Yang terlihat di lapangan memang bukan sesuatu yang lahir dalam sehari. Koordinasi antar satuan berjalan tanpa banyak jeda. Setiap peran tampak sudah dipahami. Di titik ini, simulasi menjadi lebih dari sekadar latihan, ia menjadi indikator sejauh mana sistem itu benar-benar hidup.
Baca Juga:
Menjaga Kesiapsiagaan
Baca Juga:
Kepada media seusai acara, Wakapoldasu menyebut Sispamkota adalah bagian dari upaya menjaga kesiapsiagaan sekaligus merawat sinergi lintas sektor. Ia mengaitkannya dengan apel Sabuk Kamtibmas yang sebelumnya digelar, yang melibatkan sekitar 1.500 peserta dari berbagai elemen masyarakat. Dua kegiatan itu, dalam satu hari yang sama, seperti dua sisi dari satu gagasan: kolaborasi.
Pesan yang dibangun tetap konsisten, keamanan bukan monopoli institusi.
Di level operasional, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa simulasi ini merupakan puncak dari rangkaian panjang persiapan. Tactical floor game, latihan berbasis skenario, hingga detail teknis di lapangan telah dirancang untuk mendekati kondisi riil. Artinya, setiap kemungkinan sudah dipikirkan sebelumnya untuk diantisipasi.
Ke depan, pola latihan ini tidak akan berhenti di satu titik. Ia akan dibawa lebih dekat ke masyarakat, ke titik-titik strategis di Kota Medan, dengan pendekatan yang juga melibatkan sosialisasi. Sebuah langkah yang menunjukkan bahwa kesiapan aparat berjalan beriringan dengan kesiapan publik.
Di sisi lain, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas yang juga turut menyaksikan jalannya simulasi, menangkap kesan yang sama: keseriusan. Baginya, apa yang ditampilkan hari itu memberi keyakinan bahwa stabilitas kota bukan sesuatu yang dibiarkan berjalan sendiri, melainkan dijaga dengan perencanaan dan latihan yang terukur.
Pada akhirnya, rangkaian hari itu, dari apel hingga simulasi, membentuk satu narasi utuh. Gagasan "Sabuk Kamtibmas" bukan berhenti pada simbol, tetapi diterjemahkan ke dalam sistem yang bisa diuji, diukur, dan dijalankan.
Editor
: Salamuddin Tandang
Tags
beritaTerkait
komentar