Pelanggaran Turun 56,7 Persen, Edukasi dan Pengawasan Semakin Masif
POSMETRO MEDAN Medan Memasuki hari ke10 pelaksanaan Operasi Keselamatan Toba 2026 yang dimulai sejak 2 Februari 2026, jajaran Polda Sumut
Medan 11 jam lalu
POSMETROMEDAN, Medan — Hingga 5 Februari 2026, nasib ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) paruh waktu di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara masih berada dalam ketidakpastian. Hak dasar berupa gaji atas pekerjaan yang telah mereka jalani belum juga diterima, tanpa penjelasan resmi dari pemerintah daerah.
Kondisi memprihatinkan ini tidak hanya terjadi di tingkat provinsi, tetapi juga dirasakan P3K paruh waktu di Kabupaten Deli Serdang, Kota Medan, serta sejumlah daerah lain di Sumut. Para P3K mengaku telah aktif bekerja, menjalankan tugas pelayanan publik setiap hari, namun hingga kini belum mengetahui kapan jerih payah mereka akan dibayarkan.
"Kami ini sudah kerja, Bang. Datang, absen, melayani masyarakat. Tapi soal gaji, nihil. Sampai sekarang tidak ada kepastian," ujar seorang P3K paruh waktu yang enggan disebutkan namanya.
Keluhan para P3K semakin memuncak karena minimnya transparansi dan komunikasi dari instansi terkait. Tidak ada pengumuman resmi, tidak ada surat edaran, bahkan sekadar penjelasan lisan pun jarang mereka terima.
Yang lebih ironis, sejumlah P3K mengungkapkan bahwa nomor rekening mereka belum pernah diminta oleh pihak berwenang, sebuah fakta yang memunculkan dugaan bahwa proses administrasi pembayaran gaji bahkan belum disiapkan dengan matang.
"Nomor rekening kami aja belum diminta sampai sekarang, Bang. Kalau administrasi dasar saja belum beres, gimana mau gajian? Ini bukan sekadar telat, ini sudah mengkhawatirkan," ucapnya dengan nada kecewa.
Di balik angka dan administrasi, ada keluarga yang bergantung pada penghasilan tersebut. Para P3K paruh waktu mengaku mulai kesulitan memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari, mulai dari biaya makan, listrik, kontrakan, hingga biaya sekolah anak.
"Di rumah sudah menjerit, Bang. Kami juga manusia, punya istri, anak, orang tua. Kebutuhan hidup tidak bisa ditunda, tapi hak kami seolah bisa diabaikan," tambah sumber tersebut.
Situasi ini dinilai sangat miris, mengingat P3K merupakan bagian dari aparatur negara yang berperan penting dalam menopang pelayanan publik. Namun ironisnya, justru mereka yang berada di garis depan pelayanan harus menghadapi ketidakpastian ekonomi akibat lambannya kebijakan dan pengelolaan keuangan daerah.
Sejumlah P3K mempertanyakan komitmen pemerintah daerah terhadap kesejahteraan aparatur. Mereka menilai negara terlalu mudah menuntut profesionalisme dan loyalitas, tetapi lalai dalam memenuhi kewajiban dasarnya.
POSMETRO MEDAN Medan Memasuki hari ke10 pelaksanaan Operasi Keselamatan Toba 2026 yang dimulai sejak 2 Februari 2026, jajaran Polda Sumut
Medan 11 jam lalu
POSMETRO MEDANTapanuli Selatan Personel Satuan Brimob Polda Sumut terus menunjukkan komitmen dalam mendukung pemulihan pascabencana banj
Sumut 11 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Medan Komisaris dan Direksi PT Bank Sumut (Perseroda) kompak bicara tentang transformasi perusahaan yang diharapkan dapat
Medan 11 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Taoanuli Selatan Kepedulian terhadap warga terdampak bencana kembali ditunjukkan oleh personel Satuan Brimob Polda Sumut. P
Sumut 11 jam lalu
Polda Sumut Gagalkan Peredaran 20 Kg Ganja Asal Aceh, Tiga Pelaku Diamankan di Medan
Kriminal 12 jam lalu
Rico Waas Terima Kunjungan Reses DPRD Sumut, Bahas Soal Infrastruktur Hingga Banjir.
Medan 12 jam lalu
Pemerintah Kota Medan melalui Inspektorat menyatakan menghormati sepenuhnya proses hukum yang saat ini tengah berjalan terkait Lurah Terjun.
Medan 12 jam lalu
Banjir Rendam Sejumlah Wilayah di Tapanuli Tengah, BPBD Siagakan GOR Pandan untuk Evakuasi
Peristiwa 12 jam lalu
Zakiyuddin Harahap Harap HIPMI Sumut Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah.
Medan 14 jam lalu
Pelaku Curat dan Penadah Sepeda Motor Curian Diringkus Unit Reskrim Polsek Teluk Nibung.
Kriminal 15 jam lalu