Dinas SDABMBK Tekankan Disiplin dan Kesiapsiagaan Musim Hujan
Dinas SDABMBK menekankan disiplin dan kesiapsiagaan musim hujan.
Medan 5 menit lalu
POSMETRO MEDAN-Ratusan massa buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) AGN Sumatera Utara melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara, Kamis (9/4/2026). Massa mengecam keras tragedi tewasnya seorang pekerja di proyek pembangunan Islamic Center Martubung yang dinilai akibat kelalaian fatal.
Ketua KSPSI AGN Sumut, T.M. Yusuf, dalam orasinya menyatakan bahwa insiden tersebut merupakan potret buram perlindungan tenaga kerja di Sumatera Utara. Korban diketahui bernama Wahyu Supriono, yang meregang nyawa setelah terjatuh dari ketinggian saat bekerja di proyek milik pemerintah tersebut.
Baca Juga:
Pihak buruh melalui Persatuan Buruh (Prabu) Peduli K3 Sumut mengungkapkan temuan lapangan yang mengejutkan. Diduga kuat, korban bekerja tanpa dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) yang memadai di area berisiko tinggi.
"Ini bukan sekadar kecelakaan kerja biasa. Ini adalah indikasi kuat adanya pembiaran dan kelalaian dalam penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Proyek sebesar Islamic Center yang menjadi simbol kemajuan Medan justru mengabaikan nyawa manusia," tegas Yusuf dengan nada berapi-api di depan gerbang Kantor Gubernur.
Baca Juga:
Lebih miris lagi, muncul dugaan bahwa korban belum terdaftar sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini dianggap sebagai pelanggaran berat terhadap hak konstitusional pekerja yang dilakukan oleh pihak kontraktor di bawah pengawasan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Penataan Ruang (Perkim) Kota Medan.
Dalam aksi tersebut, KSPSI AGN Sumut melayangkan lima tuntutan keras kepada Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota. Mereka mendesak Gubernur Bobby Nasution dan khususnya Wali Kota Medan untuk bertanggung jawab penuh atas lemahnya pengawasan proyek di wilayahnya.
"Kami minta Kepala OPD yang bertanggung jawab atas proyek Islamic Center Martubung segera dicopot! Jangan jadikan nyawa buruh sebagai tumbal pembangunan. Pembangunan tanpa perlindungan pekerja adalah tindakan tidak berperikemanusiaan dan melanggar hukum," ucap Yusuf disambut teriak massa aksi.
Massa mengancam akan kembali melakukan aksi gelombang besar dan menempuh jalur hukum apabila tuntutan mereka untuk menegakkan keadilan bagi keluarga korban tidak segera dipenuhi oleh pemerintah daerah.
"Kalau tuntutan kami dianggap angin lalu, jangan salahkan kalau kami kembali dengan massa yang lebih besar dan melumpuhkan titik-titik strategis di Sumatera Utara," Pungkas Yusuf dalam orasinya dimobil Komando. (Dam)
Dinas SDABMBK menekankan disiplin dan kesiapsiagaan musim hujan.
Medan 5 menit lalu
Wabup Taput berpesan agar menaga kekompakan dan kebersihan, menjadikan kawasan jadi Desa Percontohan.
Berita 13 menit lalu
Polsek Siantar Utara mengimbau pekerja rabat beton di Gang Pinus terkait laporan seorang warga binaan.
Sumut 47 menit lalu
Itu juga sekaligus podium pertamanya musim ini. Capaian tersebut merupakan kemenangan perdana Ducati Lenovo Team sejak GP Jepang 2025 lewat
Sport satu jam lalu
Jadwal Semifinal Piala AFF U19 2026 Timnas Indonesia U19 Menunggu Lawan.
Sport 2 jam lalu
Seorang perempuan asal Inggris bernama Char Grey menjadi perbincangan, setelah mengungkap alasan unik di balik pembelian sebuah boneka.
Inter-Nasional 4 jam lalu
Turun Sampai Tiga Peringkat, Veda Ega Pratama Tempati Posisi Keenam Klasemen Sementara Moto3.
Sport 5 jam lalu
Nilai Tukar Rupiah melemah menjadi Rp18.107 per Dolar AS, melemah 71 poin.
Bisnis 5 jam lalu
Kondisi cuaca Kota Medan Senin 8 Juni 2026 diprakirakan bakal diguyur hujan sedang.
Medan 5 jam lalu
Patroli Laut Gabungan di Selat Malaka, Tim Amankan Nakhoda dan ABK Positif Ganja.
Peristiwa 6 jam lalu