Kamis, 12 Februari 2026

Dari Lahan Kosong ke Hunian Layak, Polda Sumut Percepat Rumah Warga Terdampak Bencana di Sipirok

Salamudin Tandang - Jumat, 23 Januari 2026 11:24 WIB
Dari Lahan Kosong ke Hunian Layak, Polda Sumut Percepat Rumah Warga Terdampak Bencana di Sipirok
Ist
Hingga Jumat (23/1/2026), personel Brimob percepatan pembangunan rumah kopel hunian sementara (Huntara) sekaligus melakukan pengecekan lahan hunian tetap (Huntap) di Kecamatan Sipirok.

POSMETRO MEDAN,Tapanuli Selatan — Polda Sumit melalui Satuan Brimob terus berperan aktif dalam percepatan pemulihan pascabencana alam di wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan.

Hingga Jumat (23/1/2026), personel Brimob melaksanakan kegiatan percepatan pembangunan rumah kopel hunian sementara (Huntara) sekaligus melakukan pengecekan lahan hunian tetap (Huntap) di Kecamatan Sipirok.

Kegiatan dipusatkan di Posko Brimob Desa Aek Latong, Kecamatan Sipirok, dan dipimpin langsung oleh Wadanyon C Sat Brimob Polda Sumut, AKBP Sarijo, S.Pd., M.H. Fokus utama kegiatan ini adalah memastikan pembangunan Huntara berjalan sesuai rencana serta kesiapan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan Huntap bagi warga terdampak bencana.

Baca Juga:

Pembangunan Huntara saat ini telah memasuki tahap awal dengan progres empat unit rumah kopel yang sedang dikerjakan di atas lahan seluas kurang lebih dua hektare. Sementara itu, lahan Huntap yang berlokasi berdekatan dengan area Huntara masih dalam proses pemerataan tanah menggunakan satu unit alat berat jenis dozer, sebagai bagian dari persiapan pembangunan hunian permanen.

AKBP Sarijo menjelaskan bahwa keterlibatan Brimob bersama TNI tidak hanya bertujuan mempercepat proses fisik pembangunan, tetapi juga memastikan seluruh tahapan berjalan aman, tertata, dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Baca Juga:

"Kami berupaya hadir sejak tahap awal, mulai dari penyiapan lahan hingga pembangunan hunian. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk membantu masyarakat terdampak bencana agar segera memiliki tempat tinggal yang layak dan aman," ujar AKBP Sarijo.

Menurutnya, sinergi lintas sektor sangat penting agar proses transisi dari masa darurat menuju pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan. Keberadaan Huntara diharapkan mampu menjadi solusi sementara yang nyaman, sembari menunggu rampungnya pembangunan Huntap sebagai hunian jangka panjang.(lam)

Tags
beritaTerkait
Pelanggaran Turun 56,7 Persen, Edukasi dan Pengawasan Semakin Masif
Brimob Polda Sumut Pastikan Keamanan Pembangunan Hunian bagi Korban Banjir dan Longsor Sipirok
Komisaris–Direksi Kompak Jalankan Transformasi, Bank Sumut Bidik Kinerja Lebih Kompetitif
Brimob dan Warga Dirikan Hunian Tetap Korban Banjir di Tolang Julu
Polda Sumut Gagalkan Peredaran 20 Kg Ganja Asal Aceh, 3 Pelaku Diamankan di Setia Budi Medan
Rico Waas Terima Kunjungan Reses DPRD Sumut, Bahas Soal Infrastruktur Hingga Banjir
komentar
beritaTerbaru