Kamis, 12 Februari 2026

Saat Tambang Emas Martabe Terhenti, Harapan Pekerja Ikut Terpangkas

Evi Tanjung - Kamis, 12 Februari 2026 14:53 WIB
Saat Tambang Emas Martabe Terhenti, Harapan Pekerja Ikut Terpangkas
ist
Tambang Emas Martabe di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara

POSMETROMEDAN, Tapsel - Berhentinya aktivitas Tambang Emas Martabe di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara bukan hanya berdampak pada produksi. Dampak paling nyata justru dirasakan para tenaga kerja (terutama ratusan pekerja outsourcing) yang kehilangan pekerjaan dan penghasilan secara drastis pascabencana alam.

Sejak operasional tambang dihentikan sementara oleh pemerintah, peluang para pekerja untuk kembali bekerja menurun tajam. Banyak dari mereka kini hanya bisa tinggal di rumah tanpa aktivitas produktif yang jelas.

"Pendapatan sudah turun sekali. Banyak yang dirumahkan, terutama tenaga outsourcing," ungkap Kadis Ketenagakerjaan Tapsel Ahmad Raja Nasution.

Baca Juga:

Kondisi riil itu mengemuka, kata Raja, saat menerima audiensi pimpinan unit kerja Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PUK FSP KEP SPSI) dari PT Agincourt Resources (AR), pengelola Tambang Emas Martabe.

"Mereka punya keluarga, punya tanggungan hidup. Kini mereka mengadukan nasib ke pemerintah daerah terkait pekerjaan nasib mereka ke depan. Miris memang," sebut Raja.

Baca Juga:

Menurut Ketua SPSI PTAR, Gustiawan yang didampingi Sekretaris SPSI PTAR Rizki Abadi , Kamis, mereka yang dirumahkan tanpa kepastian pasca berhentinya operasional, para pekerja hanya menerima pemberitahuan dirumahkan.

Tidak ada kepastian kapan aktivitas kembali normal. Sebagian mencoba mencari pekerjaan lain, namun tidak mudah. "Tidak ada kegiatan. Sebagian mereka hanya menunggu. Ada yang nongkrong, ada yang coba kerja serabutan," tegasnya.

Menurut Gustiawan, dampak sosial mulai terasa pasca berhentinya operasi tambang. Mulai memunculkan masalah sosial baru. Bahkan, aktivitas ekonomi di sekitar tambang juga melemah, konsumsi menurun, dan biaya hidup tetap berjalan.

"Sekarang ini bukan hanya soal tenaga kerja. Dampak sosial ekonomi sudah mulai muncul. Tingkat pencurian mulai naik. Ini sinyal serius," katanya.

Menurutnya, pemerintah tidak boleh memandang persoalan ini secara sektoral. Dampak kebijakan harus dilihat secara komprehensif, karena menyentuh seluruh lapisan masyarakat (dari pekerja, UMKM, hingga keamanan sosial).

Tags
beritaTerkait
Pembukaan Pasar Murah Menyambut Ramadan dan Idulf Ftri di Taman Warna-warni Martubung
MTQ Kecamatan Medan Petisah Diramaikan Bazar UMKM
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumut Naslindo Sirait Tersangka Korupsi Rp7,8 Miliar
100 Hari Kinerja Kombes Jean Calvijn, Pengusaha UMKM Sekarang Jualan Lebih Aman
Pemko Medan Percepat Operasional UMKM Square USU, Segera Matangkan Pola Pengelolaan
Apresiasi Kirana Fest 2026, Camat Medan Selayang: UMKM Kunci Penguatan Ekonomi Wilayah
komentar
beritaTerbaru