Sabtu, 18 April 2026

Viral Jadi Pemicu, Fasilitas Bobrok SD 14 Panai Hulu Tiba-Tiba Disulap

Evi Tanjung - Sabtu, 18 April 2026 18:01 WIB
Viral Jadi Pemicu, Fasilitas Bobrok SD 14 Panai Hulu Tiba-Tiba Disulap
Ky
Kondisi SD Panai Hulu sebulan dan sesudah di renovasi

POSMETRO MEDAN,Panai Hulu — Sorotan publik di media sosial akhirnya "membangunkan" pihak terkait. Setelah video dan foto kondisi memprihatinkan beredar luas, sarana dan prasarana di SD 14 Panai Hulu yang sebelumnya dikeluhkan warga, kini mendadak berubah drastis.

SD Negeri 14 Panai Hulu (NPSN 10205076) dengan luas tanah 3.275 M2, berada di Dusun IV Desa Meranti Paham Kecamatan Panai Hulu Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatera Utara . Sabtu, (18/4/2026).

Secara resmi dalam sistem Dapodik, sejak 2018 belum tercatat adanya proyek "Rehab Berat" berskala besar yang didanai oleh APBN/DAK Fisik dalam kurun waktu 5 tahun terakhir (2020-2025). Namun, sekolah ini melakukan Pemeliharaan Ringan secara rutin melalui dana BOS setiap tahunnya.

Baca Juga:

Berdasarkan data Dapodik 2021 - 2024 Pemeliharaan ringan rutin meliputi pengecatan ruang kelas, perbaikan pintu/jendela, dan perawatan sanitasi (WC siswa) dalam alokasi Dana BOS (Pemeliharaan Sarana dan Prasarana), sementara 2025, fokus pada pemeliharaan alat multimedia dan perbaikan minor pada ruang kelas untuk mendukung implementasi Kurikulum.

Pantauan POSMETRO MEDAN survey langsung kelokasi berbanding dari data, seperti perawatan Sanitasi (WC) siswa yang lama, disamping lokal tidak ada perawatan dan masih terbengkalai tidak terpakai.

Baca Juga:

Berdasarkan Permendikdasmen Nomor 8 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis (Juknis) Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP), dana BOS untuk SD Negeri 14 Panai Hulu pada tahun anggaran 2025, Untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), satuan biaya dana BOS Reguler yang ditetapkan oleh pemerintah pusat, Rp 900.000 per siswa untuk satu tahun anggaran. Dengan total jumlah siswa 296 x 900.000. Rp 266.400. 000,_

Kemudian berdasarkan data profil sarana dan prasarana (sarpras) di portal Sekolah Kita Kemendikdasmen per April 2026, rincian kondisi ruang kelas di SD Negeri 14 Panai Hulu untuk tahun ajaran 2025/2026, total 13 ruang kelas dengan tenaga pendidik 15 orang, Ruang Layak (Kondisi Baik), 11 ruang (84,62%) Ruang Rusak Ringan: 2 ruang (15,38%) dan Ruang Rusak Sedang/Berat: 0.

Pantauan POSMETRO MEDAN survey langsung kelokasi berbanding dari data, seperti perawatan Sanitasi (WC) siswa yang lama, disamping lokal tidak ada perawatan dan masih terbengkalai tidak terpakai.

Ruang kelas yang sempat dikeluhkan mengalami kerusakan, mendadak "dipoles" dalam waktu singkat. Perubahan ini pun memicu tanda tanya besar.

"Kalau tidak viral, mungkin sampai sekarang masih dibiarkan," ujar salah seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya.

Kepala SD 14 Panai Hulu, Suriati ditemui langsung di Kantornya mengatakan, "sebelumnya terkait viral tersebut sebelumnya sudah diagendakan perbaikannya, namun sebelum dikerjakan kadung sudah di share ke publik. Alhamdulillah sekarang tampak bagus. Kemaren, sudah di perbaiki." Katanya.

Kondisi sebelumnya disebut-sebut sudah berlangsung cukup lama. Mulai dari fasilitas belajar yang minim, bangunan yang mengalami kerusakan, hingga mobiler sekolah yang tidak layak pakai.

Namun ironisnya, perbaikan justru baru terlihat setelah isu tersebut ramai diperbincangkan di media sosial.

Fenomena ini menimbulkan dugaan bahwa pengawasan terhadap pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah tersebut selama ini terkesan lemah. Bahkan, sejumlah pihak menilai respons cepat yang terjadi bukanlah hasil dari perencanaan matang, melainkan reaksi instan akibat tekanan publik.

"Ini bukan soal cepat memperbaiki, tapi kenapa harus menunggu viral dulu? Ini yang jadi pertanyaan, dalam hal ini kiranya agar pihak terkait, termasuk Dinas Pendidikan dan Inspektorat, turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh. Berharap perbaikan yang dilakukan tidak sekadar "tambal sulam" demi meredam sorotan, melainkan benar-benar menyentuh akar persoalan. Ujar warga.

Inspektorat Labuhanbatu, Ahlan Ritonga dikonfirmasi terkait dugaan minimnya pengawasan, via WhatsApp belum bisa dihubungi.

Kasus ini kembali menjadi cermin bahwa pengawasan terhadap dunia pendidikan di daerah masih menyisakan pekerjaan rumah besar. Publik kini menunggu, apakah perubahan ini akan berkelanjutan, atau sekadar respons sesaat untuk meredam kegaduhan. (K**)

Tags
beritaTerkait
Sekretaris Ditjen Imigrasi Tinjau Rencana Renovasi Gedung Kantor Imigrasi Di Asahan
Seluruh Akses Masuk Dialihkan ke Pintu Belakang, Sistem Keamanan Diperketat
Pekerja Renovasi dan Pembangunan PN Medan Tanpa Alat Pelindung Diri
komentar
beritaTerbaru