Selasa, 04 Agustus 2026

Sabuk yang Menyatukan, Keseriusan yang Dibuktikan

Toga Nainggolan - Senin, 27 April 2026 08:36 WIB
Sabuk yang Menyatukan, Keseriusan yang Dibuktikan
Adam WS
Kapoldasu Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H memberikan pengarahan.

Dalam satu hari, Polda Sumut menggelar dua agenda besar. Dari apel akbar hingga simulasi, memastikan keamanan dengan kesiapan yang tak bisa ditawar.

Langit pagi di belakang Markas Polda Sumatera Utara tampak cerah ketika barisan mulai dibentuk: rapi, bersemangat, dan kolosal. Tidak kurang dari 1.500 perwakilan dari berbagai elemen masyarakat berkumpul dalam Apel Akbar Sabuk Kamtibmas, Jumat (24/4/2026) lalu.

Di tengah lapangan, suara komando terdengar tegas, namun tidak berlebihan. Sosok yang berdiri di podium itu bukan tipe yang gemar berpanjang kata, tetapi setiap kalimatnya terasa seperti garis tebal yang menegaskan arah.

Baca Juga:

Kapoldasu, Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H., kembali menegaskan sesuatu yang sederhana, tapi sering luput: keamanan tidak pernah bisa ditopang oleh satu pihak saja.

"Sabuk melambangkan ikatan yang menyatukan Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat sebagai satu sistem pengamanan yang saling terhubung, menopang, dan menguatkan," tegasnya.

Baca Juga:

Lebih dari sekadar simbol, sabuk adalah metafora tentang keterhubungan yang mengikat Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam satu sistem yang saling menopang.

Gagasan itu terasa relevan, bahkan mendesak. Sumatera Utara hari ini bukan tanpa tantangan. Dari jalanan kota hingga lorong-lorong permukiman, gangguan keamanan hadir dalam berbagai wajah: tawuran remaja, begal, balap liar, hingga kenakalan yang semakin sulit diprediksi. Di sisi lain, ancaman yang lebih senyap tapi mematikan juga terus bergerak, peredaran narkotika yang, sejak awal 2026 saja, telah menyentuh 1.748 kasus.

Namun yang menarik, pendekatan Kapolda tidak berhenti pada daftar masalah. Ia langsung mengarah pada sikap. Tegas, bahkan keras, ketika menyangkut kejahatan jalanan. Instruksinya jelas: tidak ada kompromi bagi pelaku begal.

Di saat yang sama, ia juga mengingatkan bahwa ancaman hari ini tidak selalu kasatmata. Hoaks, provokasi, dan penggiringan opini bisa menjadi pemicu konflik sosial yang jauh lebih luas dampaknya. Dalam konteks ini, keamanan bukan lagi sekadar soal patroli, tetapi juga soal kesadaran kolektif.

Editor
: Salamuddin Tandang
Tags
beritaTerkait
Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Dr. Jean Calvijn Simanjuntak Pimpin Langsung Proses Penanganan   Tabrakan Beruntun di Sibolangit
Diduga Rem Blong, Truk Muatan Galon Aqua 'Seruduk' 9 Kendaraan, 1 Korban Tewas
Polda Sumut dan Polrestabes Medan Kawal Distribusi BBM, Pastikan Pasokan dan Pelayanan di SPBU Berjalan Lancar
Ditemukan Bocah Yang Dicari Ibunya Saat Asik Ikut Lomba Menggambar Saat CFD Hari Bhayangkara
Rumah Dibobol Saat Rawat Anak di Rumah Sakit, Korban Pencurian Terima Bantuan Langsung dari Kapolrestabes Medan
Polisi Selidiki Kehilangan Sepeda Motor Pengemudi Ojek Online di Lapangan Merdeka
komentar
beritaTerbaru