Wali Kota Medan Rico Waas Dorong Warga Medan Tolak Judol
Kehadiran Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya Hafid di Kota Medan membawa informasi bahwa Judi Online (Judol) merusak generasi
Medan 2 jam lalu
Geger se Indonesia, seorang anak gegara dugaan tak mampu membeli peralatan belajar di NTT akhirnya memilih mengakhiri hidupnya. Ironis, di negeri kaya emas, tambang dan perkebunan. Warganya mengakhiri hidup gegara tak mampu memenuhi kebutuhan dasar yang padahal itu kewajiban negara sebagaimana termaktub di UU.
Saya tidak ingin bicara jauh. Di daerah saya, Sumatera Utara sesuai data yang ada pada pemerintah sendiri ada puluhan ribu anak tidak sekolah, itu angka di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang saja .
Kita bisa bayangkan, bagaimana "ledakan sosial" dari puluhan ribu anak tidak sekolah ini. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah mungkin bisa berkelit sudah berupaya maksimal. Tapi pertanyaan mendasar, puluhan tahun Indonesia merdeka. Kenapa tidak ada terobosan untuk mengkapitalisasi anak tidak sekolah ini menjadi teredukasi ?
Baca Juga:
Persoalan anak di negeri ini memang aneh penanganannya. Ketika ada kasus , orang orang pada ribut dan terperangah membicarakannya. Lalu kemudian beriring waktu melupakannya. Tidak ada mitigasi dan langkah yang jelas untuk penanganan agar masalah yang sama tak terjadi lagi dikemudian hari.
Baru - baru ini saja di Medan, seorang anak diduga membunuh ibu kandungnya. Pelakunya anak bawah umur, perempuan pula, di sekolah baik terlihat dan tak ada menyangka di rumahnya ternyata kondisi seperti "dunia zombie".
Di Deli Serdang, seorang anak dijemput kepolisian dari sekolahnya karena terlibat begal. Jika yang bersekolah saja pun masih terdapat kasus demikian, apalagi yang berada di luar sekolah.
Lalu mari kita bicara sejauh mana aksi negara terhadap anak ini. Baru-baru ini seorang anggota DPR RI menyemprot wakil menteri PPA gegara minim terobosan program.
Di tingkat daerah malah lebih parah. Anggaran persoalan anak diluar bantuan pendidikan yang memang dari dulu sudah ada amat minim. Lihat saja hal tersebut dalam kuota anggaran yang disediakan untuk persoalan sosial anak.
Padahal anak adalah wajah negeri ini di masa depan. Saya tidak ingin berpolemik tentang MBG disini. Tapi saya ingin menyampaikan, persoalan anak bukan hanya gizi yang urgen sekarang ini, tetapi juga "political will" itu sendiri.
Program yang copy paste dari tahun ke tahun menyebabkan pemborosan anggaran, sehingga jangankan daerah menjadi layak anak. Uang pajak rakyat malah terkesan sia-sia karena persoalan anak di negeri ini bukan menurun malah meningkat ekskalasinya.
Kehadiran Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya Hafid di Kota Medan membawa informasi bahwa Judi Online (Judol) merusak generasi
Medan 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Madina Panitia Penerimaan Murid Baru Madrasah (PMBM) Jalur Reguler Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Mandailing Natal Ta
Sumut 2 jam lalu
Medan Persoalan tunggakan SPP yang menimpa seorang siswa SMP Panca Budi akhirnya menemukan titik terang.
Medan 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN Jajaran Polrestabes Medan menunjukkan komitmen tanpa kompromi dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah hukum
Medan 4 jam lalu
Posmetro Medan, LabuhanbatuBupati Labuhanbatu, Maya Hasmita menegaskan para kepala desa merupakan ujung tombak yang berhadapan langsung den
Sumut 4 jam lalu
Satres Narkoba Polres Labuhanbatu Sikat Pengedar di Kebun Sawit, 20 Paket Sabu Siap Edar Disita.
Sumut 6 jam lalu
20 Gedung Baru dan Fasum Berdiri di Polda Sumut, Kapolda Simbol Perubahan
Medan 6 jam lalu
Polisi Bongkar Sindikat Prostitusi Anak di Medan, Bos dan 3 Anak Buah Ditangkap
Kriminal 7 jam lalu
Pasangan kekasih Live Streaming Porno di Hotel Medan, Sehari Bisa Cuan Rp 500 Ribu.
Peristiwa 7 jam lalu
Satreskrim Polres Binjai berhasil meringkus dua pelaku begal terhadap seorang pelajar, Selasa 12 Mei 2026 sore.
Kriminal 7 jam lalu