Potret Suram SMPN 2 Satap Aek Kuo, Toilet Tanpa Pintu dan Dugaan Penguapan Dana BOS
Potret Suram SMPN 2 Satap Aek Kuo, Toilet Tanpa Pintu dan Dugaan Penguapan Dana BOS.
Sumut 27 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Medan -- PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU) menjadi salah satu dari 28 perusahaan yang izinnya dicabut oleh Presiden Prabowo Subianto. Perusahaan tersebut dinilai merusak lingkungan serta melanggar ketentuan pemanfaatan kawasan hutan di Sumatra Utara.
Saat terjadi bencana alam berupa banjir dan longsor di Pulau Sumatra, PT Toba Pulp Lestari sempat dikaitkan dengan peristiwa tersebut. Perusahaan ini dituding sebagai salah satu pihak yang menjadi biang kerok terjadinya banjir dan longsor.
Namun, tudingan tersebut dibantah PT Toba Pulp Lestari melalui surat resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 1 Desember 2025.
"Perseroan dengan tegas membantah tuduhan bahwa operasional perusahaan menjadi penyebab bencana ekologi," ujar Corporate Secretary Anwar Lawden.

Namun, setelah Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) mempercepat audit dan pemeriksaan pasca terjadinya bencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Hasil percepatan audit tersebut kemudian dilaporkan dalam rapat terbatas yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dari London, Inggris, pada Senin, 19 Januari 2026, melalui konferensi video.
Berdasarkan laporan tersebut, Prabowo mengambil keputusan tegas dengan mencabut izin 28 perusahaan yang terbukti melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan.
"Dua puluh delapan perusahaan tersebut terdiri dari 22 Perusahaan Berusaha Pemanfaatan Hutan atau PBPH Hutan Alam dan Hutan Tanaman," ujar Menteri Pras.
"Serta enam perusahaan di bidang tambang, perkebunan, dan perizinan berusaha pemanfaatan hasil hutan kayu atau PBPHHK," lanjutnya.
Lalu, siapa pemilik PT Toba Pulp Lestari? Berikut ulasannya.
Saat ini, pemilik PT Toba Pulp Lestari adalah Allied Hill Limited, perusahaan holding investasi asal Hong Kong. Allied Hill Limited resmi mengambil alih saham PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU) pada Selasa, 10 Juni 2025.
Dalam keterbukaan informasi BEI, Allied Hill Limited mengakuisisi 1.283.649.894 saham INRU dengan tujuan memperluas portofolio dan memperkuat bisnis di pasar pulp global.
Dengan demikian, total kepemilikan Allied Hill Limited atas saham PT Toba Pulp Lestari mencapai 1.283.649.894 saham.
Saat ini, Allied Hill Limited menguasai 92,54 persen saham, sementara sisa 7,46 persen dimiliki publik. Allied Hill Limited merupakan entitas holding yang sepenuhnya dimiliki oleh Everpro Investments Limited milik Joseph Oetomo, seorang pria berkebangsaan Singapura.
(wan/okezone)
Potret Suram SMPN 2 Satap Aek Kuo, Toilet Tanpa Pintu dan Dugaan Penguapan Dana BOS.
Sumut 27 menit lalu
Gema selawat dan lantunan ayat suci AlQur&rsquoan memenuhi Aula Ahmad Dewi Syukur, Kamis (14/5/2026).
Sumut satu jam lalu
POSMETRO MEDAN Dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman kepada umat Kristiani yang melaksanakan ibadah Kenaikan Yesus Kristus, Tim Ji
Sumut 3 jam lalu
Posmetro Medan , Binjai Satuan Reserse Narkoba Polres Binjai berhasil mengungkap 3 (tiga) kasus tindak pidana narkotika dalam satu hari
Kriminal 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Akibat aksi nekatnya membobol Mess Polda Aceh, yang terletak di Jalan Tengah, nomor 140 A, Kelurahan Mesjid, Kecama
Kriminal 4 jam lalu
POSMETRO MEDANSatreskrim Polrestabes Medan tengah menangani kasus dugaan tindak pidana kekerasan seksual yang disertai ancaman kekerasan me
Medan 6 jam lalu
POSMETRO MEDAN,PERCUT SEI TUAN Keluhan petani soal jalan rusak, irigasi, banjir yang kerap merendam sawah langsung ditampung Bupati Deli S
Sumut 6 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Pancur Batu Pemerintah Kabupaten Deli Serdang menyerahkan insentif pemungutan PBBP2 Triwulan I kepada camat, kepala desa h
Sumut 6 jam lalu
Dua Link Video 45 Detik Kebaya Cokelat Viral di X, Benarkah Ada Full Durasi Tanpa Sensor?
Inter-Nasional 6 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Pancur Batu Pemerintah Kabupaten Deli Serdang bersama PT Galatta Lestarindo meresmikan gedung rawat inap dua lantai RSUD P
Medan 7 jam lalu