Baca Juga:
Sementara Dr. M. Surip, S.Pd., M.Si, selaku ketua tim menegaskan bahwa program ini dirancang tidak hanya sebagai kegiatan akademik, tetapi juga sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa Unimed bagi masyarakat, atas dukungan moril dan materil dari Kementerian Pendidikan Tinggi, sains dan Teknologi, melalui Dirjend Riset dan Pegembangan, dalam Program Mahasiswa Berdampak sebagai upaya pemulihan bencana Sumatera. Menurutnya, melalui program Flores-Farm ini, tim dosen dan mahasiswa berupaya mengintegrasikan teknologi Internet of Things (IoT) dengan pemberdayaan masyarakat desa agar tercipta sistem pertanian yang lebih adaptif, produktif, dan berkelanjutan. "Melalui program ini, kami berharap dapat menghadirkan perubahan yang lebih baik bagi masyarakat di desa lokasi pelaksanaan, baik dari sisi ketahanan pangan maupun kesadaran masyarakat dalam mitigasi bencana. Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini," ungkapnya.
Menurut Shofwan Sasri Azhari, salah seorang tim mahasiswa, mengatakan konsep Flores Farm ini merupakan sistem pertanian terpadu yang memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian masyarakat. program pengembangan tanaman sorgum sebagai salah satu alternatif komoditas pangan yang dinilai tahan terhadap kondisi lingkungan serta berpotensi meningkatkan ketahanan pangan masyarakat setempat.
Baca Juga:
"Masyarakat sudah kami diberikan gambaran mengenai rencana kegiatan dan dampak dari program ini, sekaligus diajak untuk berpartisipasi aktif dalam setiap tahapan program. Kita berharap program ini akan berdampak positif bagi masyarakat dalam pemulihan dampak bencana, sehingga kehidupan masyarakat secepatnya kembali normal dan segera perekonomiannya terus membaik dan meningkat menuju hidup yang lebih sejahtera," katanya. (rel)
Tags
beritaTerkait
komentar