bicara tentang transformasi perusahaan yang diharapkan dapat
Medan 9 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Taoanuli Selatan Kepedulian terhadap warga terdampak bencana kembali ditunjukkan oleh personel Satuan Brimob Polda Sumut. P
Sumut 9 jam lalu
Polda Sumut Gagalkan Peredaran 20 Kg Ganja Asal Aceh, Tiga Pelaku Diamankan di Medan
Kriminal 9 jam lalu
Rico Waas Terima Kunjungan Reses DPRD Sumut, Bahas Soal Infrastruktur Hingga Banjir.
Medan 10 jam lalu
Pemerintah Kota Medan melalui Inspektorat menyatakan menghormati sepenuhnya proses hukum yang saat ini tengah berjalan terkait Lurah Terjun.
Medan 10 jam lalu
Banjir Rendam Sejumlah Wilayah di Tapanuli Tengah, BPBD Siagakan GOR Pandan untuk Evakuasi
Peristiwa 10 jam lalu
Zakiyuddin Harahap Harap HIPMI Sumut Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah.
Medan 11 jam lalu
Pelaku Curat dan Penadah Sepeda Motor Curian Diringkus Unit Reskrim Polsek Teluk Nibung.
Kriminal 13 jam lalu