Aksi Tawuran dan Geng Motor di Kabupaten Asahan Jadi Atensi Aparat Kepolisian
Personel Polres Asahan mengamankan lima remaja yang diduga hendak melakukan aksi tawuran pada (10/9/2026).
Sumut 3 menit lalu
POSMETRO MEDAN-Ratusan massa buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) AGN Sumatera Utara melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara, Kamis (9/4/2026). Massa mengecam keras tragedi tewasnya seorang pekerja di proyek pembangunan Islamic Center Martubung yang dinilai akibat kelalaian fatal.
Ketua KSPSI AGN Sumut, T.M. Yusuf, dalam orasinya menyatakan bahwa insiden tersebut merupakan potret buram perlindungan tenaga kerja di Sumatera Utara. Korban diketahui bernama Wahyu Supriono, yang meregang nyawa setelah terjatuh dari ketinggian saat bekerja di proyek milik pemerintah tersebut.
Baca Juga:
Pihak buruh melalui Persatuan Buruh (Prabu) Peduli K3 Sumut mengungkapkan temuan lapangan yang mengejutkan. Diduga kuat, korban bekerja tanpa dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai di area berisiko tinggi.
"Ini bukan sekadar kecelakaan kerja biasa. Ini adalah indikasi kuat adanya pembiaran dan kelalaian dalam penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Proyek sebesar Islamic Center yang menjadi simbol kemajuan Medan justru mengabaikan nyawa manusia," tegas Yusuf dengan nada berapi-api di depan gerbang Kantor Gubernur.
Baca Juga:
Lebih miris lagi, muncul dugaan bahwa korban belum terdaftar sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini dianggap sebagai pelanggaran berat terhadap hak konstitusional pekerja yang dilakukan oleh pihak kontraktor di bawah pengawasan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Penataan Ruang (Perkim) Kota Medan.
Dalam aksi tersebut, KSPSI AGN Sumut melayangkan lima tuntutan keras kepada Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota. Mereka mendesak Gubernur Bobby Nasution dan khususnya Wali Kota Medan untuk bertanggung jawab penuh atas lemahnya pengawasan proyek di wilayahnya.
"Kami minta Kepala OPD yang bertanggung jawab atas proyek Islamic Center Martubung segera dicopot! Jangan jadikan nyawa buruh sebagai tumbal pembangunan. Pembangunan tanpa perlindungan pekerja adalah tindakan tidak berperikemanusiaan dan melanggar hukum," ucap Yusuf disambut teriak massa aksi.
Massa mengancam akan kembali melakukan aksi gelombang besar dan menempuh jalur hukum apabila tuntutan mereka untuk menegakkan keadilan bagi keluarga korban tidak segera dipenuhi oleh pemerintah daerah.
Personel Polres Asahan mengamankan lima remaja yang diduga hendak melakukan aksi tawuran pada (10/9/2026).
Sumut 3 menit lalu
Polisi Hadir di Malam Hari, Polsek Silau Kahean mencegah aksi Geng Motor.
Sumut satu jam lalu
Beredar Info! Kapal Virgo Transport 8 yang Angkut 243 Penumpang Hilang Kontak.
Peristiwa 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Deli Tua Pemerintah Kabupaten Deli Serdang meluncurkan Sistem Integrasi Administrasi Kependudukan melalui Fasilitas Keseh
Sumut 3 jam lalu
patroli skala besar bentuk nyata Polri dalam melayani masyarakat secara berintegritas dan humanis.
Peristiwa 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Deli Tua Pemerintah Kabupaten Deli Serdang meninjau kondisi pasar dan Terminal Tipe C Deli Tua untuk memastikan fasilitas
Sumut 3 jam lalu
Perkuat Sinergi, Kodaeral I Gelar Open Tournament Futsal Piala Panglima TNI 2026.
Medan 3 jam lalu
Heboh! Video Mantan Polisi Bongkar Dugaan Setoran BD Sabu ke Oknum Polisi, Kasat Narkoba Polres Langkat Itu Video Lama.
Sumut 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Polemik pergeseran anggaran Pemkab Deliserdang sekira Rp9 miliar yang mencuat dalam rapat Badan Anggaran (Bangg
Sumut 4 jam lalu
Bertahuntahun Macet di Tanjung Morawa, Ijeck Usulkan Bangun Fly Over.
Sumut 6 jam lalu