Diduga Mencuri 11 Alat Musik Gereja, Sopir Taksi Online di Medan 'Gol'
Sopir taksi online di Medan berinisial JST (21) mencuri 11 alat musik gereja yang totalnya mencapai Rp61 juta.
Kriminal 6 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Tanah Karo -Momen pengambilan rapor di sekolah selama ini kerap identik dengan kehadiran sosok ibu. Namun paradigma tersebut mulai bergeser sejak lahirnya gerakan ayah mengambil rapor (Gemar) ke sekolah. Gerakan ini menempatkan ayah sebagai figur penting dalam proses pendidikan anak, bukan hanya ayah sekedar pencari nafkah di keluarga, tetapi juga sebagai pendamping tumbuh kembang akademik dan emosional anak.
Ditengah meningkatnya kekhawatiran terhadap fenomena minimnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan, gerakan ini hadir sebagai membangun kembali peran ayah dalam berkeluarga.
Gerakan ayah mengambil rapor ke sekolah resmi diluncurkan pada Desember 2025. Peluncuran ditandai dengan surat edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor : 14 Tahun 2025 tanggal 01 Desember 2025, dengan tujuan mendorong keterlibatan aktif ayah dalam pendidikan anak seperti meningkatkan kedekatan emosional ayah dan anak, menumbuhkan rasa kepercayaan diri anak dan juga memperkuat komunikasi antara orang tua dan guru.
Kenapa gerakan ini dinilai penting ?, Gerakan ayah mengambil rapor dinilai penting karena berdasarkan penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan ayah berpengaruh signifikan terhadap prestasi akademik, stabilitas emosional juga prilaku sosial anak. Gerakan ini juga membawa pesan simbolik bahwa ayah hadir,peduli dan bertanggung jawab atas masa depan anaknya.
Selain itu gerakan ini bukan kewajiban hukum, melainkan ajakan moral yang menekankan peran ayah sebagai figur pendamping, bukan pengganti peran ibu.
Pelaksana Tugas (PLT) Dinas Pendidikan Kab.Karo, Leonar Girsang saat dikonfirmasi melalui pesan whatsapp perihal gerakan ayah mengambil rapor (Gemar) pukul 17.30 Wib mengatakan, " Itu lampiran dan penjelasan gerakan ini udah kukirim,hanya kalau bisa dan memungkinkan saja maka bapak/ayah yang mengambil raportnya, jadi bukan wajib dan sudah kita lakukan penjelasan ke sekolah sekolah," balas pelaksana.
Maka tibalah waktunya, Jumat (19/12) di sekolah dasar (SD) Methodist Kabanjahe, Jalan Samura menggelar gerakan ayah mengambil rapor. Dikatakan Saferius Sembiring orang tua siswa kelas 2 SD, bahwa gerakan mengambil rapor sangat positif bagi saya, karena momen ini bisa menambah kebahagiaan dan kepercayaan diri anak, katanya.
"Gerakan ayah mengambil rapor sangat positif, karena momen ini bisa menambah kebahagiaan dan kepercayaan diri" tutup Saferius Sembiring.(jpg).
Sopir taksi online di Medan berinisial JST (21) mencuri 11 alat musik gereja yang totalnya mencapai Rp61 juta.
Kriminal 6 jam lalu
Sinergi Polsek Bosar Maligas Dan Jahtanras Polres Simalungun Berbuah Manis Pencuri Ternak Lembu Yang Beraksi Dua Kali Berhasil Diringkus.
Peristiwa 7 jam lalu
LIPPSU Pemberitaan Ketua KORMI Sumut Dipanggil Polda Hoaks!
Sumut 7 jam lalu
260 Siswa di Berastagi Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Orang Tua Minta Program Dihentikan Sementara.
Peristiwa 7 jam lalu
Puan Maharani Berjanji tak Ada Lagi Joget di DPR RI.
Inter-Nasional 8 jam lalu
Perkuat Sistem Merit, Pemkab Karo Ekspose Manajemen Talenta ASN di BKN Pusat.
Berita 9 jam lalu
Wakil Wali Kota Tanjungbalai Hadiri Haul ke25 Allahuyarham Syekh H Mustafa BS Rokan.
Sumut 9 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Jajaran Kecamatan Medan Baru bersama Koramil 05 Medan Baru dan Polsek Medan Baru membagikan Bendera Merah Putih kepad
Medan 9 jam lalu
BANPT Tetapkan UDA Tak Memenuhi Syarat Peringkat Akreditasi, Ini Pesan LLDikti Wilayah I ke Mahasiswa.
Medan 10 jam lalu
Posmetro Medan, Karo Pelaksanaan vaksinasi bagi siswa SD Negeri 047164 Seberaya, Kabupaten Karo, menuai tanda tanya. Pasalnya, Dinas Pendi
Peristiwa 10 jam lalu