Senin, 02 Maret 2026

Ekoteologi dalam Aksi, MTsN 1 Palas Wujudkan Iman melalui Gotong Royong

Evi Tanjung - Senin, 02 Maret 2026 14:35 WIB
Ekoteologi dalam Aksi, MTsN 1 Palas Wujudkan Iman melalui Gotong Royong
ist
Gotong royong usai tadarusan menumbuhan nilai nilai Ekoteologi bagi siswa MTSN 1 Palas

POSMETRO MEDAN, Mengisi kegiatan Ramadan 1447 H dengan aktivitas yang bernilai ibadah dan pembentukan karakter, MTsN 1 Padang Lawas melaksanakan gotong royong kelas pada les terakhir setelah rangkaian tadarusan Al-Qur'an, pelaksanaan Sholat Dhuhaa berjamaah, dan kultum pagi. Sabtu.

Sejak pagi hari, siswa terlebih dahulu mengikuti tadarusan bersama di kelas masing-masing yang dipandu oleh guru. Kegiatan dilanjutkan dengan Sholat Dhuhaa berjamaah di lingkungan madrasah, kemudian diisi dengan kultum singkat yang menekankan pentingnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari iman.

Baca Juga:

Usai seluruh rangkaian ibadah tersebut, pada jam pelajaran terakhir, siswa bersama wali kelas melaksanakan gotong royong membersihkan ruang kelas dan area sekitar. Mereka menyapu lantai, membersihkan kaca jendela, merapikan meja dan kursi, serta menata kembali sudut literasi dan tanaman hias di depan kelas.

Kegiatan ini merupakan bagian dari penerapan nilai ekoteologi yang terus dikembangkan di madrasah. Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya diajak memahami ajaran agama secara teoritis, tetapi juga mempraktikkannya dalam kehidupan nyata, termasuk dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Baca Juga:

Kepala MTsN 1 Padang Lawas, Hj. Mahyarni Junida Nasution, S.Pd., M.A., menyampaikan bahwa integrasi ibadah dan aksi nyata menjadi ciri khas pembinaan karakter di bulan Ramadan.

"Kami sengaja menempatkan gotong royong setelah tadarus, Sholat Dhuhaa, dan kultum agar siswa memahami bahwa ibadah tidak berhenti pada ritual saja, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata, termasuk menjaga kebersihan lingkungan," ungkapnya,

Dia menambahkan bahwa budaya bersih harus menjadi karakter yang tumbuh dari kesadaran, bukan sekadar kewajiban.

"Ramadan adalah momentum penyucian diri. Lingkungan yang bersih mencerminkan hati yang bersih. Inilah nilai ekoteologi yang ingin kita tanamkan kepada siswa," tambahnya.

Muhammad Syukron Siregar,S.Sos selaku Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan turut memberikan arahan sebelum kegiatan gotong royong dimulai. Ia mengingatkan pentingnya kebersamaan dan tanggung jawab dalam merawat fasilitas madrasah.

Tags
beritaTerkait
3000 Personel Dari 21 Kecamatan Gotong Royong Raya Di Medan Helvetia
Bersatu Untuk Sesama,Camat Medan Selayang Pimpin Apel Dan Aksi Gotong Royong Massal
Dinas SDABMBK : Gotong Royong Pembersihan Parit Dan Lingkungan Pasca Banjir Di Kota Medan
Ketika Wali Kota Rico Waas Turun Menyerap Keluhan dan Harapan Warga
Wali Kota Rico Waas Serap Keluhan Warga Medan Tuntungan
Gotong Royong Massal Berjalan Baik dan Ramai
komentar
beritaTerbaru