Ganja 10 Kg Gagal Edar di Padangsidimpuan, Seorang Terduga Pelaku 'Gol'
Ganja 10 Kilogram Gagal Edar di Padangsidimpuan, Seorang Terduga Pelaku Diamankan.
Sumut 11 menit lalu
Geger se Indonesia, seorang anak gegara dugaan tak mampu membeli peralatan belajar di NTT akhirnya memilih mengakhiri hidupnya. Ironis, di negeri kaya emas, tambang dan perkebunan. Warganya mengakhiri hidup gegara tak mampu memenuhi kebutuhan dasar yang padahal itu kewajiban negara sebagaimana termaktub di UU.
Saya tidak ingin bicara jauh. Di daerah saya, Sumatera Utara sesuai data yang ada pada pemerintah sendiri ada puluhan ribu anak tidak sekolah, itu angka di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang saja .
Kita bisa bayangkan, bagaimana "ledakan sosial" dari puluhan ribu anak tidak sekolah ini. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah mungkin bisa berkelit sudah berupaya maksimal. Tapi pertanyaan mendasar, puluhan tahun Indonesia merdeka. Kenapa tidak ada terobosan untuk mengkapitalisasi anak tidak sekolah ini menjadi teredukasi ?
Baca Juga:
Persoalan anak di negeri ini memang aneh penanganannya. Ketika ada kasus , orang orang pada ribut dan terperangah membicarakannya. Lalu kemudian beriring waktu melupakannya. Tidak ada mitigasi dan langkah yang jelas untuk penanganan agar masalah yang sama tak terjadi lagi dikemudian hari.
Baru - baru ini saja di Medan, seorang anak diduga membunuh ibu kandungnya. Pelakunya anak bawah umur, perempuan pula, di sekolah baik terlihat dan tak ada menyangka di rumahnya ternyata kondisi seperti "dunia zombie".
Di Deli Serdang, seorang anak dijemput kepolisian dari sekolahnya karena terlibat begal. Jika yang bersekolah saja pun masih terdapat kasus demikian, apalagi yang berada di luar sekolah.
Lalu mari kita bicara sejauh mana aksi negara terhadap anak ini. Baru-baru ini seorang anggota DPR RI menyemprot wakil menteri PPA gegara minim terobosan program.
Di tingkat daerah malah lebih parah. Anggaran persoalan anak diluar bantuan pendidikan yang memang dari dulu sudah ada amat minim. Lihat saja hal tersebut dalam kuota anggaran yang disediakan untuk persoalan sosial anak.
Padahal anak adalah wajah negeri ini di masa depan. Saya tidak ingin berpolemik tentang MBG disini. Tapi saya ingin menyampaikan, persoalan anak bukan hanya gizi yang urgen sekarang ini, tetapi juga "political will" itu sendiri.
Program yang copy paste dari tahun ke tahun menyebabkan pemborosan anggaran, sehingga jangankan daerah menjadi layak anak. Uang pajak rakyat malah terkesan sia-sia karena persoalan anak di negeri ini bukan menurun malah meningkat ekskalasinya.
Ganja 10 Kilogram Gagal Edar di Padangsidimpuan, Seorang Terduga Pelaku Diamankan.
Sumut 11 menit lalu
Skandal Moral Bongkar Jabatan! Terbukti Plesiran Mesra, Ketua Bawaslu Labuhanbatu Wahyudi Resmi Dicopot DKPP RI.
Peristiwa 42 menit lalu
Polres Humbahas Gerebek Judi Tembak Ikan di Desa Hutajulu, Tiga Pelaku Diamankan.
Sumut satu jam lalu
2 Terduga Pelaku Pencurian di Binjai Ditangkap Polisi.
Sumut 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN,MEDANAkrobat penegakan hukum di wilayah Kejaksaan Negeri Langkat meyeruak hingga puncak. Eksekusi Alexander Halim alias Lim
Medan 4 jam lalu
2 terduga pembunuh Wakil Rektor IT&B Indonesia Kabanjahe Ditangkap.
Peristiwa 4 jam lalu
Membongkar Tipikal Oknum Intel yang Jadi Sempat Viral Karena Mengejek Massa Pendemo.
Peristiwa 6 jam lalu
Sembunyikan Sabu di Bawah Bunga, Lansia di Pegajahan Diringkus Polres Sergai
Sumut 6 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Jakarta Kain tenun Deli Serdang tampil dalam Parade Pakaian Daerah (Wastra) Ketua Dekranasda Kabupaten/Kota pada Kriyanus
Inter-Nasional 17 jam lalu
POSMETRO MEDANMEDAN Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Tebing Tinggi menuntut terdakwa dugaan suap proyek jaringan internet Dinas K
Sumut 17 jam lalu