POSMETRO MEDAN- Jeritan dan keluhan masyarakat di Kabupaten Labuhanbatu kian memuncak. Pasalnya gas LPG subsidi 3 kilogram 'menghilang' di pasaran dalam sebulan terakhir ini.
Ironisnya, di tengah kepanikan warga yang kesulitan memasak, pihak kepolisian justru menemukan fakta mengejutkan. Ya stok gas melon di tingkat distributor sebenarnya melimpah ruah.
Kelangkaan yang mencekik ini membuat warga Rantauprapat frustrasi.
Baca Juga:
Faisal (30), salah seorang warga, membeberkan kronologi sulitnya mendapatkan tabung gas hijau tersebut yang sudah berlangsung selama satu bulan penuh.
"Kalau tak salah sudah ada sebulan inilah langka gas subsidi. Payah dapat. Jangankan di pangkalan, di kios-kios pun sulit dapat," keluh Faisal yang ditemui awak media, Kamis 4 Juni 2026.
Tak cuma langka, harga gas melon di tingkat pengecer pun dilaporkan sengaja dimainkan oknum-oknum tertentu hingga melambung tinggi di luar batas kewajaran.
Melda (32), warga Kampung Sawah, mengaku terpukul dengan situasi ini.
Dia mengakui, untuk mendapatkan satu tabung gas subsidi, warga harus merogoh kocek yang sangat dalam.
"Adalah sudah dua mingguan ini sulit dapat. Adapun di kios-kios harganya sudah mahal kali, tembus dua puluh sampai dua puluh lima ribu rupiah per tabung," ungkap Melda bernada kesal.
Mewakili emak-emak dan masyarakat kecil, Melda mendesak agar pemerintah daerah tidak menutup mata dan segera turun tangan mengatasi sengkarut distribusi ini.
Tags
beritaTerkait
komentar