Job Fair Kedua Deli Serdang Libatkan 30 Perusahaan
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Pemerintah Kabupaten Deli Serdang kembali menggelar Job Fair 2026 dengan melibatkan 30 perusahaan, sebagai up
Sumut 2 jam lalu
Geger se Indonesia, seorang anak gegara dugaan tak mampu membeli peralatan belajar di NTT akhirnya memilih mengakhiri hidupnya. Ironis, di negeri kaya emas, tambang dan perkebunan. Warganya mengakhiri hidup gegara tak mampu memenuhi kebutuhan dasar yang padahal itu kewajiban negara sebagaimana termaktub di UU.
Saya tidak ingin bicara jauh. Di daerah saya, Sumatera Utara sesuai data yang ada pada pemerintah sendiri ada puluhan ribu anak tidak sekolah, itu angka di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang saja .
Kita bisa bayangkan, bagaimana "ledakan sosial" dari puluhan ribu anak tidak sekolah ini. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah mungkin bisa berkelit sudah berupaya maksimal. Tapi pertanyaan mendasar, puluhan tahun Indonesia merdeka. Kenapa tidak ada terobosan untuk mengkapitalisasi anak tidak sekolah ini menjadi teredukasi ?
Baca Juga:
Persoalan anak di negeri ini memang aneh penanganannya. Ketika ada kasus , orang orang pada ribut dan terperangah membicarakannya. Lalu kemudian beriring waktu melupakannya. Tidak ada mitigasi dan langkah yang jelas untuk penanganan agar masalah yang sama tak terjadi lagi dikemudian hari.
Baru - baru ini saja di Medan, seorang anak diduga membunuh ibu kandungnya. Pelakunya anak bawah umur, perempuan pula, di sekolah baik terlihat dan tak ada menyangka di rumahnya ternyata kondisi seperti "dunia zombie".
Di Deli Serdang, seorang anak dijemput kepolisian dari sekolahnya karena terlibat begal. Jika yang bersekolah saja pun masih terdapat kasus demikian, apalagi yang berada di luar sekolah.
Lalu mari kita bicara sejauh mana aksi negara terhadap anak ini. Baru-baru ini seorang anggota DPR RI menyemprot wakil menteri PPA gegara minim terobosan program.
Di tingkat daerah malah lebih parah. Anggaran persoalan anak diluar bantuan pendidikan yang memang dari dulu sudah ada amat minim. Lihat saja hal tersebut dalam kuota anggaran yang disediakan untuk persoalan sosial anak.
Padahal anak adalah wajah negeri ini di masa depan. Saya tidak ingin berpolemik tentang MBG disini. Tapi saya ingin menyampaikan, persoalan anak bukan hanya gizi yang urgen sekarang ini, tetapi juga "political will" itu sendiri.
Program yang copy paste dari tahun ke tahun menyebabkan pemborosan anggaran, sehingga jangankan daerah menjadi layak anak. Uang pajak rakyat malah terkesan sia-sia karena persoalan anak di negeri ini bukan menurun malah meningkat ekskalasinya.
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Pemerintah Kabupaten Deli Serdang kembali menggelar Job Fair 2026 dengan melibatkan 30 perusahaan, sebagai up
Sumut 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfostan) Kabupaten Deli Serdang, Sandra D
Sumut 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Percut Sei Tuan Warga Dusun XVIII Persil, Desa Percut, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, menyambut penuh s
Sumut 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Langkat Aliansi Masyarakat dan Kontraktor Kabupaten Langkat bersama Badan Pengurus Cabang Gabungan Pelaksana Konstruksi N
Peristiwa 3 jam lalu
Polisi Bekuk Maling Kabel anti petir milik Stasiun Radio Pantai Sibolga.
Sumut 4 jam lalu
Samosir Sukses Jadi Tuan Rumah Toba Caldera Culture Festival 2026, Bupati Vandiko Dorong Budaya Batak ke Dunia.
Global 5 jam lalu
Polres Tapanuli Tengah Ringkus Terduga Pengedar Sabu di Toko Sepatu di Pandan.
Peristiwa 6 jam lalu
POSMETRO MEDAN Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H., menegaskan komitmennya dalam memberantas berbagai tindak kejahatan 3
Sumut 7 jam lalu
Perkuat Sinergitas TNIPolri, Kapolrestabes Medan Silaturahmi Hangat ke Kodim 0201/Medan.
Medan 7 jam lalu
Satresnarkoba Polrestabes Medan Ringkus Residivis Pengedar Narkoba7 Paket Sabu Disita
Peristiwa 7 jam lalu