Minggu, 29 Maret 2026

Benaya Harobu Menangis Saat Bedah Buku Reset Indonesia di Medan

Evi Tanjung - Jumat, 06 Februari 2026 13:24 WIB
Benaya Harobu Menangis Saat Bedah Buku Reset Indonesia di Medan
ist
Bedah buku Reset Indonesia menghadirkan penulis Benaya Harobu dan jurnalis investigatif Dhandy Dwi Laksono di Serayu Cafe and Space, Jalan Sei Serayu, Medan.

Benaya menjelaskan bahwa buku Reset Indonesia lahir melalui riset panjang dengan pendekatan naratif.

Ia dan Dhandy Dwi Laksono berupaya menyampaikan isu-isu struktural secara lebih membumi agar mudah dipahami oleh masyarakat luas.

"Literasi kritis menjadi kunci untuk memperkuat partisipasi publik dalam demokrasi," ucap Benaya.

Ia menilai masyarakat perlu terus membangun keberanian untuk bersuara dan mempertanyakan kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat kecil. Menurutnya, membaca dan berdiskusi menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran kolektif.

Dukungan Isu Sosial dan Lingkungan

Jurnalis investigatif Dhandy Dwi Laksono menegaskan bahwa Reset Indonesia lahir dari kegelisahan terhadap berbagai persoalan struktural yang kerap terpinggirkan dalam wacana publik. Ia menilai buku tersebut merekam suara-suara yang selama ini terbungkam.

"Buku ini mencoba merekam suara-suara yang sering dibungkam dan mengajak pembaca untuk tidak sekadar menjadi penonton," ujar Dhandy.

Direktur Green Justice Indonesia (GJI). Panut Hadisiswoyo, turut mengangkat persoalan kerusakan lingkungan yang terus terjadi di berbagai daerah, termasuk Sumatera Utara, khususnya Mandailing Natal. Ia menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga ekologi dan menolak alih fungsi lahan yang merugikan.

"Tanpa keterlibatan masyarakat, kerusakan lingkungan tidak dapat kita hindari. Ekologi hutan akan terus terancam, alih fungsi lahan terus terjadi, dan masyarakat hanya akan menjadi korban bencana alam," paparnya.

Sementara itu, Direktur Utama Indata Komunika Cemerlang selaku penyelenggara kegiatan, Fika Rahma, menyampaikan bahwa diskusi berlangsung dinamis. Peserta aktif mengajukan pertanyaan terkait peran media, keberanian menyuarakan kebenaran, serta tantangan menghadapi tekanan kekuasaan.

Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru